Thursday, June 7, 2012

.do you believe in zodiac?.


"dasar scorpio...keras kepala"
itu kata seorang teman saya, ketika saya ngeyel dengan apa yang saya yakini.
perkataan teman saya itu membuat saya iseng googling tantang zodiak, saya heran saja seorang dia bisa demikian percaya ada hubungan antara sifat manusia dan zodiak. terus terang saya tidak mempercayai itu, apalagi ramalannya. Hare geneeee......???
dan saya memulainya dengan googling bintang saya

Sifat-sifat Scorpio

Simbol : Kalajengking
**ga ada hewan lain yang lebih unyu2 sebagai lambang ya :(..hewan ngentupan gek buat lambang....woooshaaaa

Periode : 24 Oktober – 21 November 
**berapa kepala coba pemilik zodiak ini di dunia 

SIFAT YANG MENONJOL
Pandai menyimpan rahasia, keras kepala, memiliki pendirian teguh dan cerdas. Serius dan tak banyak bicara bila sedang asyik bekerja. Ia memiliki semacam kekuatan atau kepandaian yang tersimpan. Bila kepandaiannya yang tersimpan ini digunakan, pasti akan membawa sukses gemilang. Mudah naik darah, sensitif dan mudah tersinggung, namun rajin bekerja.
** ahaaa....ternyata memang ada keras kepala disebutin disini (ya kalau ga keras bukan kepala namanya, bantal euy....)
wahh saya mulai was-was kok beberapa sepertinya match dengan saya ya...:(

PERCINTAAN
Berwibawa dan agung, meskipun sedkit angkuh, ia tak main-main dalam hal cinta. Dan meski ia seorang pencemburu dan cenderung menguasai kekasihnya, namun ia pandai membuat kekasihnya senang, bahagia dan tentram.
**berwibawa dan agung..apaaa maksudnyaaaaaaaaaa....??? waduuuhhh.....sepertinya ini juga match

Jodoh yang cocok untuk Scorpio : Capricornus dan Cancer.
Jodoh yang tidak cocok untuk Scorpio : Gemini.
**hanaaahhh....kalau ini mboten mawon.....cocok atau tidak cocok itu masalah bagaimana komitmen awal dibangun (dihadapan Tuhan lagi), harusnya kalau sudah berkomitmen ya...yang tidak cocok itu harus dimaklumi nobody perfect...dan konsisten dengan komitmen dalam perjalanannya, tidak cocok ditengah jalan ya harusnya tetap konsisten dengan komitmen yang dibangun...saya pass bagian ini

PERGAULAN
Bila sudah berteman dekat dengan seseorang, ia bisa setia dan mempunyai dedikasi tinggi. Namun sekali saja temannya menyakiti atau melukai hatinya, maka ia kaa membalas dendam tanpa ampun.
**saya tidak memuji diri saya sendiri, tapi kali ini zodiak ini salah...saya bukan pendendam apalagi tanpa ampun..wkwk..that's not me....

PEKERJAAN
Rajin bekerja dan penuh tanggung jawab. Ambisi dan semangatnya pun tinggi. Ia juga penuh bakat dan mau bekerja keras.
**kayaknya seorang teman yang bukan scorpio juga punya sifat ini deh...jadi gimana dong...?

Pekerjaan yang cocok bagi orang Scorpio :
Dokter Spesialis, Pengarang, Insinyur, Apoteker.
** whew pengarang....? *think :)

PERKAWINAN
Sangat sukses. Setelah menikah, biasanya rejeki orang Scorpio akan terbuka lebar dan ia akan mendapatkan kesuksesan yang gemilang.
** waaaahhh...ya saya aminkan saja :)

REJEKI
Bagus, Dengan kecerdasan dan kepandaiannya yang tersimpan, ia tak pernah mengalami kesulitan untuk masalah keuangan.
**ini juga amin...hahahaha

SUAMI SCORPIO
Pendiriannya kukuh, rajin bekerja, tidak mudah terpengaruh dan pantang menyerah. Cintanya pada istri dan anaknya begitu dalam.
**ini bukan saya berarti...wkwkwk

ISTRI SCORPIO
Bertanggung jawab, penuh perhatian, pandai mengatur rumah tangga, dan tak suka diperlakukan kasar.
**rasanya semua perempuan seperti itu tidak peduli apa zodiaknya

MASALAH SEKS
Gairahnya amat besar. Ia memang romantis tetapi paling suka dicumbu oleh pasangannya.
** waaaaaaaaaaaa.......belum bisa saya buktikan....wkwk

SIFAT-SIFAT POSITIF
Jujur, berani, teliti dan tidak mudah terpengaruh. Tabah dan tak pernah mengeluh.
**waduuuhhh.....pernah banget mengeluh je pakde.....dalam kata keterangan "sering" malah....wkwkkw

SIFAT-SIFAT NEGATIF
Curigaan, pendendam, emosinya meledak-ledak, nekad, bahkan tak segan-segan berkata-kata kasar bila sedang kesal. Selain itu juga serakah dan suka mementingkan diri sendiri. Berteman hanya mencari keuntungan.
**hadooohh....ngeri banget dengan sifat negatifnya...
curigaan..? iya... :) 
pendendam...enggaakkkk... 
emosi meledak..kalau sudah kebangeten mungkin iya...tapi belum pernah 
nekad...sometimes... 
nah ini...berkata kasar.... saya mendengar saja suka geli kuping saya....apalagi mengucapkannya... bukan saya, 
serakah...mementingkan diri sendiri..berteman mencari keuntungan...? hehehe...rasanya kalau begitu saya tidak akan mempunyai banyak teman sekarang....:)

HARI BAIK
Minggu dan Selasa.
**saya penganut sekte semua hari baik...:) 

waaahhh.....jadi harus bilang apa yaa.....???
mau bilang tidak percaya, kenyataannya ada beberapa yang benar, tapi membenarkan juga..nyatanya ada beberapa yang tidak benar....
satu hal yang saya tidak mengerti apa hubungannya sifat dan nasib manusia dengan gerakan benda-benda tata surya (planet, bulan, dan matahari). entahlah..... 

tapi memang ada beberapa orang yang percaya dengan zodiak, yang langganan tabloid hanya untuk melihat ramalan bintang minggu ini, bagi saya sih it's okay...asal cukup diambil positifnya saja untuk menjadi sugesti postif dalam menjalani hidup.

dan saya masih seorang yang belum bisa mempercayai itu, saya yang sekarang adalah hasil sebuah proses hidup, seperti proses pembuatan bejana tanah liat.....diolah sedemikian rupa... dibentuk... dibakar... sakit....terluka...kecewa...putus asa...itu yang membentuk saya yang sekarang, bukan karena pengaruh gerakan benda-benda langit. saya masih ingat sakitnya, kecewanya, putus asanya berada dalam proses itu, dan itu yang melahirkan kata tabah dalam sifat saya bukan karena takdir yang melahirkan saya di tanggal 28 Oktober dan berzodiak Scorpio. 


ahh...semuanya kembali ke kita...mau percaya atau tidak....itu pilihan. dan bijaklah dalam memilih :) kalau memang itu bermanfaat untuk membuat kita menjadi lebih baik yaa....lajulah kalau kata orang Palembang tapi kalau itu hanya akan membuat kita tidak lebih baik..mengapa harus diterus-terusin....percaya yang pasti-pasti saja, IA yang sudah terbukti Maha sakabehe.....

::setelah googling zodiac siang ini 07.06.2012 ::

Tuesday, May 29, 2012

.nyampah organik.


Entah kenapa selalu ada sepenggal cerita dalam sebuah chapter di buku kehidupanku,  ketika  suatu makhluk super ‘njelehi’ bernama kesedihan  muncul mak bedunduk, mak pecungul, tanpa aba-aba, menyita semangat dan menawan bahagia beserta kroni-kroninya si senyum dan si tawa dan kemudian entah dipenjarakan di penjara bawah tanah mana, hilang menguap lenyap tanpa jejak begitu saja menyisakan kekosongan dan kehampaan yang mendalam....yang kemudian mengundang airmata untuk mengurai sesak yang menghimpit…bukan airmata yang biasa, tapi airmata yang cukup membuat lebam mata. 

Kesedihan itu hadir menyentak lewat ‘one klik’ sebuah lagu mellow, menerabas masuk lewat syair demi syair lagu yang saya dengarkan, laksana badai, ia menghancurkan dan memporak porandakan tembok pertahanan saya yang berulang kali jebol dan dibangun lagi dan lagi [yang ternyata] masih juga rapuh, lewat deskripsi novel yang sedang dibaca dan dibuat bantal tidur, lewat persepsi-persepsi ‘embuh dan kadang ngasal’ yang otak saya bangun setelah membaca sebuah tulisan,... ia bersemayam dimana-mana. Dimana saya berada disitulah dia berada. Memakai media apa saja yang bisa digapai oleh hati saya untuk memperkeruh otak dan memberi kerjaan mata menguras air di kantung matanya yang konon katanya itu memang diciptakan khusus untuk kaum hawa. Saya benci sekali moment ini, ketika seolah makhluk-makhluk itu bagaikan sekompi kuman-kuman bertanduk iblis dalam iklan minuman yyang terkenal dengan jargon saya minum dua, yang seolah mentertawakan saya beramai-ramai.

