Friday, August 17, 2012

Ketika merdeka demikian mempunyai banyak makna


Hari ini hari Merah Putih sedunia di Indonesia :), meski tidak se”merahputih” di Jawa, tapi sedikit melihat Merah Putih di pemukiman di kota ini [akhirnyaaaaa…tadinya saya sudah hopeless akan melihatnya, di Jawa pengibaran bendera dimulai tanggal 14, disini tanggal 16 siang saya pulang kantor belum terlihat bendera…] justru membuat saya lebih merinding daripada jejeran bendera dan umbul-umbul di jalan-jalan dan gang-gang sempit  di Jawa sana. Dengan segala keterbatasan fasilitas dan infrastruktur milik umum disini (kesenjangan pembangunan di Jawa dan daerah lain memang sangat nyata) ternyata mereka masih mengakui hari ini sebagai hari yang bersejarah bagi negeri mereka. Hari ketika merdeka menjadi kata yang paling banyak disebut.

Merdeka? Menjadi suatu kata yang selalu menjadi polemik setiap tanggal 17 Agustus terutama di situs-situs Jejaring social. Kemudian bermunculan beraneka macam makna dari satu kata ini, kasihan KBBI jika kemudian harus merumuskan kembali arti kata ini. Mulai dari yang bernada guyonan sampai yang serius, yang kemudian sampai pada kalimat tanya sudahkah kita merdeka? Mereka yang bertanya demikian adalah [mungkin] mereka yang terlalu peduli akan negeri ini, dengan segala carut marutnya. Ulah para oknum yang bukannya merawat kemerdekaan yang telah diperjuangkan tapi justru menjajah bangsa sendiri dengan menyejahterakan diri sendiri dan kelompoknya diatas penderitaan orang lain demikian kurang lebih yang saya baca dari sebuah status :p.  Belum lagi ulah para [katanya] wakil kita [kenyataannya memang wakil kita, karena memang kita yang memilih] yang keplak-able/kemeplak yang parahnya lagi, mereka yang disana itu, juga dulunya adalah yang berteriak dan protes keras menuntut “merdeka” lahir dan batin, kenyataan yang tentu saja akan membuat kita bertanya lebih lanjut…. mau jadi apa negeri kita tercinta ini….???????

Tapi inilah hidup, selalu ada baik dan buruk, positif dan negative.
67 tahun,sejak sebelum NOL tahun, mereka yang kita sebut para pahlawan telah memperjuangkannya, sampai ke bilangan 67 ini, meski masih banyak keburukan-keburukan, hal-hal negative tentang negeri ini tapi masih banyak juga hal-hal baik, hal-hal positif yang layak kita syukuri, mulai dari kita tidak perlu ikut mengangkat senjata atau hidup dibawah desing peluru sampai kita bisa duduk minum kopi sambil membaca buku atau browsing internet, kita tidak perlu susah payah mengirim telegram untuk mengirim berita penting cukup pencet satu nomor speed dial, kita bisa terhubung untuk memberi tahu kabar penting dan masih banyak lagi hasil dari 67 tahun negeri ini merdeka yang mungkin kita sendiri tidak akan sanggup menuliskannya. Bersikap kritis terhadap hal-hal yang tidak pada tempatnya yang terjadi di negeri ini memang sangat perlu, tapi tentu saja dengan tidak mengesampingkan banyak hal yang seharusnya kita syukuri karena negeri ini telah memberi terlalu banyak kepada kita, apa yang kita makan, apa yang kita pakai, apa yang  mempermudah pekerjaan kita, banyak…banyak sekali dan nanti negeri ini juga yang akan menerima jasad kita.  

Jadi, sebenarnya perlukah kita bertanya sudahkah kita merdeka? 
Saya memilih untuk mengucap syukur saja, saya lahir dan tinggal dinegeri ini dan menjadi bagian dari negeri ini, meski saya belum bisa melakukan "apa-apa" seperti yang dilakukan adik-adik di Indonesia Mengajar misalnya, atau banyak prestasi-prestasi lain dari anak negeri, tapi seperti yang dikatakan Iwan Setyawan pengarang novel 9 summers and 10 Autumns dan Ibuk, dengan memainkan peran kita sebagaimana adanya kita saja sebenarnya kita sudah merawat kemerdekaan itu, menjadi pekerja-pekarja pada bidangnya masing-masing dengan bekerja sebaik mungkin. Mari sejenak membayangkan, seandainya saja tiap orang menjalankan perannya sendiri dengan baik dan maksimal, anak menjalankan kewajiban dan tanggung jawab sebagai anak, orang tua juga demikian, karyawan demikian, PNS juga demikian, sampai Presiden, semua mulai dengan dirinya sendiri  mengerjakan bagiannya, kewajibannya, tanggungjawabnya masing-masing dengan maksimal…..ahhh….saya belum sanggup membayangkan apa yang terjadi, mungkin kita akan melesat mengejar Jepang kemudian meninggalkan mereka….dengan sumber daya alam yang luar biasa yang kita punya....bukan tidak mungkinkan….?



Thursday, August 16, 2012

the power of kata maaf




Akhirnya keinginan untuk nonton film Perahu kertas tergenapi, setelah berhasil  membujuk seorang teman untuk diajak tanpa harus bersusah payah mengeluarkan rayuan. Kami pun janjian bertemu di TKP, saya sudah wanti-wanti  padanya untuk datang lebih awal, karena berdasarkan pengalaman dia adalah seorang yang jam nya tidak lazim, terutama jika urusan janji dengan saya, 1 jam dia bisa 100 menit lamanya, tapi saya sudah terbiasa dengan itu (membiasakan diri dengan kebiasaan orang lain juga membantu keharmonisan persahabatan :)) ) Mengingat ini adalah film yang diadaptasi dari novel  Dewi Lestari dan disutradarai oleh Hanung bramantyo, dan hari ini adalah premiere nya, saya takut antriannya panjang dan tidak dapat tiket. Ternyata setelah sampai di TKP..taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……what a surprised …!!!!  tidak ngantri saudara-saudara….suasana lengang…sama sekali tidak ada orang ngantri….. oanaaahhh…palembang…palembang…..ternyata mereka lebih suka makan pempek daripada nonton film…..:)) atau karena mereka sibuk mempersiapkan lebaran…???? Entahlah….

Singkat cerita kami sudah ada didalam bioskop, scene demi scene berlalu, bagi saya yang sudah berkali-kali membaca novelnya, rasanya kok visualisasi cerita di novel tersebut tidak terwakili dengan baik, atau memang demikiankah setiap film yang diadaptasi dari sebuah novel? Tapi saya lumayan suka pemilihan, maudy sebagai kugy, adipati dolken sebagai keenan dan reza rahardian sebagai remi, tadinya saya menyangka poppy sovia yang paling pas jadi Kugy atau Nirina, ternyata Maudy ayunda cukup bisa mewakili. Sedangkan adipati dolken cukup mewakili sosok keenan yang cool dalam bayangan saya, sebenarnya mungkin Nicholas Saputra juga bisa, demikian juga remi yang dewasa. Secara keseluruhan sih tidak mengecewakan apalagi, pengambilan gambar-gambarnya keren banget, suka bagian Kugy dan Remi memandang laut lepas di malam tahun baru….wuiiihhh……gambarnya keren. Satu hal yang saya tidak sangka sama sekali adalah, ternyata film nya bagian pertama..artinya belum selesai…hiks….

Selesai….kami pulang, Pusat perbelanjaan menjelang Lebaran adalah tempat paling menyebalkan sedunia, untuk keluar area parkir saja harus antri demikian panjang, kalau tidak demi menonton perahu kertas, saya lebih memilih menulis atau membaca tumpukan novel yang belum terbaca dikamar. Ditengah antrian parkir tersebut, masih saja ada yang menyerobot antrian….oanaaahhh masss…..hari gini nyerobot antri…. kemeplak tenan….kepala saya sudah mau keluar tanduknya rasanya dan keluar asap dari kedua telinga , ketika penyerobot kedua melaju (mau tidak mau) karena didesak mobil dari belakang, sambil menoleh dia mengangguk sopan dan berkata maaf ya mbak, saya tidak jadi bertanduk. The power of kata maaf memang luar biasa. Sayangnya hard to say it begitu kata sebuah lagu…:)

Kamar kost….
saya kangen….kangen sekali….
hanya bisa terdiam dengan sebuah buku “ laki-laki seperti wafer dan perempuan seperti bakmi” ditangan, siap untuk dibaca malam ini, ada penggalan kalimat menarik didalamnya, karena ke-“wafer”-annya laki-laki hanya per lu 4 tahap untuk mengambil uang dimesin ATM, sedangkan perempuan, karena ke-“bakmi”-annya, memerlukan 41 tahap untuk melakukan hal yang sama…. woooshaaa….. let’s find the explanation….

