Thursday, November 10, 2011

~.tentang hidup yang tidak hanya untuk hari ini.~




Lihat itu Gendhis…..

Ulat itu tidak pernah tahu bahwa hidupnya hanya sampai esok pagi…

Esok hari dia harus tinggal dalam ruang kosong yang sepi….

Tapi hari ini dia masih demikian bersemangat menghidupi diri…..


Bernyanyi..menarilah dan terus berlari….

Tinggalkan tawa dalam setiap jejak langkahmu….
Karena hidup tidak hanya untuk hari ini ....Gendhis….
Masih banyak senja yang harus kau nikmati …
Dan masih banyak pagi yang akan selalu setia menanti….

Tuesday, November 8, 2011

~.mewujudkan impian.~




Mario Teguh pernah berkata dalam satu episode MTGW di Metro TV : cara terbaik untuk mewujudkan impian kita adalah "segera bangun dan bekerja keras". . . . !!!!!
kataku : yaa. . .mandi mandi dulu lah pak. . .minum-minum dulu….makan…..nah baru bekerja keras :-D. . . .

Tanpa bermaksud mendebat Pak Mario, kadang kita manusia dalam melakukan sesuatu termasuk mewujudkan impian kita, tidak mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, bangun langsung bekerja keras….sampai ditengah perjalanan, ada yang kehabisan energi…ada yang terlupakan…dan hal-hal kecil lainnya yang tidak dipersiapkan sebelumnya pada akhirnya semuanya menjadi berantakan….alih-alih mewujudkan impian tapi karena masalah kecil saja impian menjadi lenyap dan kita harus mulai dari bangun lagi….

Saya ingat mempunyai teman yang mengikuti wawancara kerja di perusahaan minyak bonafid schlumberger….ia telah melewati tahapan-tahapan panjang tes tertulis dan wawancara sampai akhirnya hanya tinggal 2 orang saja, dan kemungkinan dia yang terpilih sangat besar….schlumberger….didepan mata….tapi apa yang terjadi, hanya karena salah jam wawancara dia harus kehilangan impiannya….pagi-pagi dia melupakan hal-hal kecil seperti mengecek jadwal wawancara…..sangat tragis.

Hal yang sama pernah saya alami saat ujian akhir semester….karena tidak melihat jadwal dengan benar, saya harus rela mengulang 1 semester untuk mata kuliah hukum internasional karena nilai tidak keluar akibat tidak mengikuti ujian akhir. Banyak cerita-cerita kegagalan dalam kehidupan, dalam mewujudkan impian… hanya karena masalah-masalah kecil yang sering kita sepelekan dan tidak dipersiapkan lebih dulu dengan baik.

Jadi, mandilah dulu sebelum mengejar mimpi……:D

Monday, November 7, 2011

~.tentang belajar dari kesalahan.~


Berbuat kesalahan adalah kelemahan manusia. . .tapi. . .
Belajar dari kesalahan merupakan kekuatan manusia. . .
=Doraemon-the movie=


Minggu, 6 november 2011, Hari Raya Idhul adha, dan ini Palembang….suasana hampir menyerupai lebaran, semua toko dan warung nasi (yang ku tahu) menutupkan dirinya…beeeehhh sungguh diluar dugaan, padahal tidak punya persediaan bahan masakan di kulkas, hanya tersisa telor dan mie instant. 11.30 perutku konser, karena sedari pagi belum bertemu sesuatu yang bisa digiling. Untung ada nasi, jadilah sebutir telur menjadi scrambled egg diwajan, dan segera disambut standing applause oleh penghuni perutku. Seperti niatku sehari sebelumnya, aku berniat menjadikan hari ini hari tidur sedunia, tapi seperti biasa…aku tidak pernah bisa tidur siang lebih dari 2 jam, tapi thanks God bisa tidur siang sampai mimpi adalah suatu keajaiban dunia bagiku, artinya aku bisa tidur nyenyak sangat.

Kost an sepi banget sore itu, Cuma aku sendiri di lantai bawah, nongkrongin Kick Andy, tapi pikiran malah mengembara ga jelas. Akhirnya aku tinggalin tipi dan menuliskan pengembaraan pikiranku tadi, yang…. Maaf…off the record, biarlah hanya aku dan cicak di dinding yang tau, karena memang tidak ada yang bisa diambil pelajaran karena cuma berisi kecengengan dan ke-metal-an ku.....mellow total maksud e.   Pengembaraanku ditutup dengan senja yang menakjubkan, melihat dari atap kost-an yang disulap jadi tempat jemuran pakaian, si mata dewa yang  memerah dan luruh perlahan ditelan bumi dan malam bersiap menunjukkan kemegahannya, sebuah mahakarya dari Sang Maestro yang membuatku merunduk dan menjura pada Sang Pencipta.

Mandi, aku bukan tipe mereka yang yang ada dalam lagu mandi pagi tidak biasa… mandi sore tidak biasa… tidak mandi sudah biasa… badan bau bikin binasa, meski harus melakukan ritual lebih dulu, yang biasanya lebih lama dari mandinya, ritual bawa handuk kesana kemari baru masuk kamar mandi :p
Dan Mario Teguh Golden Ways membuatku melupakan makan malam, tema ane bosan ente, as always selalu memberi pencerahan, bahwa kata bosan itu bersumber dari diri kita sendiri bukan dari keadaan diluar kita, orang yang bisa membuat dirinya sendiri menarik  tidak akan pernah merasa bosan pada situasi apapun dan bagaimanapun. Two tumbs up pak…zuper zekale….as always. Dan masalah mulai timbul disini, perut mulai demonstrasi lagi….minta diisi…tapi otak atas perintah kaki dan tangan mencoba nego dengan perut untuk besok pagi aja ngisinya. Rasanya males sekali beranjak dari sofa untuk bikin mie instant.

Belum lagi motogp seri terakhir terlalu seru untuk dilewatkan, pelajaran berharga kudapat semalam, “jangan berhenti berusaha sampai kita menggapai garis finish karena kita tidak pernah tahu ada keajaiban apa di detik terakhir”…Ben Spies rider Yamaha yang di lap terakhir dan di detik-detik terakhir bisa melampaui Stoner, harus mengakui keunggulan Stoner yang tidak mau menyerah didetik terakhir dan menggeber motornya kemudian unggul 0.015 detik lebih dulu dari spies. Stoner melengkapi gelar juaranya dengan memenangkan seri penutup tahun ini. Dan kali ini perut bener-bener tidak mau diajak musyawarah dan mulai anarkis menggedor-gedor lambung, asam lambung mulai naik seperti semprotan sampanye sang juara, bahkan sepotong brownies bukannya menenangkan tapi justru membikin aku ‘jackpot’. Indikasi yang tidak main-main, artinya aku harus segera mencari antasida doen dan MAKAN…tapi sepertinya semua sudah terlambat…..semalam suntuk aku harus merasakan aksi lambungku yang salah tingkah dan galau to the max…..

