Saturday, January 21, 2012

~.tentang cerpen yg kutulis 2 tahun yang lalu.~



Tiga Hari Yang Lalu………………


Namaku Kinar, keluargaku dan teman-teman dekat memanggilku Aar, kalau mama biasa memanggilku Kinaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrr…..(dengan segenap kekuatan yang beliau punya). Sejak ada Facebook, aku menemukan dunia baru selain dunia yang kujalani, satu hari pun tak terlewatkan tanpanya, meskipun hanya sekedar melihat news feed hari ini, banyak hal berguna , pengetahuan-pengetahuan baru kudapat tapi tidak sedikit juga yang gaje-gaje….lebay bin alay….termasuk aku…kadang-kadang…..:) (lebay bin alay never die :D)
Aku pun memposting status hari ini (biasanya bisa seperti minum obat, 3X sehari atau pagi sesudah makan dan malam sebelum tidur) 
…..tolong….. pahami dengan nurani……

…post……..loading……your status has been posted……
“Kinaaaarrrrrrrrrrrr…!!!!!!” panggilan mama yang penuh vibrasi menggema seantero rumah mungil kami, kulempar hape ku ke tempat tidur bergegas menghampiri mama, sebelum teriakannya didengar produser Log Zelebour, gak banget deh punya mama rocker. ”Yes mam…..!!!!” jawabku lembut tepat dibelakang telinganya membuat telur yang mau dipecahkannya mencelat ke atas tepat mengenai 2 ekor cicak yang sedang  bercengkerama.
“…..Kinaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrr!!!!!!!!!” …waduh kali ini candil serious gak ada apa2nya deh
“……berkali2 mama bilang jangan suka mengageti mama…..”
“…….ups maap mam…kinar gak bermaksud………..”
“Sudah…sudahh…..itu antarkan brownies pesanan tante Meli…SEKARANG,,,,!!!!  sudah ditunggu…..”
Mateng aku, berarti aku harus ketemu Noel, duh Gustiiii….gimana ini..? 
“….Tapi maaaammmm……kinar kan capek banget baru aja pulang….emang bibi kemana……?”
“Bibi lagi nyuci, lagian kalo bisa kamu kerjakan sendiri kenapa harus bibi…..”
“Tapi mam….. kalo ada bibi kenapa harus dikerjain sendiri…..”
“Kinaaarrr…bibi disini untuk membantu….kaaa…….”
“Iyaaaa…iyaaaa maaa….”
sebelum jadi pidato kenegaraan….aku beranjak mengambil brownies pesanan tante Meli….
Sepanjang perjalanan…aku komat kamit….Ya Tuhan….kinar butuh bantuan nih….tolong bawa Noel bersamaMu dong…eh maksud kinar tolong buat Noel pergi dari rumahnya….kinar belum sanggup untuk bertemu dengannya setelah peristiwa kemarin…..Please….Tuhan…..
Pagar warna hitam sudah di depan mata…..jantungku mulai berdetak laksana bedug maghrib….dengan sedikit gemetar aku pencet bel….pada pencetan yg ketiga…muncul mbak Nung pembantu tante Meli…….aku melihat ke langit biru dan tersenyum…..You are so Good…as always :) saat aku berbasa basi sebentar dnegan mbak Nung, kulihat Noel keluar dari rumah menuju garasi….sebelum dia melihatku aku segera pamit dengan mbak Nung dan beranjak dengan kecepatan yang luar biasa…melebihi kecepatan cahaya…(once again..lebay never die..)  


Dua Hari Yang Lalu…..
…..Jiwaku tenang dalam dekapan hangat sayap malaikat….
Mereguk anggur kebebasan semu, diantara setumpuk timbangan perbuatanku…..

…post……..loading……your status has been posted……


Statusku 2 hari yang lalu sewaktu menunggu kak Tora di XXI….
Hari ini aku janjian sama kak Tora mau nonton eat pray love, sehabis nganter mama belanja aku langsung bergegas mandi, aku tidak mau mendengar kak Tora nyanyi Indonesia Raya jika dia pulang aku belum siap, beep….zrrrtt….sms dari kak Tora
…..sorry ya ndut….UGD rame banget….barusan ada kecelakaan besar…kayaknya nontonnya gak jadi malam ini…maap ya nduut…sebagai permintaan maapku ada toblerone dua untuk ndut ku tersayang..:)
Aarrrrgghhh……derita punya kakak anggota korps baju putih, sudah untuk yang ke banyak kali kejadian seperti ini terjadi, aku sendiri heran mbak Laras begitu sabar dan setianya berada disamping kak Tora, selama hampir 7 tahun, tidak beranjak sejenak pun mendampingi kak Tora yang ujudnya seperti kloningan Takuya Kimura cuma agak sedikit gelap yang menurutku semakin menambah kegantengannya. Kak Tora memang mewarisi garis wajah papa yang Japanese asli..sementara aku mewarisi garis wajah mama yang Javanese asli….(untungnya gak kepleset mewarisi garis wajah palaeo javanicus) aku suka iri dengan kak Tora, tapi berulang kali dia bilang….
“Tuhan itu maha adil ar….kamu mirip mama saja udah ngabisin stock cowok di kompleks ini…apalagi mirip papa….wahh……bisa-bisa……” kalimatnya tidak selesai  karena rubik ditanganku sudah melayang kearahnya.
Kak Tora yang IQ, EQ, ESQ nya diatas rata-rata, Kak Tora yang mandiri, bahkan membiayai kuliahku dengan kerja sampingannya, Kak Tora yang sudah menjadi kepala keluarga sejak aku SD karena papa meninggal karena cardiac arrest, Kak Tora dengan seabreg prestasi yang membuat aku jadi tenggelam tidak ada apa2nya dibanding dia, Kak Tora yang workaholic, yang tidak ada dalam kamusnya kata malas, dia benar-benar mewarisi etos kerja orang Jepang, perpaduan yang mematikan pokoknya, dengan segala yang ada pada kak Tora, banyak cewek2 ngantri untuknya tanpa dia harus pake parfum nya pria maskulin itu dan entah mbak Laras beruntung atau sial….tapi kurasa butuh hati seluas kolam renang  untuk mendampingi kak Tora….