Dan kali ini saya benar-benar tidak tahu saya mau nulis tentang hikmah apa yang bisa saya ambil dari kesedihan saya, maaf kalau pada akhirnya saya hanya nyampah saja di sini, maaf kalau justru menambah daftar panjang dari kenyataan hidup yang tidak mudah yang menjadi alasan pembenaran pertanyaan sinis “apa sih maunya dia dalam huruf besar” . Saya sedang butuh tempat mengurai sesak ini yang ga enaknya lagi diperparah dengan serangan bertubi-tubi virus influenza dari my roommate dan my officemate yang sepertinya gagal saya tangkis bahkan dengan tablet effervescent yang biasanya ampuh. Kepala serasa semakin berdenyut-denyut, sementara seperti ada biji kedondong menari-nari di tenggorokan saya dan aliran kecil anak sungai yang tidak laiknya lewat hidung (silakan lho kalau ada yang mau muntah dulu karena jijik).

Saya mencoba menyidik kesedihan ini berawal, dan menemukan simpulnya pada sebuah makhluk lain lagi yang bernama rasa. Rasa sayang yang [ternyata lagi] melebihi rasa sayang yang dulu pernah ada yang demikian menyakiti dada. Saya tidak pernah mengira akan sejauh ini. Rasa yang tidak luruh oleh hujan kekecewaan, tidak beku oleh dinginnya sunyi, tidak surut oleh teriknya kemarahan, tidak lenyap oleh hembusan angin kebekuan, tidak lekang oleh kejamnya waktu, tidak pupus oleh sebuah jarak yang tercipta. Rasa yang sungguh sabar dan tegar melawan tempaan. Rasa yang membuatku menyadari dia kepada siapa rasa itu berlabuh adalah sosok yang sangat berarti bagiku. Rasa yang kemudian menghidupkan makhluk lain yang tidak kalah mematikannya, ketakutan dan kekhawatiran. Ketakutan dan kekhawatiran akan kehilangan tempat berlabuh itu.  Pada detik aku menutup pintu pertama semalam, makhluk-makhluk itu langsung menyerangku tanpa ampun. Membuatku sungguh tidak berdaya dan tidak tahu bagaimana menjalani ini.


*pada sebuah perhentian ketika kunci pintu untuk masuk atau keluar dipegang sang empunya




  

Monday, May 21, 2012

.jokes can be another way to................... .

Kemarin.
entah sejak kapan, tapi yang pasti tidak sejak lahir saya suko guyon/bercanda. saya suka tertawa, membuat orang lain tertawa, dan dibuat tertawa orang lain. karena bagi saya hidup yang sangat kompleks ini akan terasa simple jika dihadapi dengan tertawa. jadi ngat lagu nya "mamang" yang jenggotnya bisa dikepang itu yang akhir-akhir ini saya kok jadi tidak begitu antipati lagi dengan sosoknya....sebuah kearoganan yang dia bayar sempurna dengan bukti kemampuan dan prestasi yang tidak diragukan lagi.
Hadapi dengan senyuman
Semua yang terjadi biar terjadi
Hadapi dengan tenang jiwa
Semua kan baik-baik saja

Bila ketetapan Tuhan
Sudah ditetapkan, tetaplah sudah
Tak ada yang bisa merubah
Dan takkan bisa berubah

Relakanlah saja ini
Bahwa semua yang terbaik
Terbaik untuk kita semua
Menyerahlah untuk menang
Searogan arogannya seorang Ahmad Dhani, ternyata ia masih menyerah pada ketetapan Tuhan :)
tapi memang demikianlah adanya, pilihannya cuma ada dua mentertawakan hidup atau ditertawakan hidup. kayaknya lebih enakan yang awalannya me...

dan bagi orang-orang dekat saya mungkin sudah tidak asing lagi dengan sifat saya yang satu ini. entah dalam interaksi langsung, sms, telephone, maupun di jejaring sosial, saya sering mengungkapkan sesuatu dengan menjadikannya sebuah joke/guyonan/candaan dan saya punya keuntungan disini. seringkali ketika saya mengungkapkan sesuatu hal, yang demikian adanya tapi orang lain menganggapnya bercanda dan hebatnya jadi tidak tersinggung atau marah (mungkin ini memang seninya berkomunikasi). Kejadian kemarin adalah salah satu contohnya, ketika saya mengumumkan kepada dunia :) tentang uneg-uneg saya di salah satu account saya, saya sempat meng-skak mat- seseorang tanpa dia sadari (yang tumben-tumben dia muncul di daftar komentar dan "ndilalah" pada sebuah postingan yang memang untuk dia...ckckck), dengan nada bercanda dan mungkin karena dia terbiasa dengan sifat saya yg jarang bisa serius jika berkomunikasi, dia sama sekali tidak merasa orang yang dimaksud adalah dirinya. saya tersenyum-senyum sendiri ketika meladeni komentar-komentar teman-teman saya. aah...seandainya dia tahu....apa jadinya...:)

dan ini salah satu cara saya mengurangi beban dalam hati saya, dengan mengeluarkan uneg-uneg dengan cara menjadikannya sebuah guyonan, ketika pada satu sisi saya sangat tidak menyukai sikap dan perlakuannya, tapi orangnya tidak tahu kalau saya tidak suka, dan saya juga tidak mungkin mengatakannya, dan parahnya adalah saya baginya adalah teman baiknya, kotak sampahnya, tempatnya bertanya hal-hal kecil dan dimintai tolong tentang hal-hal kecil dan saya tidak bisa menghindar, lebih tepatnya saya tidak tega untuk menghindar seperti teman saya satunya. mungkin memang terkesan munafik, tapi memang demikianlah adanya. 

saya membenci sikap dan perlakuannya di satu sisi dan di sisi lain saya masih punya hati untuk menolongnya ketika dia minta tolong, saya tidak tahu hati saya ini terbuat dari apa dan saya juga tidak terlalu peduli. saya hanya merasakan kelegaan luar biasa kemudian ketika saya bisa mengungkapkan uneg-uneg saya bahkan "ndilalah bin kebetulan" bisa secara langsung pada yang bersangkutan tanpa disadari oleh orangnya, dan tanpa membuat marah atau tersinggung yang bersangkutan. karena bagaimanapun ia, apapun yang telah diperbuatnya,  ia tetaplah seorang teman. ya teman. ladang hati. suatu saat saya pun pasti akan membutuhkan teman/orang lain. dunia berputar. itu hukum alamnya. ketika kita menjadi teman yang baik bagi orang lain (apapun reward yang kita dapat saat ini manis atau pahit), kita pasti kelak akan mudah menemukan teman yang baik ketika kita membutuhkan.

saya akan menutup tulisan ini dengan sebuah kutipan dari novel yang sedang saya buat bantal tidur :p setelah saya baca beberapa halaman :p
berteman dengan siapa saja, itu sangu utama Darwan dalam pengembaraan mencari makna hidup. Dan cintai sesama, cintailah mereka melebihi cintamu kepada saudara. Karena, kalau kamu memerlukan pertolongan maka yang paling dulu menolong adalah temanmu yang paling dekat dengan kamu, bukan saudaramu yang berada di tempat jauh. 
Suparto Brata - Mencari Sarang Angin 
semoga saya selalu bisa menjadi teman yang baik bagi teman-teman saya dalam segala kondisi tanpa terkecuali. *hari ini, hari "I started a joke sedunia" di dunia saya :)


Sunday, May 13, 2012

.message in a bottle.


Senja, itu yang selalu dicari El jika mengunjungi  eyangnya di Jogja. Beberapa sudut Jogja menjadi tempat favoritnya mandi cahaya jingga dari sang matahari yang sejenak berpamitan dalam janji untuk datang kembali esok pagi. Janji kedua setelah janji Tuhan yang ia pegang. Janji yang tidak mengenal ingkar. 

Senja, entah sudah berapa potret dirinya dalam bingkai senja yang tersimpan dalam folder twilight, setiap tempat yang pernah ia datangi ada dalam bingkai senja dalam folder itu, senja dengan kekuatan magisnya yang mampu membuat ia menjura pada Pencipta gradasi warna nan eksotik. membuat ia merasa hanya sebutir debu ditengah keajaiban semesta yang tidak pernah berhenti membuatnya berdecak kagum. Ia memang Pelukis Yang Agung dengan jumlah masterpiece pada bilangan yang tak terhingga.  

Senja dan kelebatan bayang-bayang masa lalu yang membuat ungu perasaannya, senja terakhirnya di Parang tritis menorehkan perih yang butuh bilangan waktu untuk membebatnya. Sebuah gambar berlatar senja dengan sebuah tulisan di pasir pantai “for the last time I say I love you so” menari-nari di pelupuk matanya ketika kaki nya menapaki pasir pantai. Semilir angin senja parangtritis membelai lembut kulit sawo matangnya.  Ia mengambil sudut terbaik untuk mengambil gambar kepulangan sang matahari. Dia duduk dalam diam sambil membuka backpack nya dan mengeluarkan EOS 500Dnya.


Tertangkap dalam lensanya seorang gadis sedang melemparkan sebuah botol kearah laut lepas.  Gadis berambut sebahu yang dikucir menjuntai yang  bermata sendu. Dengan balutan cardigan hitam dan syal pink ia berdiri menatap laut lepas. Angin memainkan anak-anak rambutnya yang berlarian keluar dari ikatan seperti anak-anak yang berlarian mendatangi tukang gulali yang datang. Siluet yang sempurna telah ia ciptakan, seorang gadis dibibir senja akan menjadi karya photo terbaiknya. Sejenak kemudian gadis itu membalikkan tubuhnya dan berjalan kearahnya, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil kembali gambar-gambar gadis tersebut sampai ia mendekat. Seorang gadis dengan kesedihan membayang diwajahnya. Senja, pantai dan kesedihan bagi beberapa orang memang berkawan baik.