Satu lagi penggalan kalimat didalamnya

“Cinta tidak mudah mati, cinta adalah sesuatu yang hidup, cinta tetap tumbuh subur ditengah segala kesulitan hidup, kecuali – jika diabaikan” -James D Bryden-

Hmmm…..kok saya, meski sudah diabaikan masih tumbuh subur yaa…??????????????

keep thing simple itu complicated yaa...:))



“sorry bul, ternyata ora terkirim, pulsa habis..”

Itu adalah balasan sms dari kakak saya, ketika beberapa jam sms saya tidak dibalasnya. Dan saya susuli sms berikutnya menanyakan, tentu saja dengan aneka macam pikiran, kenapa tidak dibalas.
Tidak bisa dipungkiri handphone atau social media yang bisa diakses dari gadget lain seperti tablet, notebook, sekarang ini menjadi alat komunikasi sangat penting terutama bagi mereka yang terpisah oleh jarak.  Keberadaannya sudah seperti anggota tubuh, yang untuk beberapa orang bahkan, kalau gadget tersebut ketinggalan di suatu tempat sudah seperti kehilangan separuh nyawa. Kenyataan yang tidak bisa dipungkiri memang, zaman berubah dan manusia juga ikut berubah.
Keberadaan seseorang bisa diwakili dengan hidupnya gadget atau social media nya yang update. Keluarga saya sempat kebingungan ketika saya tidak bisa dihubungi (tidak merespon telephone/sms yang masuk) setelah mengirim sms memberitahukan kalau saya opname di rumah sakit, sampai menghubungi kantor dan teman-teman. Handphone seperti mewakili keberadaan seseorang. Respon setiap telephone atau sms yang dijawab menjadi sebuah tanda bahwa pemiliknya baik-baik saja. Ketika tidak ada respon sama sekali, akan memunculkan dugaan-dugaan ada apa gerangan bahkan bisa menjadi miss communication.


-sms tidak dibalas- itu masuk dalam thing that I don’t like much dalam hidup, apalagi jika orang yang kita sms adalah orang yang berarti dalam hidup kita, rasanya aneh saja, membalas sms tidak perlu energi banyak, tidak perlu waktu lama, apa susahnya ketik satu dua kata kirim selesai….kecuali bila memang dalam kondisi benar-benar tidak bisa membalas tapi paling tidak ada konfirmasi setelahnya. Saya pernah di complain seorang teman yang memang agak lebay, dengan keras ketika saya tidak menjawab 16 misscalled (sepertinya disengaja) dan sms yang tidak terbalas hanya dalam waktu satu jam karena saya sedang mengerjakan sesuatu.
“buang saja HP nya kalau sudah tidak dipake” itu bunyi sms terakhir…
Saya tidak sendiri :)  ada juga yang seperti saya, bahkan lebih over…saya masih diam saja meresponnya meski dalam hati dongkol setengah hidup.
Tapi ternyata memang ada type-type manusia yang saya tidak tahu apa alasannya  memang tidak suka berkirim sms.
Saya mau nulis apa ya sebenarnya …*garuk-garuk kepala :p

Aah….[again] we live in a world, a colourfull world…..dengan aneka ragam perbedaan, yang mau tidak mau harus bisa kita pahami sebagai beda, bukan untuk dipaksakan seperti mau kita. Kita tidak bisa memaksakan orang menjadi seperti apa yang kita mau, apa jadinya ya jika setiap orang menginginkan orang lain seperti apa yang dia mau apalagi dengan memakai “power” yang dipunya…ahh pasti dunia akan semakin “panas”. Pada akhirnya ya kita harus menggunakan dengan baik kata kerja aktif “memahami” orang lain apa adanya mereka dalam kehidupan kita, jika kita ingin menjalani hidup dengan nyaman.  Sepertinya kata ini menjadi kunci dari mengelola hubungan antar manusia, baik hubungan dalam keluarga, dalam dunia kerja, maupun dalam berteman. Aahhh….keep thing simple itu complicated ya…:)

Wednesday, August 15, 2012

Perempuan dan Menangis



Kemarin Pagi, masih sangat pagi, matahari baru saja “say hello” dengan senyum hangatnya, burung-burung riang cemuwit menyambutnya, beberapa orang sudah sibuk beraktivitas, Televisi pun menyiarkan aneka berita sampai gossip selebritas, saya baru saja selesai dengan aktivitas kecil di dapur membuat nasi goreng kemudian duduk di ruang tengah. Seorang teman menerima telephone, tanpa bermaksud mendengarkan tetapi terdengar kalimat : “aku sudah biasa kok selalu jadi orang kedua dalam hidupnya.” Sejenak kemudian dia masuk kamar dan meninggalkan sarapannya, untuk beberapa waktu, kemudian kembali lagi sehabis mandi dengan mata sembab karena menangis.  Saya hanya terdiam, dia pun belum berniat untuk cerita. Sampai semalam dia akhirnya baru bercerita.

Saya tidak akan membahas apa masalah dan cerita teman saya tersebut. Saya hanya ingin menuliskan tentang perempuan dan menangis. Mengapa Perempuan dan menangis berkawan baik, tidak seperti laki-laki. Mengapa begitu mudah untuk seorang perempuan menjatuhkan air matanya baik ketika sedih maupun bahagia. Saya tidak tahu mengapa. Konon katanya kelenjar air mata memang khusus diciptakan Tuhan pada perempuan. Memang pada saat-saat tertentu airmata adalah senjata bagi kami perempuan menguraikan kesedihan, kepahitan, kegalauan, kegelisahan, kejengkelan, kemarahan, …..hanya dengan menangis, segala yang ruwet didalam hati seperti terurai paling tidak berkurang keruwetannya, meski masalah belum selesai sama sekali, belum ada jalan keluar sama sekali, tetapi setelah menangis biasanya beban menjadi berkurang dan kemudian bisa melihat segala sesuatu dengan jelas dan pada porsinya untuk kemudian mengambil sikap atau mencari solusi.

Meski tidak semuanya sih bisa terurai dengan menangis, pada saya contohnya, menangis ternyata tidak cukup untuk membuat saya menerima kenyataan pahit dari sebuah cerita… rumah sakit menjadi alat untuk menyadarkan saya, saya harus realistis dengan apa yang terjadi dengan hidup saya, saya tidak boleh hidup dalam bayang-bayang keinginan  yang tidak juga bisa terwujud. Saya harus realistis dengan apa yang ada didepan mata saya, boleh saja berharap keajaiban (saya pun masih berharap keajaiban itu), tapi hidup harus berjalan sebagaimana mestinya, saya tidak boleh terus hidup dalam kotak sempit berawan kelabu yang saya ciptakan sendiri, Tuhan menciptakan kotak yang lebih besar dengan warna warninya yang indah untuk saya bisa loncat-loncat didalamnya J, memang ada saat menangis, tapi ada saatnya kita harus mengakhirinya, memberi kesempatan kelenjar airmata kita memproduksi lagi airmata untuk kepahitan berikutnya yang pasti akan ada lagi. Perempuan dikaruniai kekuatan lebih setelah airmata menetes oleh Yang Maha Kuasa, entah bagaimana prosesnya dan darimana kekuatan itu, tetapi setelah proses itu, biasanya para perempuan bisa kembali tegak berdiri untuk menghadapi segala kepahitan hidup. Setelah masa keterpurukan kemarin, saya pun bisa kembali tegak berdiri untuk kembali melanjutkan hidup saya, mimpi dan harapan itu masih ada, masih saya genggam entah sampai kapan, tidak ada yang berubah....yang berubah hanya cara saya menggenggamnya, kini saya menggenggamnya dengan senyum bukan dengan airmata. Saya sekarang menggunakan cara saya sendiri, saya tidak ingin larut dalam kesedihan dan kepahitan, saya ingin berharap dengan cara yang benar. Saya harus bisa menjadi terang, dan menjadi terang hanya bisa dilakukan dengan menghapus airmata. 