Dan doraemon benar, berbuat kesalahan adalah kelemahan manusia, dan kalau aku boleh menambahkan berbuat kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya adalah hmmm…aku ga menemukan kata yang tepat…ada sih tapi agak kasar…tidak usah saja…tidak layak untuk disematkan pada ciptaan Tuhan yang katanya paling mulia ini. Intinya, belajar dari kesalahan baik kesalahan kita sendiri maupun kesalahan yang orang lain perbuat adalah kekuatan manusia, dan saya belum mempunyai kekuatan itu, saya belum bisa belajar dari kesalahan yang lalu, masih sering jatuh dalam kesalahan yang sama terutama dalam hal disiplin makan, kalau teringat sakitnya saya langsung berjanji saya tidak akan mengulangi lagi kesalahan yang sama, tapi biasanya akan terulang lagi nanti, orang jawa bilang itu kapok lombok…entah sudah berapa banyak yang mengingatkan dan saya sendiri pun sadar apa yang saya lakukan akan menyakiti diri saya sendiri pada akhirnya, tapi masih juga dilakukan… saya hanya berharap semoga saya segera bisa memiliki kekuatan yang seperti si doraemon maksudkan…belajar dari kesalahan…tidak hanya dalam disiplin makan tapi dalam segala lini kehidupan. Semoga 

Thursday, November 3, 2011

~.tentang hakikat cinta.~


Sang Benih berkata "Jangan bicara lagi tentang cinta!"

Begitulah kata terakhir yang dipesankan Sahabatku, Sang Benih, sebelum ia akhirnya meninggal dunia, "Jangan bicara lagi tentang cinta!" Aku mau minta penjelasannya lebih lanjut, tapi tak pernah kudapatkan penjelasan dari mulutnya sendiri, karena kini ia telah bersatu dengan tanah. Tanah yang kutanya pun hanya mengatakan, "Apakah engkau baru kali ini mendengarkan, Sang Benih itu mengatakan, "jangan bicara lagi tentang cinta?" Aku pun menyahut dengan lemah lunglai, "Benar Tanah, aku baru kali ini mendengarkan dia memberikan pesan yang sangat inspiratif tapi juga sangat sulit kumengerti! Kenapa dia bilang begitu? Apakah selama ini aku hanya bicara tentang cinta, tapi dia sebenarnya tidak pernah merasa kucintai?" Tanah itu pun lalu mencoba menjawab, "Sahabatku, aku tidak ingin menjawab pertanyaanmu, ataukah juga menjadi wakil Sang Benih! Tapi bagiku pesan Sang Benih itu, sebenarnya masih bisa berlanjut, "Janganlah bicara lagi tentang cinta, tapi jadikanlah cinta itu menjadi hidupmu, bukan lagi cinta itu terbungkus kata kata manismu!"





Aku terperangah pada Tanah yang sanggup melanjutkan kata-kata Sang Benih. Aku pun lalu tergerak untuk bertanya lagi pada Tanah itu. "Tanah, bagaimana caranya agar aku mampu membuat cinta menjadi hidup?" Sahutnya, "Belajarlah mati, seperti Sang Benih, yang telah mati, akhirnya Dia hidup bukan? Benih apapun butuh kematian, agar tumbuhlah tunas baru lalu perlahan tapi pasti akan jadi tumbuhan dewasa yang matang untuk berbunga dan berbuah!" Aku lega mendengarkan kata kata Tanah itu. "Baik Tanah, aku bisa mengerti! Tapi apa yang harus kumatikan?" Jawab Tanah itu, "Matikanlah dirimu sendiri, dan janganlah merasa dirimu sudah puas dan hebat kalau bisa berkata tentang cinta, padahal engkau hanya bicara, namun engkau belum menjadi kepunyaan Sang Cinta! Kalau engkau sudah jadi kepunyaan Sang Cinta, engkau tidak takut menangggung resiko mati, meski ada banyak serangan, kritikan, bahkan fitnah sekalipun". Aku mengangguk dan tercenung dengan kata kata Sang Tanah ini.



"Tanah terimakasih banyak, aku tak akan bicara lagi tentang cinta, bila hidupku tidaklah menjadi tanda Cinta-Nya". Tanah pun menyahut, "Syukurlah, Sahabatku! Mulailah sekarang, buatlah cinta menjadi hidupmu!



warm regards


bslametlasmunadipr

Sebuah tulisan yang saya dapat dari www.parokiku.org. sedikit memberi pencerahan dalam pencarian akan arti dan hakikat cinta yang sesungguhnya. 

~.tentang the smallest act of caring.~

seperti gitar yang bukanlah gitar sebelum dipetik 
atau cinta yang bukanlah cinta sebelum dipersembahkan, 
demikian juga Kasih bukanlah kasih sebelum ia dibagikan

Tanggal 28 kemarin seperti tahun-tahun yang sudah lewat, selalu menjadi tanggal dan hari yang istimewa buatku, tanggal dimana aku mengucap syukur lebih untuk satu tahun bertambahnya usia, sudah sejauh ini banyak yang terjadi… jatuh bangun, tertawa…menangis…tertawa lagi…melewati jalan-jalan terjal, berbatu bahkan sempat ada badai di tengah perjalanan tapi anehnya selalu ada cerah sebagai penggantinya…kalau melihat lagi kebelakang rasanya tak percaya sekarang aku berdiri tegak disini dan telah melalui semuanya yang dulu terasa tidak mungkin…satu hal yang menjadi catatan ulang tahunku tahun ini adalah ada bangun setelah jatuh…ada tawa setelah tangis…dan ada cerah setelah badai…dan dalam proses itu ada DIA dengan penyertaanNya yang sempurna dan di dalam DIA tidak ada suatu hal pun yang terlalu hancur untuk dipulihkan.
Dan ada hal yang berbeda dalam 3 tahun terakhir ulang tahunku, sejak aku mempunyai account facebook. Artinya orang-orang yang mengucapkan selamat atas bertambahnya usiaku menjadi lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Satu hal kecil mungkin, hanya butuh waktu 1 menit untuk menulisnya tapi sangat bermakna bagiku…dan aku pun merelakan 1 menit yang sama untuk meng appreciate ketulusan mereka.Yaa….. hal kecil yang kadang tidak pernah terpikirkan oleh kita, bahwa hal kecil itu kadang sangat berdampak besar bagi orang lain. Seringkali dalam benak kita berbagi kasih haruslah sesuatu yang ‘luar biasa’ bersifat ‘materi’ atau sesuatu yang bisa dinilai oleh materi, dan itu tidak salah, akan tetapi ketika hal itu tidak ada pada kita, bagaimana?  Ada satu pepatah berkata
"Keep on giving even you have nothing. 
If you can't give what's in your hand, you may give what's in your head, or heart."