El beranjak dari tempat duduknya dan menggantungkan kamera nya didada. Ia menyusuri bibir pantai kearah selatan, ke tempat itu, tempat yang pernah menjadi saksi norma peradatan terpilih sebagai alasan untuk menciptakan jurang antara ia dan rhea. Jurang yang tak terjembatani hingga sekarang dan sampai kapanpun. Photo tag rhea di facebooknya tentang undangan pernikahannya menjadi pembunuh makhluk bernama harapan yang masih ia hidupi selama ini, photo tag itu juga  yang membawa El kesini, ke parangtritis, untuk mengenang, untuk kali terakhir sebelum semuanya ia kubur dalam-dalam. Semua sudah tidak berbekas, semesta seakan mempermudah semuanya, gelombang pasang telah menghapus jejak yang pernah mereka tinggalkan. El pun beranjak dari titik itu, titik dimana kenyataan berbicara tanpa nurani. Ia melangkah perlahan meninggalkan tempat itu kembali menyusuri bibir pantai untuk kemudian beranjak pulang. Tiba-tiba matanya menangkap sesuatu didepannya, sebuah botol. Dipungutnya dan diperhatikannya ada sesuatu didalamnya. A message in a bottle…masih ada yang mempergunakan cara ini untuk menuangkan perasaannya di tengah dunia virtual yang menawarkan rumah aksara untuk tempat meluapkan semua hal tentang hidup yang kompleks kuadrat. Perlahan dibukanya penutupnya dan diambilnya gulungan kertas itu. Sebuah surat dengan tulisan tangan yang sangat rapi.

dear ibuk ku,
Buk…adakah tangga surga itu…? Ingin kutemukan untuk menemuimu, untuk sejenak berbaring di pangkuanmu seperti dulu ketika kita masih bersama. Untuk merasakan lagi lembut usapan tanganmu di kepalaku, untuk merasakan lagi kehangatan belaian tanganmu dipunggungku. Kehangatan yang mengaliri kedamaian dan ketentraman. Untuk sekedar bercerita tentang hitam putih dan jingganya kehidupan.

Buk, kali ini tentang satu cahaya di langit kelam yang sinarnya adalah rimba pesona yang membuatku jauh tersesat kedalamnya tanpa tahu jalan untuk kembali.  Sebuah cahaya yang tawanya adalah pedar bahagiaku dan sedihnya adalah sembilu bagi jiwaku.  Sebuah cahaya yang tinggal dalam dunia pekat yang diciptakannya. Telah aku lakukan segala yang aku mampu, kubawakan pelita untuk sedikit memberi terang, tetapi pekat yang diciptakannya menelan habis cahaya pelitaku. Kucoba untuk menariknya keluar dari dunianya, tapi benteng yang didirikan terlalu kokoh untuk ditembus. Ia hanya menginginkan satu pelita yang dulu pernah membuatnya menjadi cahaya yang bersinar sekaligus kemudian memadamkannya. Melihatnya perlahan meredup adalah siksa batin tak bertepi buk, setiap jarak yang diciptakan adalah salib bagi jiwaku.



Buk, ini adalah kenyataan yang tak pernah bisa aku pahami. Bagaimana bisa adalah pertanyaan tak terjawab yang semakin sering aku ucapkan. Aku menjadi bukan aku. Aku bukan aku yang biasa. Aku menjadi saya. Aku menjelma tegar. Aku berkawan baik dengan godhong kara. Dan pada setiap spasi dari kalimat-kalimat itu ada letih, ada putus asa, ada marah, ada geram, ada sebal yang anehnya dan sungguh tidak biasa selalu berujung dengan kalimat ["bukan aku sekali"] aku tidak akan menyerah. Ibuk pasti sekarang akan mengamini, itu bukan aku. Ya , ibuk benar itu bukan aku, dan sudah berulangkali aku cari jawabnya. Selalu kutemukan jawaban yang sama pada akhirnya. Jawaban yang tidak pernah kuduga. Jawaban yang tidak pernah kukira. Semua sudah terlanjur. Aku hanya ingin mengakuinya buk. Aku hanya ingin mengakuinya agar tidak akan ada penyesalan kelak. Aku menyayanginya. Sangat.ta. Bukankah itu bukan dosa buk….?


-Anak gadismu. Dru

El termangu membaca surat itu. Gadis itu…gadis yang tadi dipotretnya. Dru….
ia pun bergegas melangkah kearah kemana gadis itu menghilang. Dia harus mengejarnya, untuk apa ia tidak tahu, hati kecilnya berbisik ia harus bertemu dengan gadis itu. Hati yang sama yang juga membawanya kesini.



*sebelum fajar merekah pada suatu minggu setelah satu purnama.  




Thursday, May 10, 2012

.laki-laki sexy.


Keisengan mengulik tumblr dan segala isinya berbuah penemuan akan tulisan ini di followernya @huruf kecil dimana kami sama-sama mereblog postingannya @huruf kecil. tulisan dari si sepotong coklat. Berikut ini tulisannya

Obrolan 3 perempuan tentang Laki-Laki sexy
5 Mei 2012

    Kami , 3 perempuan , menciptakan satu diskusi hangat soal laki-laki sexy. Beda otak, beda cara fikir beda isinya , here the option of us

Kata Lilla :

Laki-laki sexy itu tiap kali mereka keringetan, entah abis kerja atau abis olahraga, setiap kali ngeliat mereka kerja keras , rasanya mereka itu laki-laki banget . Fisiknya bagus dilihat, berotot , goodlooking. *ngomongin ini tau” Lilla cekikikan aneh -,-”  . Kata Lilla , contoh cowo sexy itu model kaya Donny Alamsyah
** whew...donny Alamsyah......tidak kontra saya...:p

Kata Kiran :

Laki-laki sexy itu mereka yang lagi bicara dengan fasihnya tentang apapun, pengetahuan mereka  luas , nyambung kalau bicara apapun , dan selalu semangat, jadi yang denger jadi ikutan semangat. Kata Kiran , cowo sexy itu kaya Nicholas Saputra atau Arifin Putra

**nick bolehlah...tapi Arifin.....ga sejalan....:)

Kata gw :

Laki-laki sexy itu mereka yang gak terlalu mentingin penampilan fisik mereka , mereka yang gak pernah ribut kenapa mereka overweight atau lossweight , yang penting mereka sehat dan gak amuradul, Laki-laki sexy itu mereka yang selalu bersyukur dan ga ngeluh, mereka yang selalu optimis dan bisa ngajak mindset pasangannya juga optimis, menatap pasangan hidupnya dengan pandangan memuja , bikin semua perempuan lain iri sama pasangannya . Mereka yang selalu ketawa seberat apapun masalahnya karna mereka laki-laki kuat , Mereka yang selalu fokus sama kerjaan , dan punya mindset ke depan 2x daripada perempuan, Mereka yang selalu punya  pemikiran yang membuat perempuan ngomong “wow, aku malah belum kepikiran kesana” , Mereka yang suka olahraga yang laki-laki banget kaya sepak bola , basket , atau bela diri , bukan cuma bentuk otot biar looks like macho pake fitness. Mereka yang selalu senyum walaupun berpeluh keringat dan lelah . Kata gw , cowo sexy itu kaya Ben Kasyafani, atau mungkin dia , si sepatu orange. :p

** Ben? ...ya bener juga kata penulis beda otak beda pemikiran...saya tidak sejalan lagi... :)

          I think every girls in this world , always have a different option bout our favorite man in this world , but anyway , believe me . Every girls always want her man , to be a sexy behaviour one, than just a sexy body but not have an attitude. Do you ?  ;)

**kalau saya ditanya the sexiest man in this world....first Bon Jovi ..:) second...Bruce Willis....:) siapa yang tidak setuju....? wkwk
Seperti yang diungkapkan oleh penulis, masing-masing perempuan pasti mempunyai penilaian berbeda tentang kriteria laki-laki sexy, demikian juga saya, meski secara keseluruhan saya sejalan dengan beberapa kriteria yang mereka ungkapkan, tapi saya sedikit berbeda dalam memilah.
menurut saya, laki-laki sexy itu menurut saya bisa dinilai dari apa yang diindera oleh mata dan dan di indera oleh hati.
dan tentu saja masing-masing perempuan mempunyai "selera" (makanan kali...wkwkwk) sexy menurut satu orang belum tentu sexy menurut yang lain. bagi saya laki-laki sexy itu sedikit berjenggot tapi bukan yang sampai bisa dikepang gitu...:)....yang bukan ras mongoloid baik kulit maupun bentuk wajah, yang tidak dandy/metroseksual....rambut cepak/pendek....bisa main gitar/biola/keyboard....that's all :)
dan sexy yang diindera oleh hati ya....kalian tahu peran-peran bruce willis di film nya...? baik die hard maupun armageddon...? semacam karakter yang diperankan itu lah....

Tapi terlepas dari semua itu...nobody's perfect (tapi bukan I am nobody...means I'm perfect...wkwk)... masing-masing diciptakan Tuhan dengan segala kelebihan dan kekurangan...untuk apa? tentu saja untuk saling melengkapi...selamat mencari saja....the sexiest one... tapi sekali lagi jangan lupakan quote terbaik kedua sepanjang masa yang saya suka "nobody's perfect" (quote pertama yang saya suka "saya juga mencintaimu....hahahaha)

*menjelang hari kesebelas bulan kelima tahun ke duaribuduabelas, new chapter of my life

Wednesday, May 9, 2012

.gadis kecil berambut ikal.