Engkau, Sang Pencipta kelenjar airmata,….
terimakasih untuk anugerah ini….
Tetes-tetes yang pernah mengalir memang banyak menyimpan cerita tentang pahit getir hidup, tentang kebahagiaan, semuanya sungguh membantu kami meringankan beban kami….
Kami perempuan…ya...kami menangis….
Tapi kami selalu tahu…kami meneteskannya untuk suatu penghargaan…
Kami meneteskannya untuk sesuatu yang layak kami tangisi….
Kami memang menangis....
Tapi kami selalu bisa tertawa kemudian....
Karena ada saat menangis....
Ada saat tertawa....
Segala sesuatu ada waktunya.....

    

Tuesday, August 14, 2012

Vertigo Galau


Siang itu di hari kepulangan saya dari rumah sakit, saya gelisah menunggu kunjungan dokter yang tidak datang-datang, saya berharap beliau datang sebelum jam 12 sehingga saya bisa keluar dari rumah sakit hari itu juga. Saya sudah menyiapkan diri untuk berusaha agar terlihat se-cheer up mungkin untuk memberi kesan saya sudah sembuh pada sang dokter. Kira-kira 10.30 beliau datang dan saya sambut dengan gembira ria. Beliau tersenyum heran, hari sebelumnya saya masih tergolek lemah, hari itu saya sudah [berusaha] duduk tegak. Setelah memeriksa sebentar, beliau berkata :

“Ya sudah boleh pulang….tapi ingat ya….jangan banyak pikiraaaaan..... daaannn…harus makan yang teratur…..!!!!!”

Mendengarnya rasanya seperti meneguk minuman dingin bersoda di panasnya hari….lega banget.
“Iya dok, terimakasih banyak dok.” Sahut saya gembira.
Teman saya pun mengurus proses kepulangan saya, dan saya menunggu dikamar sambil merenungi kata-kata dokter tadi. Jangan banyak pikiran dan makan yang teratur…sepertinya dia baru saja memberitahukan penyebab utama sakit saya.

Saya jadi teringat dulu kakak saya pernah mengikuti suatu seminar kesehatan dan mengatakannya kepada saya, penyebab nomor satu penyakit dewasa ini sebenarnya adalah pikiran. Saya tidak memungkiri memang dalam beberapa minggu terakhir kepala saya sepertinya dipaksa bekerja dua kali lebih berat memikirkan sesuatu yang saya sendiri tidak tahu kenapa bisa menjadi sebegitunya, tidur hampir menjelang pagi setiap hari karena demikian susahnya untuk merapat ke gelombang alfa , didepan computer tanpa kacamata yang seharusnya saya pakai, dari pagi hingga menjelang pagi lagi dengan hanya istirahat sebentar, membuat mata saya juga kelebihan beban dan harus bekerja ekstra. Daaaaaan Vertigo hasil dari kegalauan pun datang tanpa permisi dan berhasil membuat saya tidak berdaya sama sekali UNTUK PERTAMA KALINYA dalam hidup. Mengingat deritanya, saya sungguh berharap, dan berusaha tidak akan ada untuk yang kedua kalinya. Kalao kata lagu dangdut itu…cukup sekali aku merasaaaaa…….sheerrr… :))

Tapi bukankah selalu ada pelajaran dari setiap kejadian, dari sakit saya kemarin saya belajar banyak hal, selain arti ketulusan dan arti sahabat, Saya bersyukur diberi kepercayaan ini dari Sang Penguji Hidup, diberi pengalaman mengalami liku-liku sebuah cerita yang ungu. Sebuah cerita yang semoga membuat saya setingkat lagi lebih kuat. Sebuah cerita dimana airmata sebagai senjata perempuan mengurai kesedihan dan kegalauannya sudah tidak ampuh lagi untuk mengurai kesedihan dan kegalauannya maka yang terjadi kemudian adalah sakitnya rasa terbawa ke pikiran dan berlanjut mengajak organ-organ tubuh yang lain terutama yang berkaitan secara langsung…

Tuhan memberikan peringatan untuk tidak terus larut dalam kesedihan tersebut dengan memberi sakit yang menghentak yang terdengar seperti IA sedang berbicara “BERHENTILAH MENGUTUKI KEGELAPAN….!!!” Dengan suara menggelegar , kurang lebih demikianlah kira-kira saya menggambarkan Tuhan jengkel sama saya. Dan demikianlah manusia, terkadang harus dengan ujian berat seperti itu dulu baru tersadar, untuk segera berhenti mengutuk dan meratap, untuk kemudian bangkit dan mencari lampu teplok :p.

Menyesal….?????? Tidak juga….. saya bersyukur untuk semua pengalaman hidup ini, semua memperkaya hidup saya, banyak hal yang terjadi untuk pertama kalinya dalam hidup, ini pengalaman pertama saya, kesedihan dan kegalauan yang berujung di rumah sakit….kadang saya berpikir kok bisa….segitunya….seorang saya yang LUMAYAN kenyang penderitaan hidup….jatuh tak berdaya oleh….. aaahhhh…… kenyataan memang berbicara demikian…..

Satu hal yang ingin saya sampaikan pada mereka yang belum pernah dipaksa terkapar di rumah sakit, it’s like hell :)) (hell versi saya) jadi kalau tidak mau kesana…berbuatlah baik pada diri kita sendiri, sayangi diri sendiri, jangan berbuat jahat pada diri sendiri. Itu saja :) Selamat menyayangi diri sendiri

Monday, August 13, 2012

the band of sisterhood - episode saya sakit -


Siang itu, siang nyaris sore, di senin yang entah, saya memasuki kost dengan kondisi badan yang sudah lumayan payah karena saya terus memuntahkan isi perut, sementara tidak ada yang masuk. Kost lengang, jam segitu tentu saja belum ada yang pulang. Saya benar-benar terkapar dalam kondisi payah dan ini pertama kalinya saya alami selama hidup, dan saya sendiri…benar-benar sendiri. Dalam kondisi segala yang dilihat terasa berputar-putar (saya akan menuliskan sakit saya pada kesempatan lain) saya harus mondar mandir mencari tas plastic sendiri sambil tentu saja menahan untuk tidak muntah dulu. Disitu pertama kalinya saya sadar sesadar-sadarnya karena kenyataan tidak hanya berdasar teori, kita TIDAK BISA hidup sendiri teman…kita butuh orang lain dalam hidup.

Saya sudah menjerit dalam hati duh Gustiiiiiiii….kulo mboten kiyat…..saya benar-benar tidak kuat bahkan untuk sekedar mengambil air minum, sementara kondisi saya sudah dehidrasi,….dan jeritan saya didengar Tuhan, saya dengar seseorang menutup pintu bawah (saya tinggal dilantai 2) dan membuka pintu kamar sebelah, saya tahu itu kawan saya, Maya pulang, saya tidak punya kekuatan untuk memanggil, sayapun mengirimkan sms padanya dan sejenak kemudian dia menengok saya ke kamar memberi susu kotak dan air minum sampai menggoreng telur dan mengambilkan nasi (meski tidak ada yang berhasil masuk, kalaupun masuk keluar lagi) Thanks tak terhingga May… (yang pertama)Singkat cerita berdatanganlah satu per satu penghuni kost yang lain yang silih berganti merubung saya dikamar dengan macam-macam komentar dari yang mengajak ke dokter sampai celotehan candaan (masih tetep) yang masih bisa ditangkap otak saya dengan baik…belakangan saya baru bisa tertawa kalau teringat celotehan itu. Hari semakin gelap segelap pandangan saya kemudian, akhirnya terlontarlah kata-kata saya tidak kuat dari mulut saya kepada Maria, Maria dkk dengan sigapnya sepertinya anak2 sekolah perawat saja kalah dengan kesigapan mereka mulai dari mencari taxi sampai mengurus semuanya. Sampai akhirnya saya bisa sampai di IGD sebuah rumah sakit umum di Palembang dan mendapat pertolongan pertama. Terima kasih tak terhingga teman-teman (Whita, Maria, mbak Donna dan dedeknya) yang sudah nganterin dan nungguin selama proses di IGD.