Ya, berbagi kasih bisa dilakukan dengan hal-hal kecil yang tulus dari hati kita seperti sapaan, senyuman, sentuhan, (ibu saya punya kebiasaan mengelus-elus punggung saya ketika kami duduk berdua, dan bagi saya itu bentuk kasih yang luar biasa lebih dari kalimat aku sayang kamu, yang membuat saya sangat nyaman, tentram, damai), bahkan teknologi telah memungkinkan kita melakukannya secara virtual, kita dapat melakukan itu lewat sms (saya sering sekali menerima sms dari saudara teman yang mungkin bagi mereka hanya seharga ratusan rupiah, tapi perhatian dan motivasi yang disampaikan sangat berdampak luar biasa yang kadang sangat menguatkan ketika saya sedang down, satu hal yang harganya tak bisa dinilai dengan rupiah, sekali lagi Tuhan memakai banyak cara untuk care pada umatNya), telephone, jejaring social (sayang pada banyak orang lebih sering hanya digunakan untuk tempat mengeluh, termasuk saya dulu, padahal sebenarnya kita bisa berbagi kasih disitu, saling menguatkan, saling membangun untuk hidup yang lebih baik, mungkin kita tidak pernah tahu dampak dari apa kita tuliskan, apa yang kita bagi, nulis status di facebook kayaknya sepele dan cuman dibaca puluhan sampe ratusan orang saja .. Tapi "efek bola salju"-nya bisa saja sangat tak terduga .. Teruslah menularkan "pencerahan" melalui media apa saja yg kita bisa .. Setiap orang punya tanggung jawab sesuai kapasitas dan kemampuannya .., saya seringkali merasa terberkati dari apa yang saya baca di situs jejaring social…..saya menemukan Tuhan disini.
Berbagi kasih…menjadi bermakna bagi orang lain, itulah hakikat dari kebahagiaan…karena kita telah terlebih dahulu dikasihi olehNya, dan kasih dariNya itu sebagian untuk kita tetapi sebagian lagi adalah hak orang lain yang Tuhan titipkan pada kita untuk dibagikan pada sesama…sayaaa jadi ingat tarian kaum sufi dimana tangan kanan menadah dan tangan kiri menelungkup….artinya dari setiap berkat itu memang ada yang sepenuhnya untuk kita dan sebagian lagi adalah hak orang lain yang dititipkan Tuhan kepada kita.  Selamat berbagi J cause happiness only real when shared…..

Tuesday, November 1, 2011

~.tentang berdamai dengan masa lalu.~


Terkadang aku begitu gamangnya saat kembali bertemu di ‘ujung jalan’ setelah sekian lama berpisah di persimpangan
Terkadang aku memilih untuk diam daripada terlibat dalam ‘perbincangan’ yang akan membuka kembali kotak masa lalu yang sudah tersimpan rapi di sudut gudang
Sebuah kotak yang telah menyimpan banyak hati yang tersakiti karena sebuah kata cinta yang berdiri diatas perbedaan
Dan terimakasih kau telah membuatnya menjadi mudah, pada akhirnya kita bisa menjadi kawan seperjalanan berdamai dengan masa lalu.
Karena bagaimanapun juga dulu kita pernah berbagi cerita dan cinta bukan angkara
*dua malam yang lalu ketika kita bertemu di ‘ujung jalan’ 

Monday, October 31, 2011

Lantunan Kidung Tawdah




Lantunan Kidung Tawdah 
(untuk para musafir yang datang dan pergi)

ini siang
yang merintih ditenggelamkan malam
membawa cerita-cerita yang berserakan
menjadi sebuah dongeng klasik persahabatan
tentang arti sebuah kebersamaan


ini malam
dan telaga masih tergenang
riaknya menyisakan sesak
untuk sebuah penghargaan

ini fajar
surau-surau melantunkan pujian pada Sang Khalik
dan anak sungai telah mengering
meninggalkan sembab
sekali lagi untuk sebuah penghargaan

ini pagi 
pekik 45 si Jalu pujaan si blorok membahana
membingkai dongeng klasik kehidupan
sebuah dongeng dengan tajuk durian yang jatuh dari surga




Sahabat adalah pemenuhan kebutuhan jiwa
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih 
dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
dan tidak ada berkat yang lebih besar dalam hidup ini
selain memiliki sahabat yang teruji

~.Gerbong 9.~


Bagaikan strawberry yang jatuh dari surga....
itulah saat pertama kali aku melihat perempuan bermata telaga itu…kata lelaki bersahaja itu

Dan ketika aku mulai menyapanya….
penilaianku berubah ia bukan sekedar strawberry yg jatuh dari surga…
ia adalah apel merah yang jatuh dari surga….

Dan setelah satu minggu aku mengenalnya….
penilaianku kembali berubah…..
ia adalah gambaran sempurna dari seorang hawa yang belum tergoda tipu daya iblis….
perempuan berhati telaga.....

Apa yang membuatmu menilai  seperti itu…? Tanya teman seperjalanannya yang berambut ikal.


Kepenuhan seorang perempuan bukan pada saat dia menikahi seorang laki-laki,
melahirkan seorang anak dan melakukan semua hal yang mampu dilakukannya.
Kepenuhan seorang perempuan adalah pada saat ia menjadi seperti apa yang Tuhan inginkan baginya…

(kutipan dari internet yang saya lupa siapa yang menulisnya, maaf mbak mas pinjam kata-kata bijaknya)

Dan setelah satu tahun aku bersamanya…
ia memaksaku berjanji untuk  menjadikan dua  ‘malaikat’ kecil kami,
menjadi perempuan-perempuan seperti yang Tuhan inginkan bagi mereka….
perempuan-perempuan berhati telaga.

Dan tunai sudah janjiku 26 tahun yang lalu....
ketika mereka kupaksa juga berjanji menjadikan putri-putri kecil mereka...
menjadi perempuan-perempuan seperti yang Tuhan inginkan bagi mereka....
kata lelaki itu yang kini kedua mata nya telah basah


Lalu apa yang kau tangisi…..? Tanya laki-laki lain yang juga menjadi teman seperjalanannya, 
yang tak berhenti menghisap kretek….

Laki-laki itu menerawang jauh…...
masih terlihat sisa-sisa kegagahan di masa lalu…
kerut-kerut diwajahnya mulai nampak jelas terlihat sebagai gambaran perjuangannya ,
kulitnya legam terbakar matahari…..
ia menghembuskan nafasnya dalam-dalam dan berbisik lirih :
aku hanya merindukannya…..sangat merindukannya…..
aku seperti  melihat dia dalam diri kedua putriku…..
ia membuatku dan memberi ku kesempatan menjadi seorang laki-laki sejati….
menjadi pejantan tangguh….
selamat malam pejantan tangguh itu adalah kata-kata yang selalu dia ucapkan sebelum tidur.