Dear gadis kecil berambut ikal,

kalimat biasa pembuka surat adalah apa kabar, tapi saya tidak akan membuka surat saya untukmu dengan dua kata itu. Karena saya sudah tahu kabar mu baik-baik saja. Dan engkau sekarang kalau tidak sedang main game di ipad kakak…pasti sedang bercanda dengan dik hirmi, atau sedang “ditanggap” eyang…, atau sedang mengganggu pakdhe adut….itulah keseharianmu selain menonton shaun the sheep, dora, upin dan ipin dan bersekolah tiap senin dan kamis.

Nduk…..
saya kangen pelangi di kedua bola matamu. Dulu saya sangka “pelangi” yang seperti di lagunya jamrud itu hanya fatamorgana, sampai saya melihat itu nyata di kedua bola matamu. Setiap saya memandangmu, melihat matamu, ada gelombang elektromagnetik yang merambat masuk kedalam mataku yang kemudian mengirimkan pesan ke otak lalu disampaikan kepada hati yang kemudian merasakan kedamaian magis yang saya tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Saya ingiiiiiiiiiii……….n sekali melihat pelangi itu, pelangi yang sama, di bola mata orang-orang yang sangat saya sayangi. Katakanlah nduk…bagaimana caranya melukis pelangi itu di bola mata mereka, di bola matanya.



Nduk……
Saya juga  kangen pelukan hangat kedua tangan kecilmu. Pelukan tangan kecil mu didalam gendongan saya yang mendekap leher saya erat ketika kita jalan-jalan ke mall dan mama mu sibuk belanja dengan kakakmu. Pelukan tangan kecilmu ketika saya gendong yang mendekap leher saya erat ketika engkau takut pada boneka raksasa di kebun binatang gembira loka. Pelukan tangan kecilmu yang menggelayut manja di hari-hari terakhir saya di rumah yang sungguh membuat saya tidak bisa tidur dan terbayang-bayang di hari-hari pertama saya disini. Kehangatan yang membekas, bau kecutmu yang wangi. Katakanlah nduk….bagaimana caranya membagikan kehangatan seperti yang engkau punya kepada mereka orang-orang yang sangat saya kasihi….katakanlah nduk….


Nduk…..
Terimakasih ya…engkau telah mengajari saya tegar, tangguh.
tahukah engkau sabtu sore itu, 3 Mei 2008, ketika itu umurmu baru 3 bulan, dengan berurai airmata saya memelukmu…eraaaaaat…
sosok yang kemudian engkau panggil dengan nama papa ketika engkau melihat fotonya di dinding, itu telah meninggalkanmu sebelum bisa melihatmu tengkurap, duduk, tumbuh gigi, merangkak, berjalan, berbicara satu dua patah kata [bahkan papa adalah kata pertama yang engkau bisa lafalkan dengan baik], bersepeda sampai sekarang begitu pandai bercerita dan mulai menanyakan keberadaan sosok didalam foto yang tergantung didinding.

Sungguh saya belajar ketegaran darimu, ketika saya mengikutimu berlari-lari kecil menuju rumah 2 X 1 dengan batu marmer merah  di sebelah gerbang utama tempat pemakaman umum di desa kita, engkau langsung ikut sibuk membersihkan rumah mungil itu, menabur bunga dan kemudian mengikuti sikap mama mu berdoa. Ah…aku selalu tidak tahan melihat mama mu menangis dalam doanya, ditambah lagi dengan sikapmu yang terdiam disamping mamamu, membuatku menengadah ke langit dengan berurai airmata dan berkata dalam hati : see……..what’ve You done…?
Tapi sejenak kemudian saya merasa seperti ada yang menjewer telinga saya dari langit sambil berkata :  
 "see….what I’ve done…,  belajarlah melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang, jangan dari satu sudut pandang saja." 
ketika saya lihat mamamu berbicara padamu dengan nada biasa kembali..ayoo pamit sama papa dan engkau pun kembali ceria, tertawa-tawa, dan berpamitan kepada “papa”mu…”dadah papa……..” mungkin engkau memang belum mengerti arti kehilangan…ahh tidak… engkau mengerti arti kehilangan, saya bisa merasakannya ketika engkau terdiam disamping mamamu yang sedang berdoa, saya bisa merasakannya ketika engkau melihat-lihat foto papamu. Dan saya belajar untuk bisa seperti mu. Ada waktunya sedih, terdiam, mengenang tapi ada waktunya untuk tersenyum kembali, ceria kembali, tertawa kembali, bermain kembali.

Diatas segalanya, engkau membuat saya sadar bahwa saya masih jauh lebih beruntung dari pada engkau, 3 bulan…ya di usia 3 bulan…harus kehilangan sosok yang mengaliri darahnya dalam darahmu, sosok yang DNA nya cocok denganmu, sosok malaikat pelindungmu, sosok yang harusnya memondong-mondong anakmu, sosok yang kaku ketika membasuh anaknya setelah buang air besar ketika mama tidak ada, sosok yang harusnya mengajarimu naik sepeda, sosok yang harusnya menjewer anak laki-laki yang mengganggumu, sosok yang harusnya mengambil raport kenaikan kelasmu nanti, sosok yang pastinya akan menjadi canggung dan kaku dalam mengekspresikan aku mencintai kalian anak-anakku tidak seperti mama, sosok yang harusnya membukakan pintu ketika teman laki-lakimu datang dengan pandangan seorang jendral kepada seorang kopral yang berbuat salah, sosok yang harusnya kelak akan dipanggil kakek oleh anak-anakmu.  Setidaknya saya masih bisa merasakan penggalan-penggalan tahap kehidupan itu. Dan itu cukup untuk bisa membuat saya bersyukur.

Nduk….
ah rasa rindu ini demikian menghebat, akhir-akhir ini saya sering dihantui rindu dari berbagai arah. Rindu akan engkau, rindu akan kamar cat ungu dan kuning hasil kreasi papa mu,,,,tempat engkau sering menghampiri saya dan kakakmu ketika kami menonton TV, rindu mengganggumu ketika main game, rindu membangunkanmu dengan ciuman-ciuman di pagi hari, rindu panggilan sosok yang engkau panggil yangti, rindu elusan hangat dipunggung dari sosok yang sering menyuapimu makan ketika mama mu sibuk, rindu kita bermain-main dibawah pohon rambutan di depan tanaman-tanaman hias didepan rumah, dan rindu yang ungu pada…..aahhh lainkali saya akan ceritakan.
Sudah dulu ya nduk…..baik-baik disana….tunggu saya desember nanti…mungkin bisa lebih cepat….


Saya yang merindukanmu



bulbulmu

Tuesday, May 8, 2012

~.sebuah surat.~

Selamat Pagi, Mas....
Jam digitalku di hanphoneku menunjukkan pukul 4.31 pagi (aku selalu salah membedakan am dan pm :p...  jadi aku memilih kata pagi lagipula itu lebih mengindonesia…wkwk ngeles yang elegan :) )…dan aku tidak bisa tidur lagi. Aku membuka “kotak ajaibku” dan terbersit untuk menuliskan  surat terbuka ini.

Mas...itu panggilan perempuan yang engkau sebut ibu kepadamu bukan...?
aku menyukainya...ada nada “ngajeni” di panggilan itu...itu mungkin dimaksudkan untuk memberi contoh adikmu bagaimana memanggil engkau. Seperti kebanyakan para ibu [jawa terutama] yang aku tahu...
Mas...dari awal demikian juga aku menyebutmu meski dengan canggung, tapi kemudian aku lebih memilih memanggilmu dengan panggilan kamu dalam bahasa jawa krama inggil....tingkatan tertinggi dalam bahasa jawa.

Pada beberapa kesempatan memang aku memanggil/menyebutmu demikian karena aku juga “ngajeni”.... entah kenapa.... sesuatu yang aku sendiri tidak bisa menjelaskannya... aku hanya merasa bahwa itu panggilan paling pantas untukmu... untuk seseorang dengan citra “bintang” [see…aku meralatnya…engkau bukan bintang, tapi seseorang dengan citra “bintang”, karena aku ngeri dengan fenomena supernova dan tentu saja aku tidak mau itu terjadi padamu] yang sudah terlanjur bersinar dalam penilaianku akan engkau, meski sepertinya engkau menyangkalinya dengan melakukan, menceritakan, menuliskan hal-hal yang terbaca oleh orang lain sebagai pernyataan bahwa engkau bukan “bintang”.

Tapi sekali lagi dengan alasan yang aku sendiri tidak bisa menjelaskannya kenapa, [sejak mengenalmu aku masuk kedalam kategori species manusia yang sering tidak bisa menjelaskan alasan sesuatu hal :) ] penilaianku tidak pernah  berubah... engkau dan citra “bintang” itu. Aku hanya memakai indera perasa...dan aku percaya pada indera perasaku, bahwa engkau memang memiliki citra “bintang” itu dalam dirimu... diakui atau tidak, bagaimanapun engkau berusaha menyangkalinya.

Aih…iya… aku ingat beberapa kejadian yang aku lihat, dengar dan rasa….dan (maaf tanpa bermaksud membandingkan) aku “compare” dengan situasi yang sama dan orang yang berbeda….ya kurasa dari situ indera perasa ku mengirimkan input kepada otak sehingga otak mengolahnya dan mengeluarkan output bahwa engkau seorang yang baik, penyayang, sabar…tiga kata itu yang lebih dari cukup untuk menjadikan engkau seorang “bintang” dalam penilaianku…aahh tidak…bukan aku saja yang menilai demikian, berarti penilaianku benar, meski aku sebenarnya tidak memerlukan penilaian mereka untuk pembenaran penilaianku karena aku percaya dengan indera perasaku.

Mas….
engkau tahu pelita kan? 

Hari minggu kemarin aku ibadah bersama anak-anak, tema-nya firmanMu pelita bagi kakiku terang bagi jalanku.
Aku tanya kepada mereka :
“kalian tahu pelita kan?”