beberapa jam sebelum saya pulang
Perjuangan heroic :p teman-teman kost saya tidak berhenti sampai disitu, jaga malam pertama Maria dan whita, mereka memilih meninggalkan tempat tidur yang nyaman di kost dan menunggui saya di malam pertama, tidur di rumah sakit yang sungguh tidak enak, dibangunin untuk infuse yang habis, siap sedia mengambilkan ini itu dan dengan sabarnya bertanya ini itu….aaahhh….Kemudian Maya dan Maria yang rela bolos kantor demi untuk menunggui saya di hari berikutnya dan berikutnya,   menyuapi, mengipasi, menyiapkan semua dengan sabarnya dan sist sari yang juga telah menunggui jaga malam selama dua malam….Mbak Donna dan Meta atas kolaborasi mengelabui suster wkwkwk.... huaaaaaaa….terimakasih kawan-kawan terkasih, saya tidak tahu apa jadinya saya tanpa kalian, saya mengucap syukur tak berujung kepadaNya telah menempatkan saya ditengah kalian, teman-teman yang luar biasa. Saya belajar ketulusan dan arti sahabat yang sesungguhnya dari kalian. Belajar bukan hanya secara teori, tetapi secara praktik dari apa yang telah kalian lakukan untuk saya (dan ini lebih menimbulkan efek luar biasa bagi saya [learning by seeing]). Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih yang tak terhingga pada teman-teman semua, Tuhan pasti akan melipatgandakan berkat-berkatNya kepada kalian semua. Saya akan selalu ingat moment kemarin itu dalam hidup saya. Sebuah moment untuk selalu menebarkan kebaikan dimanapun, karena kita tidak bisa hidup sendiri..kita butuh orang lain. spread love whereever we are.....


Sunday, August 5, 2012

keabadianmu dalam pikir dan hatiku





Jika sampai pada saatnya nanti
aku tidak lagi menulis tentangmu
tidak berarti aku berhenti menulis itu di hati dan pikiranku
kamu tak akan pernah menyangka apa saja yang ku simpan dalam hati & pikiranku. 
 kamu lebih dari sekedar cerita. tidak ada kotak terbaik untuk menyimpannya, selain hati.




Kota sang cucu Adam, 5 Agustus 2012
 -ketika berdamai dan menerima kenyataan menjadi sebuah akhir dan awal sebuah cerita-
 

Thursday, August 2, 2012

dari Doraemon sampai Ungu-nya rindu


Pagi tadi, sambil menunggu waktu mandi, saya menonton TV dan menemukan kucing luar angkasa Doraemon, sudah agak ketinggalan sih, jadi tidak tahu judulnya apa, tapi tetap saja sukses membuat saya enggan untuk beranjak ke kamar mandi. Dalam episode itu diceritakan nobita menemukan seekor anjing, dan bersama doraemon menyelundupkannya kerumah, karena kalau ketahuan ibu nya pasti dimarahi. Yang menjadi masalah kemudian mereka bingung bagaimana memberi makan anjing tersebut. Dan seperti biasanya Doraemon selalu jadi pemecah masalah-masalah nobita. Dengan kantong ajaibnya Doraemon mengeluarkan alat yang bisa menghasilkan makanan anjing.

Dan setelah saya perhatikan memang semua yang keluar dari kantong ajaib Doraemon itu adalah alat-alat/tools untuk memecahkan masalah nobita, bukan keajaiban ajib seperti sulap atau sesuatu yang cliiiiiiing masalah nobita selesai. Sebuah film anak-anak yang imajinatif tetapi masuk akal. Dulu pesawat terbang adalah sesuatu yang mustahil/keajaiban, tapi sekarang sesuatu yang biasa, jadi mungkin saja nanti benar-benar akan ada kacamata suasana atau pintu kemana saja atau tools dengan fungsi yang sama. Who knows….bukankah kita dikaruniai segumpal otak dengan fungsi luar biasa yang belum sepersekiannya diexplore. Ahh…semoga dengan terus diputar ulang Film Doraemon  menginspirasi anak-anak yang menonton untuk kelak menjadi seorang creator2 tools yang akan mempermudah hidup manusia. Tolong ciptakan mesin peredam rindu dong…….sudah demikian ungu nih....:(

Angkasa pukul 7 malam ini
jingga sempurna dan bundar penuh di langit timur.
tersenyum menyapa diujung jendela...
cahayanya memandikan kota malam ini...
sempat sekilas melihat sebuah pesawat melintasinya...ahhh indah sekali...

entah kenapa saya selalu suka benda-benda langit....
dan saya selalu merasa sangat kecil sehabis mengagumi mereka....
malam ini dengan bermandi cahaya saya menyisir kota yang tidak begitu ramai.
Jalan-jalan ke mall cuma untuk mencari shampoo perawatan rambut untuk rambut saya yang patah-patah (udah kayak goyang dangdut aja yaa) dan entah mengapa, saya sangat tidak nyaman jalan-jalan ke mall di kota ini, padahal dulu sewaktu saya masih di Jogja, hampir tiap minggu saya jalan tanpa rasa lelah.
dan disini, baru jalan beberapa blok saja saya sudah merasa capek dan tidak bisa menikmati. dan saya tidak mengerti apa penyebabnya, salah satu teman kost saya yang dulu kuliah di Jogja pun membenarkan, ia merasakan hal yang sama. ahh....saya ambil positifnya saja...setidaknya dengan hampir tidak pernah ke mall saya tidak menjadi konsumtif.


malam sudah sepenggalah....ketika tukang sate itu masih membakar sate-satenya....
saya tidak sabar ingin sampai kost....capek sekali rasanya dan ingin merebahkan diri....
menunggu disaat letih itu jadi dua kali lebih lama rasanya....
tiba di kost, setelah cap cis cus sebentar, kencan dengan kotak ajaib....
dan....huuufffttt......akhirnya....pupus sudah....

Selamat Malam Tuhan. itu saja malam ini, karena saya tidak tahu lagi harus bilang apa.

Wednesday, August 1, 2012

Welcome August



Tidak terasa sudah memasuki bulan ke-8 di kalender Masehi.  Bulan dimana kebanyakan orang sudah sama sekali melupakan resolusi yang dibuatnya diawal tahun. Bulan ini menjadi special karena akan banyak sebutan istimewa, bulan merah putih, bulan penuh ampunan, bulan penuh kata maaf, bulan penuh jajanan (kata teman saya) bulan penuh kolang kaling dan saya sebagai anggota sekte pemuja kolang kaling mengucap syukur tak berujung pada DIA yang telah menumbuhkan pohon kolang kaling di bumi pertiwi ini, tidak perlu import dari Arab seperti kurma :p


Dan baru saya tahu ternyata buah aren ini mengandung banyak serat dan merupakan makanan yang baik untuk diet karena mengenyangkan. Tapi untuk dapat sampai menjadi manisan warna warni atau untuk campuran es dan kolak, ternyata si kolang kaling ini harus melalui perjalanan yang berliku dan menyakitkan...dari mulai direnggut dari pohonnya, kemudian dibakar, dibelah, direbus, baru bisa diolah dan akhirnya menjadi manisan warna warni yang cantik. Kolang-kaling saja harus melalui proses tempaan yang demikian rupa, apalagi kita manusia. Tapi satu hal yang pasti...semenyakitkan apapun proses itu...selalu indah pada akhirnya....ahhh.....Selamat Datang Agustus.....Please be nice yah....


setelah hampir dua minggu.....
berdamai dengan suatu hal yang tidak menyenangkan dalam hidup yang mau tidak mau harus kita hadapi setiap hari itu ternyata satu cara yang paling tepat (setidaknya menurut saya berdasarkan dengan apa yang saya alami) menjalani hidup dengan enjoy. setelah saya hampir putus asa dan benar-benar rasanya ingin lari dari situasi dan kondisi yang tidak mengenakkan tersebut, karena menurut saya sudah terlanjur rusak untuk diperbaiki, dan parahnya saya juga ikut memperparah situasi dan kondisi yang sudah terlanjur parah tersebut. sampai saya kemudian membaca kembali tulisan saya sendiri di salah satu akun social media saya dan membuat saya sadar [ternyata benar kata Aan Mansyur, teruslah menulis meski itu hanya mampu mempengaruhi diri sendiri] ketika kita kecewa dengan situasi dan kondisi kemudian kita melakukan sesuatu yang kurang lebih justru memperparah keadaan [meski itu suatu bentuk protes] lalu apa beda kita dengan orang-orang yang membuat situasi dan kondisi itu menjadi buruk??? tidak ada bukan....? berangkat dari situ saya pun kembali ke fitrah :p menjadi seperti saya yang dulu.... saya yang bisa berdiri di tengah...tanpa kekiri maupun kekanan... dan ternyata itu berhasil... paling tidak membuat saya lebih tenang dan bisa menikmati hari-hari saya yang sesungguhnya tidak mudah sejak hari itu...ketika saya kehilangan alasan untuk tersenyum ketika bangun di pagi hari.