Pernah suatu kali aku menanyakan padanya mengapa ia memanggilku seperti itu.
Ia berkata, karena engkau adalah lelakiku, didada mu aku menangis,
dipundakmu aku bersandar, dibahumu aku letakkan semua bebanku…
engkau pergi dengan segenggam semangat tiap pagi
dan pulang membawa sekeranjang warna warni pelangi di sore hari,
hujan badai kau arungi… jalan terjal dan berbatu kau lewati tiap hari tapi kau selalu bisa pulang membawa senyum…senyum kelelahan…tapi dari situ aku tahu bahwa engkau ‘laki-laki’…engkau tangguh…

Itu kalimat terakhir dari laki-laki itu, karena sedetik kemudian dia mengejang dan memegang dadanya….dan detik berikutnya kepalanya terkulai lemah, senyum kedamaian menghiasi wajah teduhnya. Sejenak kemudian gemparlah Gerbong 9 Kereta Jayagiri tujuan Jogjakarta.

Sementara di dua rumah mungil disudut ibukota empat bayi mungil tak berhenti menangis digendongan ayah ibunya yang terdiam setelah menerima telephone dari orang yang mengaku teman seperjalanan ayahnya..


*terinspirasi oleh lelaki bersahaja yang dititipi 4 orang putra putri yang masih sangat kecil oleh istrinya tercinta dan tetap sendiri sampai akhir hayatnya. Simbah kakung Moelyo Atmojo.

Saturday, October 29, 2011

~.tentang perempuan hujan.~



mereka menyebutnya perempuan hujan…
karena setiap hujan turun ia selalu berdiri didepan jendela
dari kedua mata hujannya ikut mengalir dua anak sungai …

ingatannya selalu kembali pada peristiwa 7 tahun yang lalu kata ibu pemilik warung
ketika hujan membawa orang yang dicintainya kembali pada penciptaNya
ketika gerimis dan tanah merah mengubur mimpinya bersama ksatria malamnya

Ia akan berhenti menangis ketika hujan reda
Tapi  tak akan bergeming sampai kedua tangan kokoh yang legam terbakar matahari merengkuhnya
Dan tangan yang sama itu menunjukkan kejaiban alam 7 warna di barat daya
Ada pelangi sehabis hujan kata lelaki itu sambil mengecup lembut keningnya

~.tentang hujan.~



tiap butir hujan adalah kapsul waktu berisi memori

yang setia memenjarakan kita, pada masa ketika-semuanya-masih-baik-baik-saja.

ketika semangkuk indomie rebus berbuah puji
ketika sepinggan tahu telor berbuah janji
ketika secangkir hot chocolate berbuah red rose
sampai hujan juga mengiringi perpisahan kita di persimpangan jalan
dan.................
suara petir yang menggelegar menghapuskan semuanya sampai hujan berikutnya
Terpujilah Dia yang memainkan hujan dan petir

Wednesday, October 26, 2011

~.tentang sesuatu yang terjadi semalam.~


Keikhlasan bertamu dan menginap semalam di kehidupanku.....
dan aku bahagia...akhirnya aku bisa menghadirkannya.....
setelah sekian lama aku mengundangnya datang......
tapi ia tidak pernah berkenan datang dan menginap.....

mengapa? : kataku semalam
karena belum ada kasih pada dirimu : katanya
siapa bilang? aku memilikinya : sanggahku
aku hanya bicara fakta, dimana ada kasih disitu aku pun ada : katanya
..............................................................



Dimana ada kasih disitu ada ikhlas dan teman-temannya

Tuesday, October 25, 2011

~.tentang mengeluh.~

Sebuah tulisan yang pernah dipublish di catatan facebook ku pada 4 Agustus 2009 obrolan ringan di warung pecel masih tentang mengeluh (yang sampai saat ini akupun masih belajar untuk menguranginya)...sebuah percakapan imajiner yang aku kembangkan dari comment-comment di status facebook ku..entah yang mana lupa, semoga bisa semakin mengingatkan kita untuk senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita...karena hanya dengan bersyukur kita bisa berhenti mengeluh.


Mbok Welas [MW] : "dadi akar iku kudu kuat nduk. . .piye uwite arep bakoh. .nek akar e ora kuat? Keno angin sithik ambruk"

Cipluk [C]: "ternyata ora gampang dadi akar yo mbok. . ."

Yu Ngati (YN): "jane gampang kok mbak. tinggal jalanin aja tugase akar dg baik, tulus, ikhlas, ora nggrundel.... ngono mbak"

Cipluk: leres niku yu. . .hah ning kulo tesih menungsa biasa je. . .karep e niku nggih mboten nggrundel. .ning mboten saged. . .lidah tak bertulang

Yu Ngati: "emg e kulo dede menungso nopo? kulo niki -mbok elek-elek koyo niki- (smbl nunjuk2in dadanya) nggih menungso lho mbak...
kulo niki jarang ngibadah lho mbak, tp berdasarkan pengalaman idup kulo niki, nek mung nggrundel men nopo trs gawean rampung? malah tugase sbg akar mboten berkembang. niku sing biasa nggrundel niku nggih si bagong bojo kulo niko....."

Cipluk : "wah njenengan tyt ckp bijak nggih yu. . .resep e nopo yu? Lha mbok ditularke teng Kang Bagong niku. . ."

Mbok Welas: "Yu Ngati iku bnr nduk. . .nggrundel. .ngeluh. .podo wae ora mensyukuri hdp. . .cobo nek koe meh arep nggrundel ngeluh. .itungen berkah sing wes diparingi Pengeran. . ."...

Cipluk:[diam dan terpaku] mlh nyanyi 'ku tak sanggup. . . .'

Yu Ngati: lha njenengan kok malah uro-uro to mbak? wong diparingi wejangan sae ngeten kok. mbok welas niku guru kulo, mbak. kulo men sering terpana kok nek mbok welas ngenei wejangan. jan arief tenan. pdhal nek didelok wajahe niku bodo lho mbak, tp kok bijaksana banget...
yo ra mbok....

Cipluk: "lha kulo spicless....ngertos mboten yu artine..? hah nek kulo ken ngetang berkahe Pengeran nggih kris dayanti tho yu...niku nek banyu dadi mangsi trus langit dadi kertas e lak nggih mboten cekap ngge nuliske berkahe Pengeran....."