”enggaaak….” kata mereka
ahaa…mereka memang hidup dijaman yang tidak lagi mengenal pelita. Mereka hanya tahu benda pijar yang ditemukan oleh Thomas Alva Edison setelah mengalami 9998  kali kegagalan dan akhirnya…ya akhirnya percobaan yang ke 9999 benda pijar itu bisa menyala dan membuat anak-anak sekarang tidak mengetahui apa itu pelita. 9998 kali kegagalan mas….itu baru untuk satu hal, padahal dia mempatenkan ribuan penemuan yang lain….can you imagine…berapa kali kegagalan yang dialami pakdhe Thomas ini? Sementara kita…? berapa kali kegagalan yang kita alami dalam hidup kita…? Aku tidak bisa menghitungnya (tepatnya aku belum sekurang kerjaan itu, menghitung-hitung kegagalan), tapi kurasa belum sebanyak itu, dan rasanya aku sudah sering sekali mengeluh, ‘nglokro’, putus asa…aah engkau pun demikian pasti :). Tapi..It’s woke :)…manusiawi kok, asal kemudian tidak membuat kita “menghitam” dan tenggelam dalam “dunia hitam”  :) (rumahmu cat nya hitam semua, meski aku memuja hitam, tapi rasanya kita perlu warna lain dalam hidup ini).

Mas…
Kenapa aku bertanya tahukah engkau pelita….?
Karena masing-masing orang adalah pelita. Pelita bagi orang lain. Itu adalah kodrat manusia sebagai makhluk social. Begitu juga dengan engkau. Engkau adalah pelita bagi orangtuamu, adikmu, keluargamu, temanmu, relasimu dan masih banyak lagi pastinya. Bisakah engkau bayangkan jika pelitamu meredup nyaris mati…? Apa yang terjadi dengan mereka yang menggantungkan dirinya pada pelita mu…? Apa yang terjadi dengan mereka yang hanya dengan melihat cahaya pelitamu saja sudah membuat pelita mereka benderang? Sadarkah engkau akan arti pelitamu? Sadarkah engkau akan hitamnya dunia disekelilingmu ketika pelitamu meredup? Menyalalah kembali mas…benderanglah….karena itulah engkau….sebuah pelita.

sebelum pagi pecah setelah satu purnama entah siapa yang menggarisi sebuah jarak


pelangi jingga

Saturday, May 5, 2012

.[huruf kecil] idola baru saya.

masa lalu punya kekuatan besar yang tidak mampu kita abaikan.
dalam urusan itu, ada dua tipe manusia:
mereka yang hidupnya dirampas masa lalu dan
mereka yang memperkaya diri dengan masa lalu.
saya selalu berusaha memilih yang kedua.
-huruf kecil-

sebuah quote yang saya kutip dari beranda penyair aan mansyur (huruf kecil) di account tumblrnya. huruf kecil....itu nama account twitternya dengan avatar tomat di linimasanya semuanya ada maknanya (saya akan menyertakan kutipan tanya jawabnya nanti).
seorang penyair yang baru saya kenal. idola baru saya. puisi-puisinya......mmmmhh....apa ya....."tidak biasa".....selama ini dari puisi saya hanya menikmati keindahan dari permainan kata-kata, tapi puisi si huruf kecil...selain keindahan permainan kata-katanya, ada nilai-nilai yang bisa diambil, sangat inspiratif, motivasi-motivasi yang diselipkan sangat menggugah pembaca...ada "sesuatu" di kedalaman kalimatnya...aah saya kesulitan menuliskannya....mungkin akan lebih mudah untuk diselami sendiri..karena masing-masing orang memiliki selera dan interpretasi masing-masing sesuai kacamata yang dipakai.

berbicara tentang quote yang diatas tadi yang baru saya baca pagi ini, saya pun mendapatkan "sesuatu".
sejujurnya saya juga ingin selalu berusaha bisa memilih opsi yang kedua tetapi terkadang untuk beberapa hal (ah sepertinya tinggal satu hal) masih begitu sulit. 'masa lalu' terkadang dengan semena-mena dan "mak bedunduk" (tiba-tiba) berkelebat merampas "hidup" saya meninggalkan makhluk bernama kesedihan yang dengan 'biadab'nya menyiksa hari saya dan membuat saya tenggelam dalam lorong-lorong gelap yang saya ciptakan sendiri dengan pertanyaan mengapa yang sampai saat ini belum saya temukan jawabnya, dan saya masih sangat berharap saya akan mendapatkan jawabannya sebelum tanah merah dan bunga lili menenggelamkan tubuh saya.

dan quote 'huruf kecil' ini cukup membuat saya berpikir, layak kah "masa lalu" itu merampas hidup saya.....???? layakkah "masa lalu" itu merampas hidup mu...??? layakkah "masa lalu" itu merampas hidup kalian....??? bukankah hidup kita terlalu berharga untuk sebuah 'masa lalu' yang bahkan tidak pernah menghargai kita bahkan meski hanya sebagai 'masa lalu'. aah....bahkan saya sudah langsung mendapat jawabannya. bagaimana dengan kalian.....? 

*pada suatu sabtu siang di hari ke-5 bulan dimana kita sudah mulai melupakan resolusi yang kita buat di awal tahun, ditemani sammy, secangkir cappuccinno dan................*sigh* .....rindu yang rewel

Wednesday, May 2, 2012

~.life start here.~


Entah kenapa, mungkin rupa saya terlihat seperti belanga, yang setiap orang yang mengenal saya itu selalu ingin mengisi saya dengan cerita-cerita mereka, dan seperti "tumbu oleh tutup", 'ndilalah' saya juga suka mendengarkan cerita mereka [kalau saya sedang tidak "anti sosial"], saya suka mendengarkan, memulung cerita-cerita kehidupan mereka yang....yaaa itulah hidup..penuh warna....
ada yang menceritakan dengan dahi berkerut, dengan uraian airmata, dengan mata letih, dengan minuman kaleng dingin di dahi, dengan sungut-sungut, dengan amarah, dengan kesesakan yang terlihat dari caranya bercerita, bahkan dengan umpatan-umpatan dan emosi yang meledak-ledak, tapi juga ada yang menceritakan dengan senyum, dengan tawa, dengan tanda-tanda lope di kepala, dengan bunga-bunga di mata, dengan rona merah di pipi dengan kata-kata yang diucapkan antusias....semuanya sungguh memperkaya hidup saya, karena pasti ada "sesuatu" yang bisa diambil dari cerita mereka. Sesungguhnya saya yang harusnya berterimakasih pada mereka telah mendapatkan pelajaran kehidupan yang luar biasa, tapi seringkali justru mereka yang maksih ya bul / mbak / non / nduk / sel / dek... sudah jadi pendengar yang baik.

Dan belum lama ini saya memulung cerita dari seorang teman lama saya, dan saya mendapatkan  “sesuatu” yang akan saya bagikan disini. Bahwa kita ini hidup di dunia sekarang dan besok, bukan kemarin. Kalimat yang biasa dan semua orang mengamininya tapi tidak banyak yang mengimaninya. Tapi kalimat ini menjadi terdengar luar biasa di telinga saya karena yang mengatakannya adalah seorang yang selama ini terkungkung oleh belenggu masa lalunya yang dulu saya pernah berusaha untuk menolongnya bangkit, tapi tidak berhasil. Seiring berjalannya waktu, ia menemukan sosok yang luar biasa dalam hidupnya, yang bisa mendamaikan dirinya dengan masa lalu, dan orang tersebut pun bisa berdamai dengan masa lalu teman saya tersebut. Banyak orang-orang hebat ternyata di luar sana, orang-orang biasa yang luar biasa. Orang-orang yang mampu menerima dan memperlakukan masa lalu sebagai masa lalu.... selesai...and life starts here...today....not yesterday.

life starts here

People’s changing, isn’t it? Seorang yang dia pikir pada awalnya dia tidak tahu apakah bisa berubah menjadi baik atau tidak, ternyata bisa, bahkan bisa mengatakan dan mengimani sesuatu yang dulu sangat impossible. Benar kata orang bijak impossible itu tergantung bagaimana kita membacanya...bisa impossible...bisa i'm possible...ada kata possible dalam kata impossible...sekali lagi kita bicara tentang niat, kemauan...mau atau tidak berubah [menjadi lebih baik tentu saja]...jika kata mau itu digantung 5 cm didepan dahi, diimani dalam hati....apapun rintangannya pasti akan bisa dilalui.
saya akan menutup tulisan ini dengan cerita teman sekamar saya yang besok jumat akan maju sidang proposal. teman dekatnya tidak bisa menungguinya karena harus mengikuti lomba di luar daerah. tapi teman dekatnya itu berpesan,
semangat ya, pokoknya pas maju didepan bayangin saja wajah ibu, karena inilah saatnya bakti kita pada orang tua. 
saya sungguh terharu dan tersentuh dengan kalimat motivasi tersebut, seorang mahasiswa semester 6 yang mengatakannya...dulu seusia dia saya masih belum sampai pada tahap berpikir seperti itu... sekali lagi... banyak orang hebat diluar sana, dan saya yang sering dengan jumawa merasa sudah begini...begitu...mampu ini...itu...bahkan berani bilang kupastikan tak akan ada yang mampu...seperti diriku...huufftt....saya tidak malu untuk mencabut kata-kata itu. saya mungkin mampu....ya saya mampu, tapi saya bukan satu-satunya...banyak...banyak sekali orang-orang luar biasa..orang-orang hebat diluar sana. dan beruntungnya teman saya tersebut [setidaknya itu yang ia ceritakan pada saya] menemukan satu diantara yang banyak itu. Orang hebat bukanlah orang yang mampu melakukan sesuatu yang hebat, bukan orang yang mampu meraih sesuatu yang hebat, orang hebat adalah orang yang mampu bangkit kembali ketika ia terjatuh...ia bukan hanya sekedar pemenang tapi lebih dari pemenang.