Ini hari pertama Agustus....
Dan Thanks God for every first day in a month :))
berasa melihat warna warni kolang kaling dimana-mana :))
ahh... Selamat Malam Tuhan.....selamat mendengarkan doa-doa dari segala penjuru...:))
doa saya masih sama....:) jangan bosan mendengar yaaa......

trailler film Perahu Kertas


Film ini diadaptasi dari novel Dewi Lestari -PERAHU KERTAS-, yang sudah berkali-kali saya baca dan tidak pernah bosan. Tidak sabar menunggu film nya release. dan HARUS NONTON.



“Dear Neptunus, aku mencintainya. 
Di depannya aku menjadi diriku sendiri, 
seperti airmu yang selalu membawa semua pesanku, 
dia pun begitu. 
Membuatku hanyut oleh sorot matanya. 
Membuatku lupa oleh kesederhanaan suaranya. 
Sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya.
Bahkan untuk sekedar bilang… rindu atau butuh.
Banyak yang nggak ngerti,
Lalu terluka, dan saling menyalahkan.
Karena itu aku takut bicara tentang hati.
Maka kutuliskan saja, 
Lalu kusimpan, dan lalu kukirimkan ke…
Entah kemana…”

Kugy - Perahu Kertas

 "Tidak akan ada masa depan bila tidak ada masa lalu.
Pengkhianat terbesar adalah harapan kosong.
Kenyataan terpahit adalah kenyataan yang tak setinggi harapan itu" 
- unknown

"dari pertama kita jadian, gue selalu ngejar dunia lo.
tapi lo bukan cuma lari, tapi lo tuh terbang.
gimana kita bisa jalan terus klo tempat kita berpijak aja beda" 
- ojos, perahu kertas

"ada saatnya cinta harus dilepas, tidak digenggam dengan begitu erat.
bahwa ada saatnya kita tidak perlu berlari,
tapi berhenti, melihat sekeliling. dan tersenyum" 
- perahu kertas

"carilah orang yang memberikan segalanya sedangkan kamu tidak minta apa apa,
bukan orang yang memberikan segalanya apa yang kamu minta.." 
- remi, perahu kertas

"kenangan itu cuma hantu di sudut pikiran. selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. nggak akan jadi kenyataan" 
- luhde, perahu kertas

“saya belajar dari kisah hidup seseorang. hati tidak pernah memilih. hati dipilih.
jadi, kalau keenan bilang, keenan telah memilih saya,
selamanya keenan tidak akan pernah tulus mencintai saya.
karena hati tidak perlu memilih.
ia selalu tahu kemana harus berlabuh” 
- luhde, perahu kertas

"Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat ,
segala sesuatunya ada , segala sesuatunya benar .
Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita 
- perahu kertas

dan ini link untuk sinopsis novelnya langsung dari blog nya Dewi Lestari

Tuesday, July 31, 2012

hidup itu tentang memilih dan konsekuensinya


Pagi datang lagi, satu dari beberapa hal yang belum pernah ingkar janji sampai saat ini. Pagi adalah awal dari kehidupan, meski ada beberapa orang yang dalam kehidupan mereka pagi adalah akhir dari kehidupan. Dari sini dimulai hidup yang katanya adalah penuh dengan pilihan, ada ribuan ratusan (minimal) pilihan dalam hidup kita. Mulai dari kita membuka mata, dan pada menit ke berapa kita akan beranjak dari tempat tidur itu sudah tentang memilih, dan terus begitu, mau mengerjakan apa dulu, dll. Dan itu adalah hak kita untuk memilih, semuanya...sampai pada jam berapa kita mau mengakhiri hari itu adalah sepenuhnya hak kita memilih, yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, ketika kita sudah memilih, kemudian pilihan yang kita pilih membawa dampak yang tidak mengenakkan buat kita, lalu kenapa kita terkadang menyalahkan keadaan? Terkadang juga menyalahkan orang lain? Bahkan menyalahkan Tuhan? Hmm...kenapa coba mbak? #bertanya pada diri sendiri kemudian terdiam. Akhirnya sampai pada pembelaan diri....ya saya kan Cuma manusia biasa yang..bla..bla...*sigh


Twitter pagi ini...
Seorang motivator di complain follower nya gara-gara tweetnya tentang sweeping yang dinilai oleh followernya tersebut sebuah penilaian yang sempit. Masih menurut followernya tersebut, tweet motivator itu dianggap bisa merusak citra agama mereka.  Ahh...lagi-lagi, terjadi.... meski yang ditulis oleh motivator tersebut adalah kebenaran dan harusnya jadi masukan berharga dan bisa jadi pembelajaran untuk bisa menerima kritik yang sebenarnya sudah disampaikan dengan porsi yang seharusnya tanpa menyinggung....menurut saya sih. Bukankah kita tidak akan pernah maju jika anti kritik...jika dikritik sedikit saja sudah marah. Bukankah kritik itu tanda orang yang mengkritik kita mengasihi kita, menginginkan kita lebih baik lagi? Kritik memang kadang pahit seperti obat, tapi bukankah setelah itu kita bisa minum yang manis untuk menetralisir dan kemudian kita akan merasakan khasiatnya setelah meminumnya? Ahh...tapi sekali lagi hidup itu penuh dengan pilihan...dan it’s yours guys....:)


Indonesia Mengajar
Dengan hashtag Kisah Anak Indonesia
Sekali lagi keterbatasan bukan halangan untuk melangkah. Seorang bocah yang bermukim didaerah yang belum ada listriknya lolos audisi reporter cilik tingkat nasional. Saya selalu kagum dengan mereka yang berangkat dari keterbatasan tapi bisa meraih kesuksesan dalam hidup. Mereka yang berangkat dari keterbatasan karena sebab apapun tapi mampu membuktikan bahwa mereka bisa bahkan melebihi mereka yang memulainya dengan segala kecukupan bahkan lebih. Ahh...lagi-lagi merasa dislentik....semangat...semangat mbak...memulai lagi mewujudkan mimpi itu yang lama terlupakan.



The message
hanya pesan biasa memang. Tapi rasanya cukup untuk membuat saya tidur nyenyak malam ini. terima kasih untuk singgah sejenak.


Ini hari terakhir bulan Juli.
Selamat Malam Tuhan.
Ini hari terakhir bulan Juli. Esok sudah Agustus. Saya sudah melakukan apa yang bisa saya lakukan. Dan saya sudah berserah Gusti. Sekarang tinggal Engkau mengerjakan bagianMu..apapun itu saya terima.


kamu......
Selamat Malam.

Monday, July 30, 2012

tak akan berhenti membaca

Sriwijaya,
dengan keentahan aku pergi meninggalkan lembar demi lembar kenangan dalam bingkai eksotika kotaku.
yang terbayang didepan adalah gemerlap kota yang menawarkan hal baru yang entah juga
hanya restu yang tak terbilang harganya yang kugenggam menjadi bekal melangkah
semua terlihat begitu abu-abu pada awalnya
tidak jelas mana hitam dan mana putih

kota dengan sungai besar membelah tubuhnya, dan jembatan megah menjadi nadi penghubung
kota dengan kicauan penduduknya satu oktaf lebih tinggi dari penduduk negeri di awan
kota dengan liku-liku jalanan yang sulit dipahami
kota dengan keangkuhannya yang sulit ditaklukan
kota yang tidak terduga menyimpan seorang cucu Adam yang bersahaja
satu hal yang sama sekali tidak pernah terpikirkan

sebuah awal yang berliku untuk sampai pada sebuah kata dekat....
sebuah asa bertunas dan tumbuh begitu saja tanpa bisa dicegah...
ketika pagi adalah sebuah awal maka sang cucu adam adalah baris pertamanya dari sebuah hari
ketika malam merambat keangkuhan kota cair oleh senda gurau nya
saat bersamanya adalah keabadian senyum bahagia yang terbingkai dalam jingganya kenangan

sampai disini saja cerita tentangmu ingin kutulis....
aku tidak akan menuliskan tentang sebuah diam yang adalah sabda untuk berhenti...
aku tidak ingin mengakhiri cerita ini...
seorang penyair berkata, jika hidup adalah sebuah buku, maka harapan adalah halaman berikutnya...
aku tidak akan berhenti membaca...meski aku harus membaca dalam hati saja...
sampai SANG PENGARANG YANG AGUNG sendiri yang menutup ceritanya.



biduk tlah ditambatkan..berlabuh dipantaimu....




sebuah mimpi [indah] dan hari ini

04.39
mimpi sewaktu tidur bagi saya adalah sesuatu yang jarang saya dapatkan...
dan menjelang pagi tadi saya mendapatkannya...
sebuah anugerah bagi saya....
demikian nyata....
setidaknya, terimakasih Tuhan bisa bertemu dan tertawa walau hanya dalam mimpi...
rindu yang sedikit terobati....