Mbok Welas : wah sampeyan kok ngece aku lho yu....wong ... bijaksana iku ra didelok seko wajahe tapi seko rupane..hehehe podo wae yo yu......lha aku ki mung ngandani genduk kui lho yu....lagi hoples jare....lha genduk kui rak angot-angotan..nek dong semangat 45 nek dong yo ngono kui yu

Mbok Welas: nduk, mulakno kw sok nonton kick andy.
nek kono akeh hikmah sing iso dijukuk.
koyo wingi, soal anak2 ambon sing korban perang saudara...
mereka nganti kaliren mergo sakploke perang raono sing dodol koyo aku ngene kiyi, turu yo ming sak nggon-nggon nengi hutan. wah jan mesakke tenan. lha kowe ki nduk, wis diparingi Gusti berkat sing melimpah. opo-opo wis cemepak (paling sing durung mung pacar hehehe), lha kok isih angot2an... ki piiye nduuuuuuk, nduk!

Cipluk: wah kulo ki yo sok ntn kick andy mbok. . . nek kelingan. . .xixixi. . .lha niku lho mbok. .nek pas ntn. .gemregah zemangad. . .neng nek mpun bali teng kehidpan nyata. . .nopo sing dideleng, dirungoke, diroso. .menguap je mbok. . .ah tp aku arep nyobo meneh tangi seko mimpi. . .berusaha . .pasti iso. .dongake yo mbok. .yu. . . . .


Bahwa hidup itu harus disyukuri......adalah cara terbaik untuk bisa menikmati hidup itu sendiri..... terlalu banyak berkat yang diberi kalau kita mau menghitungnya (kalau bisa lebih tepatnya).......itulah sangu kita selama dalam perjalanan yang masih sangat amat panjang (mungkin) agar bisa menikmatinya... jadi ingat petikan lagu Dewa 19... Jalan Masih Panjang Masih... ada waktu tersisa...Coba kuatkan dirimu...Jangan berhenti disini ...nananana.... Tegar meski harus merangkak terusannya lupa....... Dan satu lagu lagi yang syairnya luar biasa lagu D'Masiv ....menggantung 5 cm di dahi.....menyelubungi rongga dada....memompa semangat.....untuk sampai disana.....di tujuan hidupku......



D'Masiv - Jangan Menyerah

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff #1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

Dedicated to : semua sahabat sahabat terkasih.......keep on spirit yah......

Monday, October 24, 2011

~.aku dan kopi.~




Berawal dari suka ‘ngrusuhi’ (aku tidak bisa menemukan padanan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia untuk kata itu, seperti juga kata kunduran [bis] dan kelungguhan) itulah perkenalanku dengan kopi. [cerita selanjutnya adalah aku ask a friend dia…we are friend…close friend…kemudian aku jatuh cinta, gayung bersambut trus in relationship with….karena satu hal menjadi it’s complicated, and pada akhirnya aku harus nge blocked dia, yang tersisa hanya harapan someday aku bisa nge unblocked dia dan kami bisa balikan dan tak terpisahkan oleh apapun termasuk oleh sakit maag :) hmmm....membayangkan aroma kopi]

…. Ngrusuhi orang makan dan minum itu memang enak, menyeruput seteguk kopi buatan kakak akan terasa lebih sesuatu daripada kalau bikin sendiri, sama nikmatnya dengan satu dua sendok makanan sejuta umat bikinannya.
Berawal dari situlah aku menjadi addict dengan yang namanya kopi. Mulai seminggu sekali…kemudian dua hari sekali….lanjut tiap malam dan nyandu kalau tidak minum kopi badan rasanya salah tingkah. Secangkir kopi menjadi nutrisi untuk menemani ku melewati tengah malam dan menyambut dini hari untuk lembur kerjaan atau hanya sekedar browsing, menulis, chating (tentang ini nanti akan menjadi 1 bab tersendiri dalam theNorthStory, witing tresno jalaran soko chating ping limo )…kebiasaan tidak sehat bagi tubuh tapi sangat menyehatkan bagi jiwa….berkelana dalam gelap malam…berada dalam dunia tanpa kata…antara ada dan tiada….ketika dalam diam duduk terpekur…menyadari diri hanyalah satu titik dalam semesta yang begitu megah…dan pada akhirnya hanya 1 kalimat yang terucap : Terpujilah Dia yang menjadikan malam.

Sesuatu yang awalnya hanya berawal dari keisengan kemudian karena kebiasaan menjadi addict…nyandu dalam bahasa yang lebih membumi. Satu hal yang kemudian membuatku berpikir tentang masalah kebiasaan…..’the power of kebiasaan’. Segala sesuatu kalo dibiasakan, dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan akan menjadi kebiasaan, seperti prilaku saya minum kopi…pada awalnya hanya iseng-iseng kemudian menjadi teratur…terus menerus akhirnya addicted. Dan sebaliknya pula dari addicted kemudian saya biasakan mengurangi minum kopi sampai bisa berhenti sama sekalipun karena kebiasaan.

Jika kebiasaan ini diterapkan pada kehidupan kita sehari-hari, kebiasaan melakukan hal-hal baik mulai dari pekerjaan rumah sampai menolong orang lain maka kita akan melihat hasil yang luar biasa. Kebiasan bangun pagi, berolahraga, makan makan sehat, tidur yang teratur akan menjadikan tubuh kita sehat (sesuatu yang benar-benar mahal harganya saat ini), kebiasaan bekerja teliti, cekatan, rajin akan menjadikan seorang karyawan menjadi karyawan teladan yang akan demikian mudah dipromosikan.... kebiasaan peduli kepada orang lain, menolong, berbagi, murah hati. menghormati, menghargai, akan membuat orang banyak respect kepada kita, (dan bisa kita bayangkan betapa damainya dunia ini jika setiap orang mempunyai kebiasaan ini),kebiasaan yang terlatih seperti memasak dan keahlian lainnya akan membuat orang tersebut menjadi expert, seorang Deddy Corbuzier adalah seorang expert karena kebiasaan yang terlatih, dan hal luar biasa lagi adalah kebiasaan berpikir positif yang akan membentuk karakter seseorang yang tentu saja akan menjadi kunci suksesnya. Jadi Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Dan kehebatan the power of kebiasaan juga bisa diterapkan dalam hal-hal negatif, perilaku buruk seseorang bisa dikurangi dengan kebiasaan, kegemaran saya minum kopi yang membuat lambung saya ga kuat bisa saya kurangi dengan kebiasaan...dikurangi sedikit-sedikit lama-lama menjadi terbiasa dan bisa melepaskan diri dari kopi, setiap prilaku buruk, malas, mengumpat, kasar, dan sifat-sifat buruk lainnya bisa dikurangi dengan kebiasaan....semuanya hanya butuh kemauan...dan kebiasan...demikian luar biasanya the power of kebiasaan, kalau begitu mengapa tidak mulai sekarang memulai kebiasaan baik...dan memulai kebiasaan mengurangi sifat yang tidak baik....semua hanya bisa dimulai dengan mau dan bertindak dan kita akan menjadi terbiasa.....yuuukkkk mareeeee.....