-palembang, hari kedua mei di tahun terakhir suku maya, ketika aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan ketika hampa dan kosong mendera sementara aku sangat tahu penyebabnya-

Wednesday, April 11, 2012

~.Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari.~



by Sapardi Djoko Damono

Waktu aku berjalan ke barat diwaktu pagi
Matahari mengikutiku dibelakang
Aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri
Yang memanjang didepan
Aku dan matahari tidak pernah bertengkar tentang siapa
diantara kami yang telah menciptakan bayang-bayang
aku dan bayang-bayang tidak pernah bertengkar tentang siapa
diantara kami yang harus berjalan didepan

**saya suka puisi ini, masing-masing pasti punya interpretasi sendiri tentang puisi ini. Demikian juga saya, interpretasi saya pada puisi ini, kadang kita terlalu sibuk mencari jawab akan pertanyaan kenapa dan mengapa dari suatu peristiwa, sehingga kita justru kehilangan moment-moment indah dalam setiap peristiwa tersebut.
Saya bahkan kadang sudah capek bertanya mengapa pada hal-hal {yang saya anggap] "aneh" dalam hidup saya, pada titik tertentu bahkan saya demikian sebal dengan candaanNya yang sangat tidak lucu yang kemudian diikuti dengan pertanyaan mengapa.
Dan puisi ini pernah menyadarkan saya untuk menikmati saja setiap hal yang terjadi dalam hidup, saya tidak ingin kehilangan keindahan-keindahan yang ada dari setiap penderitaan dan ketidakmengertian saya akan segala hal yang terjadi dalam hidup saya hanya karena saya terlalu sibuk bertanya mengapa dan mencari jawabnya....toh pada akhirnya hanya ada kebaikan yang telah disiapkanNya di ujung jalan. berani taruhan??? Saya berani .... :)



Monday, April 9, 2012

~.acara televisi kemarin.~


acara televisi kemarin begitu memanjakan saya mulai dari siang hari hingga dini hari. Indonesia Idol yang tidak sempat tertonton Jumat kemarin karena mati listrik, motoGP perdana di Qatar di Trans 7, kemudian comebacknya Andi Rianto dalam deluxe symphony Metro TV dan Final Destination 2 di RCTI membuat saya hanya beranjak dari depan TV untuk mandi saja dan menyelesaikan novel yang sedang saya baca saja selama jeda sore hingga malam hari, alhasil saya yang biasanya ga suka dengan kebiasaan pindah-pindah channel ketika sedang menonton satu acara jadi seperti kutu loncat dari trans 7, metro balik ke rcti. Final destination menjadi yang utama. deluxe symphony nya metro tv menjadi selingan dan motoGP belum mulai race. 

Indonesian Idol.
Ajang pencarian bakat dalam musik yang tahun ini sedikit lebih berkualitas dari tahun-tahun sebelumnya karena pesertanya yang memang qualified untuk berdiri disana. saya ga akan membicarakan tentang pesertanya, tapi tentang bagaimana dalam beberapa hari kita menyaksikan peristiwa kegagalan dan keberhasilan dalam hidup. pada tahap penyisihan, ribuan orang harus menelan pil pahit yang namanya kegagalan, beberapa boleh tersenyum dengan keberhasilan. dan tidak sedikit dari yang gagal tersebut meminta pertanggungjawaban Tuhan atas kegagalan yang menimpanya. Padahal dalam setiap apa yang kita kerjakan dalam hidup ini, ada dua bagian yang pasti yaitu bagian yang harus kita kerjakan dan bagian yang Dia kerjakan. seringkali kita menyalahkanNya untuk kegagalan dalam hidup padahal kita belum mengerjakan bagian kita dengan maksimal. seperti maju ujian tapi tidak belajar dan hanya berdoa, ketika gagal kita menyalahkanNya yang tidak menolong kita. rasanya Tuhan baru saja "nyelentik" telinga saya yang sering menanyakan padanya kenapa saya belum bisa sampai ditahap yang saya mau. jawabannya ternyata ada pada diri saya sendiri.


MotoGP
mungkin agak tidak lazim bagi sebagian orang ketika seorang perempuan menyukai motoGP, tapi yang jelas saya tidak sendiri, kenapa saya suka motoGP saya juga tidak tahu, seseorang dulu mengenalkannya dan suka menceritakan serunya pertandingan yang membuat saya kemudian menonton sekali dan menyukainya, seru saja  menyaksikan moment-moment berebut tempat pertama, moment-moment saling salip menyalip, moment-moment tarikan terakhir di last lap yang menegangkan ditutup seremoni khas motoGP dengan saling semprot champagne. Di lintasan balap itu hanya satu yang berbicara speed. the fastest is the winner, siapapun dia, dengan segala status yang disandang tidak ada artinya dilintasan sirkuit, hanya dia yang tercepat yang jadi pemenang. belakangan setelah kejadian Marco Simoncelli tewas mengenaskan di sirkuit, penilaian saya berubah, speed saja tidak cukup, dimanapun attitude ternyata diperlukan tanpa kecuali. Simoncelli dengan gaya balapannya yang sering membahayakan pembalap lain akhirnya harus menuai akibatnya. 
Semangat pantang menyerah juga menjadi spirit nomor satu disirkuit,  “jangan berhenti berusaha sampai kita menggapai garis finish karena kita tidak pernah tahu ada keajaiban apa di detik terakhir”…Ben Spies rider Yamaha pada seri penutup balapan tahun lalu harus menelan pil pahit ketika pada lap terakhir dan di detik-detik terakhir bisa melampaui Stoner, harus mengakui keunggulan Stoner yang tidak mau menyerah didetik terakhir dan menggeber motornya kemudian unggul 0.015 detik lebih dulu dari spies. Stoner melengkapi gelar juaranya dengan memenangkan seri penutup tahun ini. satu lagi pelajaran dari seri pembuka malam kemarin kekalahan Valentino Rossi yang harus finish di urutan 10 sangat mengecewakan penggemarnya yang menanti-nantikan aksinya. Rossi seperti kehilangan semangat. situs berita motoGP menuliskan dukungannya pada Rossi 
"Bila kita tidak bisa menerima kekalahan, maka kita tidak akan bisa merayakan kemenangan"
sungguh suatu kalimat bijak yang juga bisa kita pakai dalam kehidupan kita.  

Deluxe Symphony
Deluxe symphony acara tandingannya harmoni SCTV di Metro TV menjadi alternatif tontonan musik berkualitas, talenta Andi Rianto dalam mengaransemen ulang lagu-lagu tidak diragukan lagi. Saya memang penggemar orkestra sebuah lagu terasa megah dan magis ketika diiring oleh orkestra. sebuah orkestra adalah perpaduan berbagai alat musik dengan bunyi-bunyian yang berbeda, dan memainkannya di nada dasar yang sama. bunyi-bunyi yang berbeda itu bisa demikian menyatu, bersenyawa menjadi satu suara yang luar biasa kadang sampai membuat bulu kuduk merinding. masing-masing memainkannya sesuai dengan porsinya tanpa ada yang merasa lebih satu sama lain. bayangkan saja jika salah satu bunyi itu merasa ia yang paling bagus, paling benar pasti tidak akan tercipta harmonisasi suara yang demikian indah. bukankah demikian juga dengan kehidupan kita..? berbeda itu indah ketika kita bisa saling menghargai dan memerankan peran masing-masing dengan baik. kita bisa bersenyawa dan menciptakan harmoni kehidupan yang indah.

Final Destination 2
Final Destination 2. saya tidak akan menceritakan jalan ceritanya, karena kalau mau browsing pasti sudah banyak yang memposting sinopsisnya. Saya hanya ingin menceritakan ketakutan saya pada apa yang namanya kematian, satu-satunya kepastian dalam hidup. saya tidak takut mati, tapi saya sangat takut kehilangan, takut kehilangan orang-orang yang saya sayangi, karena kematian dan kehilangan merupakan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. pengalaman beberapa kali kehilangan karena kematian selalu menyisakan kepedihan dan trauma. hingga pukul 2 dinihari saya belum juga bisa memejamkan mata, apalagi saya membaca sesuatu yang kemudian saya olah menjadi persepsi yang kemudian membuat saya takut sendiri dan gelisah sepanjang malam. saya benci dengan kebiasaan buruk saya berpersepsi negatif. satu hal yang membuat saya galau tidak beralasan, kekuatan yang demikian merusak. saya masih harus belajar banyak dalam mengolah segala sesuatu agar tidak menimbulkan persepsi yang negatif di pikiran saya.