Siang ini
Teman-teman di Jogja menyebutnya rolasan, istirahat siang jam 12 hingga jam 1, saya duduk termenung menatap jauh kebalik jendela dihadapan saya kearah pucuk-pucuk pohon kelapa yang berdiri tegak menantang langit biru dan gelembung-gelembung awan putih yang berarak-arak pasrah diterbangkan angin. Pohon kelapa…pohon yang kuat, dengan akarnya yang menjalar mampu menahan pohon dari terpaan angin seribut apapun :p …. ya kekuatannya memang ada di akar. Mungkin demikian juga dengan manusia ya…agar bisa kuat menahan deru angin kehidupan yang silih berganti menerpa, manusia harus berakar kuat. Ahhh…memang tidak mudah dan butuh proses untuk itu, seperti pohon kelapa yang butuh puluhan tahun untuk itu.
Hayuuk ahh…mengakar mbak….. supaya tidak mudah tumbang oleh angin-angin kehidupan #selfnote

Lamunan saya terhenti, ketika seorang teman memberi tahu ada seorang tamu datang. Saya pun menemuinya dan ternyata adalah seorang konsumen yang kami pernah bertemu di sebuah pameran. Benar katamu waktu itu bahwa pameran itu bukan hanya sekedar selling saat itu, tapi suatu kegiatan yang bisa di follow up, dan hebatnya tanpa di follow up, hanya bermodal bincang-bincang saat itu dan informasi alamat kantor, beliau datang sendiri mencari dan bahkan berkata akan jadi konsumen tetap karena akan rutin membeli. Ahhh….kamu benar lagi….

Sepeninggal konsumen tersebut, OST doraemon dari HP saya berbunyi beruntun… dan….. ahh….bumi dan roda itu memang berputar….demikian juga roda kehidupan, yang tidak berhati-hati dalam mengelola apa yang masuk dan apa yang keluar akan merasakan kejamnya roda itu. Saya pernah mengalaminya dan berharap bisa belajar dan tidak akan mengulangnya, dan sms yang saya terima beruntun itu kembali mengingatkan saya, roda kehidupan itu berputar…kita dituntut untuk bisa menjaga kestabilan roda kehidupan kita masing-masing…ingat untuk selalu menabur kebaikan karena itu akan sangat diperlukan ketika roda kehidupan memaksa kita berada dibawah. Semoga saya bisa…juga kamu…. Ahhh apa kabarmu…???



Ketika siang mulai lelah dan bersiap istirahat panjang, saya memasuki kamar berharap bisa merayakan sore sejenak dalam keabadian. Dengan headset di telinga dan tak bisa ke lain hati-nya kla project on my playlist, bukannya bisa merapat ke gelombang alfa, malah pikiran saya berlari-larian kesana kemari membuat saya tidak bisa tidur. Akhirnya saya memilih bangun dan mengkaryakan diri menyetrika setumpuk pakaian sambil sesekali menonton Hitamputih. Pekerjaan kalau Cuma dibayangkan beratnya akan semakin memperberat pekerjaan tersebut, tapi kalau segera dikerjakan, tidak terasa selesai begitu saja, hati-hati dengan kemauan hati kita sendiri. konon katanya hati hanya mau yang senang-senang saja.   


Dan hitamputih episode hari ini kembali memberi saya pelajaran, bahwa kehidupan itu bisa berbalik semudah kita membalikkan telapak tangan, kemarin diatas  dengan segala gemerlapnya, esok bisa saja ada dibawah dengan segala nestapanya, dan apa yang terjadi didepan, kita sama sekali tidak bisa mengontrolnya, yang bisa kita control adalah cara kita menyikapinya. Entah kenapa hari ini saya mendapat dua pelajaran tentang hidup yang kadang diatas dan kadang dibawah. Jadi ingat lagu ST 12, dunia pasti berputar…kita harus siap hadapi semua…setidaknya mereka yang pernah hidup dibawah pasti akan lebih bisa menghargai hidup yang pernah diperjuangkannya dengan tetes keringat dan airmata, dan pasti akan bisa lebih menghargai orang lain siapapun itu tanpa memandang status social atau apapun itu, karena dihadapanNya kita semua sama tanpa terkecuali. Bagi saya, semenarik apapun seseorang, sehebat apapun seseorang, sekaya apapun seseorang, secerdas apapun seseorang, kalau dia tidak bisa menghargai sesamanya yang bukan siapa-siapa… dia lah sebenarnya yang bukan siapa-siapa.

Sunday, July 29, 2012

dunia kita bukan dunia Tom and Jerry

00.53
sistem tubuh manusia itu unik, ketika beberapa bagian tubuh saya merasakan keletihan luarbiasa dan ingin beristirahat, tapi beberapa bagian tubuh yang lain, entah bagian mana antara hati dan pikiran yang tidak juga mau beristirahat.hasilnya adalah saya seperti latihan paskibraka di tempat tidur, hadap kanan hadap kiri setiap 5 menit sekali. mata saya yang sebenarnya sudah mengantuk berganti-ganti melihat ke arah jendela, angin malam itu tidak juga lelah bermain dengan gordyn, juga ke arah kipas angin yang berputar perlahan sekedar untuk mengusir nyamuk.
pikiran saya berpikir tentang kamu, tentang kita, tentang banyak orang yang sama dengan kita, orang-orang kalah kalau bisa dibilang begitu, kalah karena kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. saya tidak bisa mengira-ira berapa banyak jumlahnya, tapi pasti sangat banyak, yang malam ini seperti saya tidak juga bisa tertidur, yang masih di club-club malam untuk sekedar mengurai keruwetan yang justru menurut saya semakin menambah keruwetan, atau mereka yang masih di lapangan bulutangkis untuk sekedar melupakan sakitnya kekalahan dengan cara yang lebih elegan atau ahh banyak lagi pastinya. Tapi entah mendapat hikmat darimana, saya kemudian berpikir kita memang hidup di bumi, di dunia yang nyata, bukan di dunia kartun Tom and Jerry, dimana Tom selalu kalah dan Jerry selalu menang, kita hidup di dunia yang kadang memang kita harus kalah atau bahkan mengalah....tapi ada saatnya kita akan menang atau dimenangkan bahkan lebih dari pemenang. dan....saya .....zzzzzzzz

07.49
jam di hanphone saya....
tidur yang lumayan berkualitas, sampai saya tidak mendengar orang-orang sahur.
ini minggu dan saya bisa menghadiahi diri saya dengan kemanjaan-kemanjaan diantaranya bangun siang. tidak sepenuhnya memanjakan diri sih, karena tumpukan cucian sudah menanti. hari minggu adalah hari mencuci sedunia...jemuran pasti sudah dikapling-kapling.bicara tentang mencuci, jujur saja, ini pekerjaan yang saya tidak suka, tapi harus, dan inilah hidup....ada hal-hal yang tidak kita sukai tapi harus kita lakukan

Seorang teman minta dijari memasak Ayam Cabai Hijau. Saya suka kalau ada yang mau belajar tentang banyak hal, dan saya tidak akan segan-segan berbagi ilmu kalau memang saya mengetahuinya, bahkan sampai ke tips-tipsnya yang paling sederhana sekalipun. Bahkan saya mau mengantarkannya belanja ke warung, karena warung terdekat tidak ada cabai hijau. Saya hanya ingin menularkan apa yang sudah ibu saya ajarkan, perempuan harus bisa memasak, karena dari dapur segalanya berawal. Memasak tidak hanya melulu mengolah makanan untuk mengenyangkan, tapi juga menyehatkan dan wujud cinta kasih dan pengabdian seorang perempuan pada keluarganya. Memasak juga bicara tentang mengelola ekonomi keluarga.  Saya memulainya dari orang-orang terdekat disekitar saya. dan ini adalah hasil masakannya