Saturday, October 22, 2011

~.tentang kunang-kunang.~



Duluuuu…..waktu masih kecil, di tempat tinggalku ketika belum banyak ruko-ruko dibangun, masih ada satu dua kunang-kunang pada malam hari, pernah suatu malam ketika PLN sedang bercanda yang ga lucu, pada gelapnya malam aku melihat seekor kunang-kunang, kecil…bagai satu titik cahaya dalam gulita malam yang pekat..terlihat indah sekali waktu itu…itu pertama kali aku melihatnya secara langsung, dan melihatnya kembali dalam jumlah yang banyak dalam film Dealova…entah kunang-kunang betulan atau bikinan…tapi sangat indah dan romantis banget. Ben Jhosua dan Jessica Iskandar mandi cahaya kunang-kunang…..haissshhh….adegan Richard gere naik tangga (padahal dia phobia ketinggian) untuk ngasih bunga ke Julia Robert dalam Pretty Women sebagai adegan film paling romantis menurutku aja kalah…karena adanya kunang-kunang itu.

Kiniiii…..ah entah kemana perginya makhluk kecil itu… pada makhluk kecil itu Tuhan menunjukkan keMahaanNya….yang sampai saat ini manusia belum bisa sekedar meniru teknologi Nya. Tuhan menciptakan kunang-kunang sebagai makhluk yang bisa mengeluarkan cahaya tapi tidak panas, dulu aku pernah menangkapnya dan memang demikian adanya, meskipun ia mengeluarkan cahaya tapi ia tidak panas, seperti lampu pijar. Itulah uniknya kunang-kunang yang belakangan aku tahu cahaya itu bernama luminescence (manusia baru bisa sampai pada taraf menamai :)). Energi yang digunakan oleh kunang-kunang untuk berkelip dirubah hampir 100% menjadi cahaya, dan sedikit sekali yg menjadi panas. Bandingkan dengan lampu pijar yang hanya merubah 10% energinya menjadi cahaya, sedangkan sisanya menjadi panas. Hal ini menunjukkan bahwa manusia belum mampu menandingi teknologi Tuhan… Praise the Lord…:)

Dan…………….
makhluk kecil itu juga ternyata mempunyai filosofi luar biasa….ia mengeluarkan cahaya [meski kecil] ditengah gulitanya malam…ia menggunakan sebagian energi dalam tubuhnya untuk bercahaya menerangi sekelilingnya…tidak peduli sinar itu demikian kecil atau tidak berarti bagi makhluk lain…tidak peduli tidak ada yang menghargai apa yang telah dilakukannya…ia tetap bercahaya sepanjang hidupnya…

Bukankah suatu prinsip hidup yang harus ditiru….kita dianugerahi hal-hal luar biasa oleh Tuhan..masing-masing diberikan berbeda-beda untuk digunakan supaya bisa bercahaya menerangi sekeliling kita…kadang kita berpikir kita terlalu kecil untuk menjadi cahaya bagi sekeliling kita…jika itu yang terjadi…berhentilah berpikir seperti itu….dan lihatlah kunang-kunang meski cahayanya kecil tapi meninggalkan kehangatan bagi setiap jiwa yang melihatnya. Kita tidak akan pernah tahu dan tak perlu tahu apa yang orang lain pikirkan tentang cahaya kita…yang hanya kita perlu lakukan hanyalah terus bercahaya…..spread your light and warm for everyone who see you……

Kunang-kunang jantan di rimba malam
Kau tak pernah tahu kerlipmu adalah harapan


Kita tak pernah tahu bahwa cahaya kita adalah harapan bagi orang lain…maka dari itu bercahayalah terus…..keep on lighting……

Wednesday, October 19, 2011

~.tentang kemarin.~

=eleven minutes=
…………berawal dari sebuah “glenikan” di sebuah comment note antara yang empunya note dengan tamunya tentang sebuah novel yang katanya ciamiiikkk…."http://www.facebook.com/#!/notes/eko-putro-mardianto/malaikatku-manja-banget/1206862146" akupun penasaran dan meminjam *menggunakan prinsip ekonomi dengan sebaik2nya :p)* novel tersebut.
…eleven minute………..Paulo Coelho…pengarang the Alkemis yang terkenal itu yang sampai sekarang ebooknya belum kubaca…..penasaran juga ceritanya tentang apa …hmmm….sebelas menit itu…..untuk membacanya aku harus melawan rasa kantuk yang akhir2 ini seperti selalu datang lebih awal dari biasanya…dan juga harus bersaing dengan “kak fadhil” yang baik hati itu :p
…lembar ptm…kedua…ke10…ke-50….terakhir…… hhhmmmmmmmmmmmmmmmmmmm………… begitulah…..gak mampu untuk menceritakan ulang…..tapi ada bagian yang ditandai oleh si empunya buku…..hmmm…..ngeri juga sama takdir itu..untuk membayangkan gak sanggup….semoga bukan takdir ku…….:) itu artinya…aku harus keep on fighting……….ahhhh semoga….please pray for me……
…..ada lagi satu bagian yang aku suka banget..begini petikannya…..………….melemparkan sebutir kerikil kedalam air danau. Muncul lingkaran-lingkaran kecil ditempat jatuhnya kerikil itu, dan menjadi semakin besar, hingga menyentuh seekor bebek yang kebetulan lewat dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan kerikil itu. Si bebek tidak merasa takut akan gelombang yang muncul tiba-tiba, malah dia bermain-main dengan ombak itu. …………
eorang pelukis tahu pasti saat dia menemukan model yang tepat. Seorang musisi tahu pasti saat alat musiknya telah ditala dengan sempurna.
Dan disini, didalam buku harianku, aku menyadari sepenuhnya bahwa ada kalimat-kalimat tertentu yang ditulis bukan olehku, melainkan oleh perempuan yang memiliki “cahaya” didalam dirinya. Aku bisa saja terus seperti ini, tapi aku juga bisa seperti bebek didanau itu, menikmati dan menyambut gelombang yang datang tiba-tiba dan mengacaukan air danau. Kerikil itu memiliki nama : antusiasme. Kata itu bisa digunakan untuk menggambarkan indahnya pertemuan menggetarkan jiwa antara dua manusia, tapi bukan hanya itu. Antusiasme ini juga ada dalam debar-debar menghadapi yang tak terduga, dalam hasrat untuk melakukan sesuatu dengan sepenuh jiwa, dalam kepastian bahwa kita akan mewujudkan sebuah impian.Antusiasme ini mengirimkan sinyal-sinyal yang membimbing kita sepanjang hidup, dan terserah pada kita untuk menafsirkan sinyal-sinyal itu.
Aku ingin percaya bahwa aku sedang jatuh cinta pada seseorang. Pada seseorang yang tidak kukenal dan sama sekali tidak cocok menjadi bagian dari rencana-rencanaku. Selama berbulan-bulan mengendalikan diri, menyangkal cinta, hasil akhirnya justru sangat berlawqnan : aku telah membiarkan diriku terpesona oleh laki-laki pertama yang memperlakukanku sedikit berbeda. ……….dengan begitu aku bisa kehilangan dia tanpa perlu menyalahkan diri sendiri karena telah melewatkan sebuah kesempatan lagi. Dan kalau memang itu yang terjadi, kalau memang aku sudah kehilangan dia, setidaknya aku telah memperoleh satu hari yang sangat bahagia dalam hidupku. Dan mengingat seperti apa dunia ini, satu hari bahagia sungguh hampir-hampir merupakan keajaiban.
………….satu petikan yang mengingatkanku pada satu kisah yang baru saja menjadi bagian dan mengisi satu bab sendiri dalam “the north story”…sangat berbeda….dan membekas..satu kisah saja yang begitu kuat sehingga berhasil menenggelamkan kisah2 lain ke dalam peti mati…….Ahhhh…..kok jadi ngelantur kemana2……intinya ….ternyata cuma eleven minute ...itu benar....:) bagi yang belum baca…recommended deh pokoke….