*soreiniyangjugamasihungu*




Saturday, April 7, 2012

~.untukmu yang cahayanya meredup.~


saya menyukai apa yang orang lain tulis tentang apa yang terjadi dalam hidupnya, hal sedetail apapun, seperti sebuah prosa yang hidup, bagi saya itu adalah novel terbaik, pelajaran tentang kehidupan. setelah ritual pagi, saya biasanya membaca "koran kehidupan" itu...ada beberapa yang sudah seperti "headline" yang wajib baca bagi saya akhir-akhir ini. diantaranya sebuah beranda milik seseorang yang dengan seizinnya saya menyebutnya sahabat. seorang yang saya kenal baik jauh sebelum saya mengenalnya secara langsung. saya mengenalnya sebagai sebuah bintang yang sinarnya terang, menyinari sebuah dunia kecil. meski saat itu saya belum pernah melihat sinarnya secara langsung, tetapi dengan melihat biasnya di dunia kecil itu saya percaya bahwa memang bintang itu sinarnya terang.sayang... dunia kecil itu tidak bisa menghargai anugerah sinar terang itu.

sampai suatu saat bintang itu jatuh di beranda, sampai saat ini saya pun tidak mengerti kenapa IA menjatuhkannya di beranda saya. bintang yang benar-benar kehilangan sinarnya, redup seredup-redupnya, bahkan sinarnya kalah dengan sinar kunang-kunang. Dari redupnya itu terlihat kepedihan, kekecewaan, yang terakumulasi menjadi awan hitam. Melihatnya seketika ada rasa nyeri tak bernama yang langsung menelusup tepat di dada saya. Entahlah, saya memang mudah iba, mudah ber empati terhadap orang lain, tapi rasa nyeri seperti itu mungkin baru sekali ini saya alami.

Setelah perkenalan secara langsung dimana ia mempercayakan cerita-ceritanya, saya berjanji pada diri saya sendiri kalau saya akan ada untuknya, menguatkannya,  menolongnya bangkit. Saya tidak tahu apakah saat itu saya menjadi satu-satunya orang yang ia datangi untuk berbagi ceritanya, tapi yang jelas saya tak peduli, saya hanya ingin ia tidak kehilangan semangat. Itu saja. tapi apalah daya saya, saya sudah melakukan apa yang saya bisa, tetapi kenyataan memang berbicara lain. Saya tidak bisa mengembalikan mimpi nya, harapannya. Yang terjadi benar-benar membawanya ke titik terendah hidupnya…menurutnya. Ini pertama kalinya saya melihat jatuhnya seorang laki-laki sedemikian terpuruk.  Selama masa-masa sulit itu saya berusaha menjadi teman terbaiknya meski tidak jarang saya justru ikut terpuruk ke dalam lorong-lorong yang diciptakan olehnya. Lorong-lorong sunyi dan gelap. Terang yang saya bawa kalah oleh kegelapan dan kesunyian dalam lorong-lorong itu.

Beberapa kali sempat terbersit untuk menyerah, kemanusiaan saya tidak sanggup, rasanya dinding yang harus saya runtuhkan itu terlalu kokoh, kepedihan itu sudah terlalu mengakar,  tetapi setiap kali berada di ambang kata menyerah terucap, selalu saja IA datang mengingatkan, “masak kayak gitu saja ga sanggup”, kali lainnya , seolah-olah IA berkata : Aku menitipkannya padamu…, kali lainnya lagi : panggilan hidupmu adalah menjadi berarti bagi orang lain, lalu apa artimu jika begitu saja menyerah…
Saya bukan tidak sanggup menjadi temannya pada masa-masa sulitnya, saya hanya tidak sanggup menjadi saksi ia menghancurkan hidupnya sendiri, rasanya sama seperti saya menyaksikan kehancuran saya sendiri.

Segala apa yang saya bisa, apa yang saya tahu sudah saya ungkapkan padanya, untuk mengatakan padanya, menunjukkan padanya bahwa ia masih tetap bintang yang punya banyak kebaikan yang berguna bagi banyak orang, masih banyak dunia-dunia kecil yang membutuhkan sinar terangnya, tetapi ia benar-benar terlalu sedih, terlalu kecewa. Ia hanya mau bersinar untuk satu dunia kecilnya. Dan saya bukannya manusia tanpa emosi yang tidak merasakan marah, kesal, dan sebangsanya ketika menghadapinya yang kadangkala bersikap di luar perkiraan. Tapi setiap melihatnya, melihat wajah tirus, dengan mata sarat keletihan, kemudian membaca tulisan-tulisannya tentang hal-hal berat yang ia rasakan sendiri. Selalu ada ruang untuk memaklumi sikapnya tersebut.

Mungkin saya bukan satu-satunya orang yang ia hampiri ketika sepi menemani detik-detik kosongnya. Mungkin saya bukan satu-satunya orang yang  peduli akan kesedihannya. Mungkin saya bukan satu-satunya orang yang sedikit sabar mencoba menguatkannya. Mungkin saya bukan satu-satunya orang yang selalu care terhadap apa yang dia lakukan pada hidupnya.  Mungkin juga saya bukan satu-satunya orang yang mengingatkannya akan rencana indah Tuhan dibalik penderitaanya. Tapi saya tidak akan berhenti untuk mengingatkannya akan hal yang sama yang bahkan mungkin ia telah bosan mendengarnya dari saya. Dan saya selalu meminta padaNya semoga Tuhan memberikan saya kepedulian, kesabaran yang selalu bisa saya-recharge setiap kadarnya menipis, sampai ia benar-benar bisa bersinar lagi.

Untukmu yang cahaya terangnya sedang meredup, ketahuilah IA yang diatas sana tahu apa yang pernah engkau lakukan untuk menerangi dunia kecilmu, apa yang telah engkau tanam dengan terus tekun dan pantang menyerah membuat baik dunia kecil itu, semua itu menumpuk dalam keranjang “dharma” mu, meski dunia kecilmu itu tidak bisa menghargai seperti yang engkau harapkan, tetapi IA yang diatas sana menghargainya, ia menunggu waktu yang tepat untuk mengembalikan kembali keranjang “dharma” yang telah menumpuk itu, Ia akan memberikannya padamu sesuai waktuNya dan dengan caraNya, yang pasti itu yang terbaik untukmu. Dan selama menunggu keranjang “dharma”mu itu dikembalikan padamu, bangkitlah… kembalilah bersinar, lihatlah begitu banyak “dunia-dunia kecil” dibumi ini yang menantikan cahaya terangmu, siramilah mereka dengan terangmu dan sesungguhnya engkau sedang menciptakan “surga” yang dimaksud oleh agama-agama itu. Aku menunggu mu kembali bersinar... Jangan lama-lama ya :)





Can you feel it? You're a twinkling star in the sky of the Beloved.
Shine, shine brightly. The heavens deserve your brilliance.

~Rumi

Wednesday, April 4, 2012

~.Nyanyian Angsa.~



NYANYIAN ANGSA
karya W.S Rendra

Majikan rumah  pelacuran berkata kepadanya:
“Sudah dua minggu kamu berbaring.Sakitmu makin menjadi.Kamu tak lagi hasilkan uang. Malahan kapadaku kamu berhutang. Ini beaya melulu. Aku tak kuat lagi.Hari ini kamu harus pergi.”

(Malaikat penjaga Firdaus. Wajahnya tegas dan dengki dengan pedang yang menyala menuding kepadaku. Maka darahku terus beku. Maria Zaitun namaku. Pelacur yang sengsara. Kurang cantik dan agak tua).

Jam dua-belas siang hari. Matahari terik di tengah langit. Tak ada angin. Tak mega. Maria Zaitun ke luar rumah  pelacuran. Tanpa koper. Tak ada lagi miliknya. Teman-temannya membuang muka. Sempoyongan ia berjalan. Badannya demam. Sipilis membakar tubuhnya. Penuh borok di klangkang di leher, di ketiak, dan di susunya. Matanya merah. Bibirnya kering. Gusinya berdarah. Sakit jantungnya kambuh pula. Ia pergi kepada dokter. Banyak pasien lebih dulu menunggu. Ia duduk di antara  mereka. Tiba-tiba orang-orang menyingkir dan menutup hidung mereka. Ia meledak marah tapi buru-buru jururawat menariknya. Ia diberi giliran lebih dulu dan tak ada orang memprotesnya. 
“Maria Zaitun, utangmu sudah banyak padaku,” kata dokter.
“Ya,” jawabnya.
“Sekarang uangmu brapa?”
“Tak ada.”
Dokter geleng kepala dan menyuruhnya telanjang. Ia kesakitan waktu membuka  baju sebab bajunya lekat di borok ketiaknya. 
“Cukup,” kata dokter. Dan ia tak jadi mriksa.
Lalu ia berbisik kepada jururawat:
“Kasih ia injeksi vitamin C.”
Dengan kaget jururawat berbisik kembali:
“Vitamin C? Dokter, paling tidak ia perlu Salvarzan.”
“Untuk apa? Ia tak bisa bayar. Dan lagi sudah jelas ia hampir mati. Kenapa mesti dikasih obat mahal yang diimport dari luar negri?”

(Malaikat penjaga Firdaus. Wajahnya iri dan dengki dengan pedang yang menyala menuding kepadaku. Aku gemetar ketakutan. Hilang rasa. Hilang pikirku. Maria Zaitun namaku. Pelacur yang takut dan celaka.)

Jam satu siang. Matahari masih dipuncak. Maria Zaitun berjalan tanpa sepatu. Dan aspal jalan yang jelek mutunya lumer di bawah kakinya. Ia berjalan menuju gereja. Pintu gereja telah dikunci. Karna kuatir akan pencuri. Ia menuju pastoran dan  menekan bel pintu. Koster ke luar dan berkata:
“Kamu mau apa? Pastor sedang makan siang. Dan ini bukan jam bicara.”
"Maaf. Saya sakit. Ini perlu.”
Koster meneliti tubuhnya yang kotor dan berbau.Lalu berkata:
“Asal tinggal di luar, kamu boleh tunggu. Aku lihat apa pastor mau terima kamu.” 