Ayam Cabai Hijau
 
Mau resepnya?????
Bahan :
                - Ayam / telur puyuh / ati ampela / tahu goreng (pilih yang disuka) bersihkan/rebus jika perlu
                - Bawang Merah 5 biji, bawang putih 3 biji
                - cabai hijau besar sesuai selera + cabai rawit
                - 5 batang serai (untuk ayam 1kg)
                - salam lengkuas

Cara Memasak
  •  Potong2 ayam sesuai selera
  • Iris bawang merah dan bawang putih juga cabai Iris halus serai
  • Rebus ayam sampai mendidih dan buang airnya
  • Tumis separuh cabai yang sudah diiris sebentar saja kemudian dihaluskan
  • Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum
  • Masukkan cabai yang sudah dihaluskan dan serai yang sudah diiris.
  • Masukkan ayam beri air…masak hingga matang
  • Masukkan cabai hijau sisa sesaat sebelum diangkat
  • Memasaklah dengan hati
  • Selamat Mencoba

Siang beranjak perlahan, saya kangen ngobrol sama kamu....kangen gurauanmu....kangen sekali...ahhh



17:00
Mencari Nya
Sebuah komunikasi transendental yang berlinangan airmata, semua kekesalan luruh habis bersama isak dan jatuhnya airmata, saya benar-benar merasa begitu kecil di hadiratNya. Now…I surrender Lord….really surrender…. in YOU.


Hidup dan Mario Teguh
Minggu malam kalau tidak pake acara lupa, atau acara lain, kami selalu menongkrongi metro TV untuk nonton MTGW lanjut Just Alvin. saya tidak akan menceritakan apa saja yang saya dapat, cuma saya akan menceritakan pembicaraan kami tentang pak Mario. seperti yang kita tahu, banyak komen nyiyir tentang Pak Mario di internet, hidup tak semudah omongan Mario Teguh atau yang ada yang lebih kasar lagi, saya tidak akan sampaikan disini. nah teman saya bercerita, temannya update status mengomentari mereka yang menyebut hidup tak semudah omongan Mario Teguh, dia menuliskan kalau memang yang disampaikan Mario Teguh baik dan jika dilakukan membawa perubahan baik, kenapa tidak?
saya bukan seorang penggemar fanatik beliau, saya juga tidak akan membela atau bagaimana, tapi kita memang hidup di dunia yang demikian terbuka, suka dengan statement2nya ya silakan dipakai dan dipraktikan tidak suka ya sudah, abaikan saja tidak perlu mengomentari sedemikian rupa, sama saja dengan resiko kita memiliki akun facebook dan twitter, dimana timeline kita akan penuh dengan status, tweet, segala yang dishare, dan itu adalah resiko kita karena kita bergabung dalam media sosial, tidak suka tidak usah dibaca, suka silakan di like dan dikomentari. se simple itu sih sebenarnya.

lampu itu kembali menyala...
rasa kangen saya membawa saya memberanikan diri untuk membuka lagi "omah ungu" saya, saya melihat lampu itu menyala....melihatnya menyala saja saya sudah senang. dan saya tidak mempunyai keberanian untuk menyapa. entah sampai kapan rindu ini akan menemukan muaranya.

Saturday, July 28, 2012

titik...tanpa meskipun


Kemarin.
Saya move on ruangan, (sayangnya hati sungguh sangat “ngeyel” tidak juga mau disuruh move on. BIARKAN SAJA. Saya sudah capek. [Akhir-akhir ini, saya suka sekali dengan kalimat biarkan saja]…saya mau nikmati saja, sampai tuntas…tas…tas…meski sudah lebam disana sini).
Anyway…ini ruangan baru saya….


Dengan dua computer rasanya saya sudah kayak orang IT saja … satu server dan media lalu lintas data ke pusat, satu computer saya tempat saya bekerja dan media lalu lintas saya di dunia maya :) yang membuat jari jemari saya semakin lincah menari diatas keyboard, jadi ingat pepatah practice make perfect, pepatah yang saya amini dan sudah saya buktikan :p . Inilah kawan-kawan terbaik saya  menghabiskan hari [namanya kawan baik, pake ngambek juga, kalau kepanasan suka mogok/mati sendiri, mungkin kalau computer itu bisa ngomong dia akan bilang, kamu aja manusia kalau panas/capek istirahat masak saya nggak]
jadi…kamu…..kalau capek istirahatlah..jangan ngoyo….(kenapa selalu berujung ke kamu….???? Eanaaahhhhh……)

Semalam.
Karena lelah teramat, semalam akhirnya (cetak tebal) saya bisa tidur cepat, lelah raga yang menyamarkan lelah di jiwa, setelah beberapa malam tidur menjelang pagi. Benar kata kamu (bagaimana saya bisa move on, setiap peristiwa entah hati atau pikiran saya, selalu mengkaitkannya denganmu) lelah bisa sejenak menutupi luka. Saya bisa tertidur dengan headset ditelinga melantunkan butiran debu nya rumor bolak balik sampai saya dengar seorang teman membangunkan teman sekamar saya untuk sahur. Kalau cassette mungkin sudah bundet sodara….. gara-gara nonton hitamputih sorenya saya jadi memutar kembali lagu itu….dan…… aku tanpamu butiran debu……:(

Siang ini,
Saya menjelajah “dunia burung”, dunia tempat para burung-burung, mereka menamakan dirinya tuips, berkicau apa saja, mulai dari yang merdu menginspirasi, mengisak, hingga yang mengumpat seolah dia hanya tinggal sendiri di dunia ini, yang kalau kata teman saya, orang seperti itu kalo meninggal yang busuk duluan mulutnya…saya tersenyum geli mendengar teorinya, bagian mana dari tubuh yang busuk duluan ketika meninggal tergantung pada tingkat keparahan bagian tubuh orang tersebut dalam berbuat yang tidak baik selama hidup. ia berbicara seolah dia tahu apa yang terjadi di lubang kubur :))

Dan sayapun menemukan sebuah tweet yang berbunyi
Sayang itu kan hak. Tidak disayang balik itu resiko. 
Whuaaaaa…..menohok sekali. Saya kemudian berpikir iya ya…itu resiko, seperti minum kopi dengan resiko sakit maag bagi yang menderita. Mau merasakan enaknya kopi ya harus berani menanggung resiko. Yaa sudahlah…saya terima resikonya. Toh dengan menyayangi saja saya sudah bisa merasakan indahnya, meski tidak seindah jika menyayangi dan disayangi. Keputusan untuk menyayangi sudah saya ambil, saya terima resikonya, dan itu tidak mengubah apapun. Saya sayang kamu Titik. tanpa meskipun

sore ini, saya berencana ke rumah teman. beberapa waktu yang lalu perjalanan kesana adalah perjalanan yang sangat membahagiakan, bersama mu, bahkan kamu mau mengantar kemudian menjemput lagi....ahh waktu itu yang ada dalam pikiran saya, betapa baiknya dirimu...saya jadi kangen lagi...hiks...hiks... dan sekarang saya harus menempuhnya sendiri. (kan.....lagi-lagi berujung ke kamu...*sigh) teman saya menyarankan menginap sebenarnya, tapi saya sedang dalam keadaan tidak nyaman untuk tidur, saya takut mengganggu dengan penyakit kesulitan tidur saya yang membuat saya glibak-glibuk di tempat tidur yang pasti akan menganggu. Oiya saya kesana karena mendapat pesanan ibuknya yang sudah saya anggap seperti ibuk saya sendiri untuk membuatkan wajik. sebenarnya beliau mau beli pada saya, tapi saya tidak mau, seperti sama orang lain saja, saya bilang pada teman saya untuk membeli bahannya nanti tinggal saya buatkan, tapi transportasi dan akomodasi termasuk makan dan snack ditanggung...hahaha.....sadis....
baiklahhh....mari kita lihat apakah saya mampu mengingat jalan kesana.....??? semogaaaa tidak pakai acara tersesat.....:))....Palembang...please be nice


Palembang begitu manis sore ini…saya selamat pulang pergi dari kost ke rumah teman saya tanpa panduan, tanpa acara nyasar. Tahukah kamu…? Menuju  ke rumah itu seperti memutar slide perjalanan kita, bahkan si kecil bigel…ah dia masih ingat padaku meski lama tidak kesana…tante seyi…begitu dia memanggilku dari lidah kecilnya, aku teringat terakhir kali kesana ia menanyakan dirimu, kali ini tantenya yang menanyakan, biasanya tante seyi kesini sama siapa…? saya hanya terdiam tak menjawab apa-apa.  Perjalanan pulang pun hanya dipenuhi oleh kenangan akan kita pernah melalui jalan ini, sampai saya melihat senja dari balik ilalang….for God sake…benar-benar luar biasa indah…matahari demikian bundar, jingga sempurna,  diatas padang ilalang yang seperti menusuk-nusuk bulan. sayang sekali saya tidak berani mengambil gambarnya karena didaerah pekuburan, padahal sungguh moment yang luar biasa. Dan seperti yang pernah saya bilang…senja selalu berhasil membuat saya menjura pada Sang Pencipta…meski saya sedang tidak dalam hubungan yang bagus denganNya….Terpujilah Engkau...