Laksda Adisucipto, 26 Mei 2010 
 ini catatan yang pernah kutulis, aku sudah hampir lupa dengan isi bukunya...harus dengan susah payah mengais ingatan tentang Maria tokoh dalam novel itu, tapi kisah yang mengiringinya masih sangat kuingat ...waktu itu dengan susah payah aku mencoba menguburnya, tapi kini ketika hati  sudah bisa berdamai...melihat jejak-jejak hari kemarin dalam bingkai hitam putih...ada penyesalan untuk beberapa hal....ada ucapan syukur untuk banyak hal...ada pelajaran luar biasa untuk dipetik...tapi tidak pernah ada yang sia-sia...aku bisa membacanya dengan tersenyum...


itulah kemarin...kemarin terasa berat...hari ini sudah terasa ringan, kemarin begitu menyesakkan...hari ini bisa tersenyum dengan lega, kemarin aku menangisinya...hari ini aku menertawakannya, kemarin terasa begitu sulit...ternyata hari ini aku bahkan sudah melewatinya dan ada kesulitan yang baru, tidak ada yang abadi...kalau kemudian ditanyakan lalu apa maksud semua ini...? kenapa harus ada masalah, harus ada penderitaan, harus ada ujian, meminjam istilah Eros Sheila on 7 "mengapa ada sang hitam bila putih menyenangkan"... Jawabnya: supaya kita tangguh, supaya kita menjadi orang hebat... supaya kita bertumbuh dan akhirnya berbuah bukan hanya untuk dinikmati sendiri tapi untuk juga bisa bermanfaat bagi orang lain....


Sekali lagi Tak ada yang abadi....



Tuesday, October 18, 2011

~.[masih] tentang DIA.~


Kehidupan keseharianmu adalah kuilmu dan agamamu

Kahlil Gibran

Agama kadang membuat konsep tuhan menjadi begitu njlimet...padahal IA begitu sederhana, nyata, dalam kehidupan sehari-hari. IA ada dalam eksotika pagi, ketika fajar menyingsing, pada nyanyian burung, pada mekarnya anggrek bulan, pada segelas nasi yang ditanak, pada 5 menit adegan film sponge bob, pada suara Sydney Mohede, pada sms seorang kawan, pada petikan gitar seorang teman, pada gorengan depan penginapan, pada wajah seorang teman yeng ditekuk, pada sebungkus nasi padang, pada keluhan seorang teman, pada guyonan teman kantor, pada video Sammy di Harmony, pada tumpukan cucian, pada gerimis di sore hari, pada obrolan di depan TV, pada megahnya senjakala, pada celotehan Dedy corbuzier dan tamunya, pada obrolan di tempat parkir, pada kata-kata Mario Teguh, pada lelucon OVJ, pada bioskop Trans TV, pada status di FB, pada tulisan di blog, pada ritual melipat tangan sebelum tidur, pada malam yang menjauh, pada mimpi yang terlupa, sampai fajar kembali menyingsing lagi.....begitu sederhana bukan...begitu nyata...begitu dekat...tinggal buka mata...buka telinga...buka hati...dan kita menemukanNYA.


Pengalaman seorang Dee (Dewi Lestari) dalam perjumpaanya dengan Tuhan pernah dituliskannya di blog nya, yang saya kutipkan dibawah ini :



Brunch and Lunch with God  Dalam pekan yang sama, saya bertemu dua orang muda, sama-sama pria, sama-sama lahir pada bulan Januari, dan yang lebih signifikan lagi, mereka adalah profil nyata dari apa yang selama ini saya kisahkan lewat Supernova. Para pengembara spiritual muda, urban (bahkan gaul), yang jiwanya telah terbangun dan kembali bersua dengan Tuhan yang bersemayam di dalam diri. Profil semacam itu kerap saya analogikan dengan tokoh komik Lucky Luke. Koboi penyendiri yang berkelana dengan kuda putih. Lucky Luke adalah passer by sejati. Dia tidak pernah menetap di satu tempat, sekalipun selalu diminta. Komik Lucky Luke selalu ditutup dengan adegan di mana dia kembali sendiri, menunggang Jolly Jumper, menghadap horizon tempat matahari terbenam, menyenandungkan lagu yang sama: “I’m a poor, lonesome cowboy...”
 Saat kami berbicara, seketika saya tahu kalau hubungan kedua teman saya dengan Tuhan bukan lagi tuan dan hamba, melainkan seperti sepasang kekasih. Tak jarang mereka ‘bingung’ bagaimana harus ‘beribadah’, karena komunikasi mereka dengan Tuhan teramat dekat hingga format ritual standar tak lagi diperlukan. Bagi yang terbiasa mengenal Tuhan lewat pihak ketiga, baik lewat orang, institusi, maupun manuskrip, pasti janggal mendengar obrolan mereka. Andai kita mundur ke konteks ratusan tahun yang lalu, saya tidak akan heran jika teman-teman saya ini dirajam atau disalib. Kekasih Tuhan yang sedang ekstase dimabuk cinta adalah orang-orang yang sangat berbahaya. Namun pada masa ini saya dapat menemui mereka di gelato bar atau sushi bar dengan aman sentosa. Teman lunch saya keluar dari pekerjaan nine to five demi mendalami penyembuhan, sementara teman brunch saya mendalami seni lukis dan masih kerja di stasiun teve-nya anak muda. Bagi yang masih berharap bahwa profil para spiritualis itu harus berjubah, berjanggut, dan tua renta, pasti kecewa melihat mereka. They’re just the guys next door. Kita akan berpapasan dengan ratusan profil seperti itu saat jalan di mall atau saat clubbing. Saya tidak bisa meluputkan fakta itu saat mengamati gaya mereka bicara, menyimak proses pencerahan mereka, sembari melahap sushi dan menyuap gelato, dan saya menyadari apa yang selama ini hilang dari sekitar kita. Profil Tuhan yang mudah diraih. Tuhan yang asyik-asyik aja. Tuhan yang trendi. Tuhan yang gue banget. Tuhan yang menyuarakan kebenaran kekal dalam bahasa gaul. Saat kita pergi ke bagian spiritual/rohani di toko buku, bisakah kita temukan Tuhan seperti itu? Dengan mudah kita temukan Tuhan dari perspektif dua ribu atau lima ratus tahun yang lalu. Namun perspektif akan Tuhan yang berpijak pada kekinian sungguh susah dicari, nyaris tidak ada. Saya meyakini para ‘lentera’ muda itu bukan cuma dua-tiga jumlahnya. Dan saat mereka bersuara, atau diberi kesempatan bersuara, sumbu-sumbu yang bersemayam di hati banyak orang muda lainnya akan tersulut dan menyala. Tidak ada yang otentik dari kebenaran. Kebenaran adalan kebenaran. Sama bunyinya dan sama gaungnya sejak semesta ada hingga hari ini. Namun pengalaman setiap individu atasnyalah yang selalu otentik dari zaman ke zaman. Ini yang telah menjadi langka di sekitar kita. Otentisitas. Otentisitas pengalaman kedua teman saya mengingatkan kembali pada otensititas pengalaman pribadi saya dengan Tuhan. Pertemuan kami bagai koboi-koboi pengelana yang berjumpa di jalan dan bertukar cerita. Dalam kesendirian di setapak masing-masing kami tahu kami tidak sendiri. Pertemuan semacam ini oase bagi batin dan oksigen bagi nyala api hati. Setelah berpisah, kami bertukar sms. Lucu. We all thought that we just had meetings with God. God within ourselves. God in a rice roll, God in an ice cream cone. God in a pair of jeans. God that carries a digital camera. God the authentic. God the dude. Who wouldn’t want one?
http://dee-idea.blogspot.com/2006/07/brunch-and-lunch-with-god-unpublished.html