Lalu koster pergi menutup pintu. Ia menunggu sambil blingsatan dan kepanasan.
Ada satu jam baru pastor datang kepadanya. Setelah mengorek sisa makanan dari giginya ia nyalakan crutu, lalu bertanya:
“Kamu perlu apa?” Bau anggur dari mulutnya.Selopnya dari kulit buaya.
Maria Zaitun menjawabnya:
“Mau mengaku dosa.”
“Tapi ini bukan jam bicara. Ini waktu saya untuk berdo’a.”
“Saya mau mati.”
“Kamu sakit?”
Ya. Saya kena rajasinga.”
Mendengar ini pastor mundur dua tindak. Mukanya mungkret. Akhirnya agak keder ia kembali bersuara:
“Apa kamu – mm – kupu-kupu malam?”
“Saya pelacur. Ya.”
“Santo Petrus! Tapi kamu Katolik!”
“Ya.”
“Santo Petrus!”
Tiga detik tanpa suara. Matahari terus menyala. Lalu pastor kembali bersuara: “Kamu telah tergoda dosa.”
“Tidak tergoda. Tapi melulu berdosa.”
“Kamu telah terbujuk setan.”
“Tidak. Saya terdesak kemiskinan. Dan gagal mencari kerja.”
“Santo Petrus!”
“Santo Petrus! Pater, dengarkan saya. Saya tak butuh tahu asal usul dosa saya. Yang nyata hidup saya sudah gagal. Jiwa saya kalut. Dan saya mau mati.sekarang saya takut sekali. Saya perlu Tuhan atau apa saja untuk menemani saya.”
Dan muka pastor menjadi merah padam. Ia menuding Maria Zaitun.
"Kamu galak seperti macan betina. Barangkali kamu akan gila. Tapi tak akan mati. Kamu tak perlu pastor. Kamu perlu dokter jiwa.”

(Malaekat penjaga firdaus wajahnya sombong dan dengki dengan pedang yang menyala menuding kepadaku. Aku lesu tak berdaya. Tak bisa nangis. Tak bisa bersuara. Maria Zaitun namaku. Pelacur yang lapar dan dahaga.)

Jam tiga siang.Matahari terus menyala.  Dan angin tetap tak ada. Maria Zaitun bersijingkat di atas jalan yang terbakar. Tiba-tiba ketika nyebrang jalan ia kepleset kotoran anjing. Ia tak jatuh tapi darah keluar dari borok di klangkangnya dan meleleh ke kakinya. Seperti sapi tengah melahirkan ia berjalan sambil mengangkang. Di dekat pasar ia berhenti. Pandangnya berkunang-kunang. Napasnya pendek-pendek. Ia merasa lapar. Orang-orang pergi menghindar. Lalu ia berjalan ke belakang satu retoran. Dari tong sampah ia kumpulkan sisa makanan. Kemudian ia bungkus hati-hati dengan daun pisang. Lalu berjalan menuju ke luar kota. 

(Malaekat penjaga firdaus wajahnya dingin dan dengki dengan pedang yang menyala menuding kepadaku. Yang Mulya, dengarkanlah aku. Maria Zaitun namaku. Pelacur lemah, gemetar ketakutan.)

Jam empat siang. Seperti siput ia berjalan. Bungkusan sisa makanan masih di tangan belum lagi dimakan. Keringatnya bercucuran. Rambutnya jadi tipis. Mukanya kurus dan hijau seperti jeruk yang kering. Lalu jam lima. Ia sampai di luar kota. Jalan tak lagi beraspal tapi debu melulu. Ia memandang matahari dan pelan berkata: “Bedebah.” Sesudah berjalan satu kilo lagi ia tinggalkan jalan raya dan berbelok masuk sawah berjalan di pematang.

(Malaekat penjaga firdaus wajahnya tampan dan dengki  dengan pedang yang menyala mengusirku pergi. Dan dengan rasa jijik ia tusukkan pedangnya perkasa di antara kelangkangku. Dengarkan, Yang Mulya. Maria Zaitun namaku. Pelacur yang kalah. Pelacur terhina).

Jam enam sore. Maria Zaitun sampai ke kali. Angin bertiup. Matahari turun. Haripun senja. Dengan lega ia rebah di pinggir kali. Ia basuh kaki, tangan, dan mukanya. Lalu ia makan pelan-pelan. Baru sedikit ia berhenti. Badannya masih lemas tapi nafsu makannya tak ada lagi. Lalu ia minum air kali.

(Malaekat penjaga firdaus tak kau rasakah bahwa senja telah tiba angin turun dari gunung dan hari merebahkan badannya? Malaekat penjaga firdaus dengan tegas mengusirku. Bagai patung ia berdiri. Dan pedangnya menyala.)

Jam tujuh. Dan malam tiba. Serangga bersuiran. Air kali terantuk batu-batu. Pohon-pohon dan semak-semak di dua tepi kali nampak tenang dan mengkilat di bawah sinar bulan. Maria Zaitun tak takut lagi. Ia teringat masa kanak-kanak dan remajanya. Mandi di kali dengan ibunya. Memanjat pohonan. Dan memancing ikan dengan pacarnya. Ia tak lagi merasa sepi. Dan takutnya pergi. Ia merasa bertemu sobat lama. Tapi lalu ia pingin lebih jauh cerita tentang hidupnya. Lantaran itu ia sadar lagi kegagalan hidupnya. Ia jadi berduka. Dan mengadu pada sobatnya sembari menangis tersedu-sedu. Ini tak baik buat penyakit jantungnya.

(Malaekat penjaga firdaus wajahnya dingin dan dengki. Ia tak mau mendengar jawabku. Ia tak mau melihat mataku. Sia-sia mencoba bicara padanya. Dengan angkuh ia berdiri. Dan pedangnya menyala.)

Waktu. Bulan. Pohonan. Kali. Borok. Sipilis. Perempuan. Bagai kaca kali memantul cahaya gemilang. Rumput ilalang berkilatan. Bulan.Seorang lelaki datang di seberang kali.Ia berseru:
“Maria Zaitun, engkaukah itu?”
“Ya,” jawab Maria Zaitun keheranan.


Lelaki itu menyeberang kali. Ia tegap dan elok wajahnya. Rambutnya ikal dan matanya lebar. Maria Zaitun berdebar hatinya. Ia seperti pernah kenal lelaki itu. Entah di mana. Yang terang tidak di ranjang. Itu sayang. Sebab ia suka lelaki seperti dia. 
“Jadi kita ketemu di sini,” kata lelaki itu.
Maria Zaitun tak tahu apa jawabnya. Sedang sementara ia keheranan lelaki itu membungkuk mencium mulutnya. Ia merasa seperti minum air kelapa. Belum pernah ia merasa ciuman seperti itu. Lalu lelaki itu membuka kutangnya. Ia tak berdaya dan memang suka. Ia menyerah. Dengan mata terpejam ia merasa berlayar ke samudra yang belum pernah dikenalnya. Dan setelah selesai ia berkata kasmaran:
“Semula kusangka hanya impian  bahwa hal ini bisa kualami. Semula tak berani kuharapkan bahwa lelaki tampan seperti kau bakal lewat dalam hidupku.”
Dengan penuh penghargaan lelaki itu memandang kepadanya.
Lalu tersenyum dengan hormat dan sabar.
“Siapakah namamu?” Maria Zaitun bertanya.
“Mempelai,” jawabnya.
“Lihatlah. Engkau melucu.”
Dan sambil berkata begitu Maria Zaitun menciumi seluruh tubuh lelaki itu. Tiba-tiba ia terhenti. Ia jumpai bekas-bekas luka di tubuh pahlawannya. Di lambung kiri. Di dua tapak tangan. Di dua tapak kaki. Maria Zaitun pelan berkata:
“Aku tahu siapa kamu.”
Lalu menebak lelaki itu dengan pandang matanya.
Lelaki itu menganggukkan kepala: “Betul. Ya.”

(Malaekat penjaga firdaus wajahnya jahat dan dengki dengan pedang yang menyala tak bisa apa-apa. Dengan kaku ia beku. Tak berani lagi menuding padaku. Aku tak takut lagi. Sepi dan duka telah sirna. Sambil menari kumasuki taman firdaus dan kumakan apel sepuasku. Maria Zaitun namaku. Pelacur dan pengantin adalah saya.)

*aahh...membaca puisi ini seperti terhakimi tanpa bisa membuat pledoi / pembelaan, rasanya saya dengan 'kemanusiaan"  saya dalam hidup ini sering menjadi 'maria zaitun" di suatu waktu,  kemudian menjadi majikan di waktu lain, menjadi teman-temannya maria zaitun, menjadi sesama pasien di klinik, menjadi dokter, menjadi juru rawat, menjadi koster, menjadi pater di waktu yang lainnya lagi....

*sigh ...sungguh sebuah puisi yang bisa menjadi bahan renungan menyambut tri hari suci....
sebagai apa kita bagi "diri kita" sendiri dan "sesama" kita dalam paruh perjalanan hidup kita....
sang majikan? 
teman-temannya Maria Zaitun? 
sesama pasien? 
dokter? 
juru rawat? 
koster? 
pater? 
atau kita ingin meneladani Sang Mempelai? Sang Kasih yang sempurna?
sungguh pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan menanyakan pada diri kita sendiri seberapa "bahagia" kita "bahagia" dalam hakikat yang sebenarnya dalam menjalani hidup yang kita jalani...
pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan senyum bahagia orang-orang disekitar kita karena keberadaan kita....
pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh sang waktu....
pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan berapa jumlah orang yang menghadiri pemakaman kita nanti....
pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan senyum dari mereka yang mengenang keberadaan kita kelak....

Selamat menjadi siapa saja yang kita pilih :) karena setiap pilihan sifatnya personal...
hanya ada resiko yang harus dipikul disatu sisi dan ada buah yang bisa dipetik di sisi lain.





*soreiniketikaakutidaktahuapayangadadalampikirankuhampasekali*