Catatan di penghujung malam.
tinggal dua jam lagi maka hari ini akan menjadi kemarin di menit pertama esok. dan semua masih sama. malam adalah milikmu seutuhnya. tak terbagi. bahkan meski sudah tidak lagi ada tegur sapa dan gurauanmu mengisi malam. ahh....rindu ini demikian menyesakkan, ia menjadi terdakwa atas insomnia yang mulai menjangkitiku lagi. maaf, aku belum juga bisa menepikannya, jangankan menepikannya, ia justru semakin meradang. dan aku hanya menunggu keajaiban, ya aku masih mempercayainya, seperti ilalang yang kulihat tadi sore..kering oleh ganasnya kemarau, dalam ayunannya diterpa angin dari suara gemrisiknya terdengar lantunan doa memohon hujan pada langit, dan hujan ditengah kemarau bukanlah kemustahilan dari sebuah keajaiban. seperti ilalang itulah aku...menunggu keajaiban Sang Maha Cinta untuk memercikkan sedikit saja air suciNya pada sebuah hati....sebuah hati yang padanya aku berharap mengabdi..

ahh Selamat Malam Tuhan....
pasti banyak proposal permohonan yang masuk malam ini....
tolong pertimbangkan milik ku Tuhan....
I beg You.....

dan kamu....
apapun yang menjadi bahagiamu....aku aminkan dalam doaku malam ini
Selamat Malam.... 




Thursday, July 26, 2012

yang berkelindan di pikiran saya hari ini

Jika HIDUP ibarat buku, harapan adalah halaman berikutnya, 
Jangan berhenti membaca
M. Aan Mansyur | @huruf kecil

entah sudah berapa kali saya membacanya, pagi ini saya membacanya lagi karena ketika saya membuka akun "halaman muka" saya, scrooling saya berhenti pada status penyair favorit saya yang saya share di timeline saya kemarin. kalau kemarin saya hanya ingin berbagi, agar orang lain yang membaca ikut terberkati, pagi ini saya benar-benar "membaca"nya...pakai hati dan pikiran yang tumben-tumben sejalan, mereka adalah kedua "makhluk" (kalau saya boleh menyebutnya demikian) yang jarang sekali bisa sejalan. biarkan saja.
dear @huruf kecil,
terima kasih [lagi] untuk quotenya, saya tidak akan berhenti membaca....!!! catat ya....:)

pagi beranjak pergi memberi kesempatan siang mengganti
dan masih kamu.....yang tidak juga beranjak pergi dari hati dan pikiran saya [untuk persoalan yang satu ini sedari awal mereka sejalan]
aaahh,...saya kangen sekali...teramat sangat.....:'(

siang benar-benar bertahta, terlihat bijaksana dari sini karena dengan arif mengatur awan-awan sesekali menutupi matahari yang pada jam segini sedang cinta-cintanya pada bumi.
dan saya menuliskan beberapa penggal kalimat yang terlintas dikepala, untuk dijadikan sebuah cerita, yang entah untuk apa saya tulis, terkadang berharap untuk bisa dibaca dan membuat orang lain terberkati, selebihnya hanya karena saya merasa menulis adalah media yang paling pas untuk saya mengeluarkan isi hati saya daripada bercerita pada orang lain.
dan ini beberapa penggal kalimat itu

"...kita perempuan nduk..dan selamanya akan tetap menjadi perempuan...dan ketika hidup menuntut kita untuk menjadi lebih tangguh dengan segala kenyataannya yang berbicara tanpa nurani...kita harus siap...titik tanpa tapi. sebab kita lahir di bumi ini karena ketangguhan seorang perempuan dengan bertaruh nyawa."
Hari ini, hari lahir Chairil Anwar...penyair itu...

aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari, berlari, hingga hilang pedih peri
- aku -

ahh...puisi ini pun mengingatkan aku padamu...yang sedang berlari, berlari hingga lelah membungkus luka....luka yang sama kini menganga padaku...tapi aku tidak ingin berlari, karena aku tidak pernah kuat berlari....sejak dulu....berlari hanya semakin memperparah lukaku dan menambah sakit...aku memilih diam di tempat dan mencoba berkawan dengan luka hingga kami bisa berteman baik, hingga luka bukan lagi pedih tapi hanya sebuah gurat-gurat yang bercerita bahwa aku pernah rapuh.


seorang yang menyebut dirinya Sebut saja namanya Disa menulis puisi pendek tentang Tuhan di blognya.

Aku tahu mengapa Kau jadi Tuhan: 
Kau selalu tahu aku butuh pelukan dan tetap Kau kabulkan 
padahal aku baru saja mabuk-mabukan. 
Terima kasih, Tuhan, 
semoga Kau suka puisi

sebuah puisi dari kacamata pendosa yang masih dianugerahi berkat, tentang Tuhan, memang Tuhan bisa dilihat dari berbagai kacamata. dan aku ingin menuliskan sebuah puisi juga tentang Tuhan...dari kacamataku siang ini...dan beberapa malam kemarin...ya siang ini dan beberapa malam kemarin saja, karena pasti kacamataku tentang Tuhan akan berbeda ketika aku bertemu senja, atau pagi atau senyum kanak-kanak....dan banyak hal sederhana lain. puisiku pasti akan sama dengan seorang yang suka mabuk-mabukan itu yang masih dikabulkan doanya. Ini puisiku

Aku tidak tahu mengapa Kau jadi Tuhan
doaku tiap malam tidak Engkau kabulkan
doanya, dulu, sewaktu ia masih berdoa, juga tidak Engkau kabulkan
aaah..sudahlah Tuhan....
aku tahu apa jawabanMu......
semoga Engkau tidak suka puisi.....

petasan kembang api terlihat meriah dari balik kaca jendela, cara merayakan (entah apa yang mereka rayakan) dengan membakar uang yang seharusnya masih bisa digunakan untuk yang lebih bermanfaat, sedekah misalnya, mungkin sih terdengar klise dan sok dermawan, tapi saya sama sekali tidak melihat manfaat dari menyalakan petasan kembang api, demi kesenangan? kebahagiaan? ah andai mereka tahu betapa jauh lebih membahagiakan andai uang itu diberikan pada mereka yang membutuhkannya untuk sekedar makan malam ini. atau kalau tidak mau dibilang sok dermawan, membeli buku saya rasa lebih bermanfaat, saya bayangkan jika setiap petasan yang dinyalakan itu dibelikan buku....ahhh pasti anak-anak Indonesia akan jadi luar biasa. mimpi kali yeee......

sementara ada yang berkelindan didalam perut saya ingin memberontak keluar, ohhh....please jangan mulai yaaa....sudah cukup sesak ini jangan ditambah lagi dengan perut yang rewel....saya tidak akan kuat....

malam ini saya menyadari satu hal, melupakan tanpa rasa benci itu hampir mustahil dilakukan....ya hampir... dan hanya keajaiban yang mampu melakukan sisa dari yang hampir mustahil itu....dan ini tentang melupakanmu...ketika tidak ada yang salah pada dirimu, ketika tidak ada sebab yang bisa kujadikan alasan untuk membencimu....melupakanmu adalah hal yang mustahil bagiku....entah aku bisa atau tidak...ketika rasanya dalam setiap helaan nafasku ada bayangmu....

Selamat malam Tuhan,
ini letih dan pedih begitu mendidih....
ketika malam meninggi....
beri sedikit saja penawar Tuhan,,....sedikit sajaa....
karena saya ingin tertidur....dengan lelap...malam ini....