Dan beberapa waktu lalu [lagi-lagi] saya menemukanNYA di novel yang saya baca....yang kemudian saya bagikan di facebook saya :)) . Tuhan yang menegur saya, lewat novel karena saya membiarkan orang-orang disekeliling saya berkabung akibat sikap saya yang kalau saya pikir2 lagi sangat amat "njelehi ". 






Selamat berjumpa denganNYA.....:)





~.bekerja dengan cinta.~



Kerja adalah cinta, yang mengejawantah
Dan jika kau tiada sanggup bekerja dengan cara
Hanya dengan enggan
Maka lebih baik jika kau meninggalkannya
Lalu mengambil tempat di depan gapura candi
Meminta sedekah dari mereka
Yang bekerja dengan suka cita

Dari sang Nabi, Kahlil Gibran 

Jogja waktu itu sangat panas, di tempat tinggalku yang masuk dataran tinggi yang biasanya dingin dan sejuk terasa panas juga, bahkan malam hari selimut tebal yang biasanya menemani tidur berganti dengan stand fan dan itu bukan sesuatu yang biasa…. entah mengapa. Siang itu waktu istirahat dan aku berniat keluar untuk makan siang…menyusuri wilayah babarsari sendirian sambil memikirkan ingin makan apa……akhirnya aku memilih bakso aku sudah lupa namanya yang jelas dipojok tikungan dekat Universitas Proklamasi, bakso gorengnya enak sekali disana,

Ketika aku duduk menunggu pesanan, tiba-tiba mataku tertumbuk pada satu sosok mas mas dengan peluh bercucuran, muka yang mining-mining berjalan dengan membawa tas besar yang nggenteyong di pundaknya, dengan membawa kaos kaki dan ikat pinggang berjalan hilir mudik menawarkan dagangannya tak kenal putus asa mesti berkali-kali ditolak mentah2…masih tetap terus berjalan dan tersenyum pada setiap orang yang dijumpai sambil menawarkan dagangannya..

Saat itu…aku merasa Tuhan sedang menegurku, karena keluhan-kaluhanku kepadaNya tentang pekerjaan yang saat itu rasanya menjemukan, ketika pekerjaan sudah tidak lagi sesuai job desc, ketika rasanya reward yang didapat tidak sesuai, ketika untuk suatu kesalahan ada sanksi sementara untuk prestasi tidak ada penghargaan, yang semuanya membuatku sangat tidak bersemangat untuk bekerja. Saat itu rasanya seperti Tuhan berbicara kepadaku lewat apa yang aku lihat.…betapa selama ini aku tidak pernah benar-benar bersyukur dengan apa yang telah kudapat…aku tidak perlu bekerja dibawah garangnya sinar matahari, aku hanya duduk didepan kompie didalam ruangan ber AC, aku tidak perlu berjalan hilir mudik menyusuri jalan yang berdebu……

Peristiwa itu benar-benar menyadarkanku untuk mengucap syukur atas apa yang telah kuterima….dan bekerja semaksimal mungkin karena tidak pernah ada sesuatu yang sia-sia….siapa menabur ia akan menuai…..kalau saat itu belum terlihat reward dari suatu kerja keras nanti pasti akan ada saatnya. Do and give your best…aku yakin semua yang terbaik akan mengikuti….




*Buat mas2 nya thanks ya….keep on fighting….hope you will get the best…

*Buat Penjaga Jiwaku….terima kasih Tuhan,,, 
Kau pakai banyak cara untuk menyadarkanku, menegurku, mengajarku, membuatku lebih baik…….

Lagu Kla Project berikut ini selalu menjadi inspirasiku untuk bekerja dengan cinta meski kadang apa yang terjadi jauh dari harapan.

HEY…

Hey! Angkat wajahmu
Bermuram durja tak guna
Susunlah lagi rencana yang harus engkau benahi
Bangun jiwa, bangun raga bijana
Hey! Bertahanlah
Kegagalan adalah satu sukses tertunda
Jangan ragu, tetap pada arahmu sejak dulu
Keyakinan, pengharapan, teguh dalam tujuan
Bekerja dengan cinta
Bagai Sang Pencipta
Membentuk citra insaninya
Satukan dirimu seutuhnya...
Hey! Siagalah
Raih kesempatan begitu kau jumpa
Atur nadimu seiring irama bumi mengalun
Bangun jiwa, bangun raga bijana
Bekerja dengan cinta
Bagai Sang Pencipta
Membentuk citra insaninya
Satukan dirimu seutuhnya...
Sebar benih penuh kemesraan
Hingga panen tiba
Kita tuai kegirangan...
Satukan dirimu seutuhnya...