Gak ada kata maaf….dan simpan saja toblerone mu itu DOKTER TORA….engkau akan menyesal seumur hidupmu jika malam ini kita tidak jadi nonton…..


Sent…….aku membalas sms kak Tora sambil tersenyum, aku tau pasti dia akan berpikir dua kali membaca smsku ini, sms yang tidak biasa….
Daaan….beep …zrttt…


Kita ketemu di XXI satu jam lagi ar….kamu naik taksi yaaa….beep me kalo sudah sampai sana yaa……


Yesss…! aku tersenyum penuh kemenangan…..kesampaian juga nonton Julia Robert. 
Jogja malam itu terlihat begitu eksotik, membuatku enggan untuk pulang…..
“Kak……kita nongkrong dulu yuk di kilometer nol….sambil nunggu gudeg ceker keluar….”
“Kasihan mama ndut….sendirian dirumah….”
“Malam ini aja kak…sekaliiiiiii ini saja, anggap aja ini permintaan terakhirku…..”
“Hussshhhh…ngomong apa sih kamu, baiklaaaahhh, telphone mama dulu gih”
Kami pun menyusuri jalan-jalan utama Jogja menuju kilometer nol…..dan tidak sampai 15 menit kami tiba disana, kami mengambil tempat di depan BNI, memandangi kendaraan yang berlalu lalang, kak Tora sibuk mengambil gambar dengan DSLR nya yang gak pernah turun dari ransel doraemonnya, kilometer nol memang termasuk sudut jogja yang eksotik diambil gambarnya dimalam hari, aku pun tidak luput jadi obyeknya….
“Sinilah kak….aku ngajak kesini bukan untuk ngambil gambar….”
Kak Tora pun duduk disampingku….
“Aku baru tau disini cantik sekali kalo malam, kayak kamu nduut….eksotik….” katanya sambil ngacak2 rambutku…..
“Halloooooo…..kemana aja selama ini….???? makanya jangan kerja muluuu kak….sekali-kali refreshing…..denger ya kak sesekali pencetlah tombol pause dalam hidup kakak…mulailah menyenangkan diri sendiri….jalan2….aar tau kamera kakak itu sudah lama ga dipake kan….?”
“Hmmmm……”hanya itu respon kak Tora
“Kak…..mau curhat nih…..menurut kak Tora, poliamori itu gimana…?”
“Opo kui nduuut…..?”
“Poliamori kak..sepeti lagunya Calvin Jeremy…dua cinta dalam satu hati…bisa dua atau lebih…..salahkan itu kak….?”
“Kenapa memangnya ndut…??? Kamu mengalaminya???? Siapa laki2 malang itu…? Noel diantaranya…?”
“Iya kak…Noel dan Keenan….kakak belum mengenal keenan…..aku menyayangi mereka kak….aku ga tau kenapa bisa terjadi….” 
“Ndut….kata Dewi Lestari hati itu seperti air….mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah, ada gravitasi  yang secara alamiah mengaturnya…..demikian juga hati……siapa yang mengaturnya…kamu…??? Noel…??? Keenan….?”
“Aku juga tidak tahu…..lalu kalau kemudian kamu tanya salahkah itu, aku pun tidak bisa menjawab, tidak ada ukuran baku untuk menilai itu salah atau benar”
“Tuhan menciptakan kita sedemikian rupa ndut, selain hati untuk merasa, kita dikaruniai  akal budi. Cinta itu adalah hasil kerja dari hati yang sebenarnya bisa kita kontrol dan untuk itulah Tuhan mengaruniai kita akal budi yang menolong kita mengontrol kerja hati….mengendalikannya.”
“Ar…..cinta itu tidak menyakiti, ketika kamu mencintai dua orang atau lebih sekaligus dalam waktu yang sama kamu pasti melukai keduanya atau ketiganya, tidak ada orang yang rela berbagi hati, kalo ada yang bilang rela itu nonsense sekali….”
“…..jadi kamu sudah tau kan apa yang harus kamu lakukan ndut, kakak yakin seorang Kinar pasti tahu apa yang harus dilakukan meski itu berarti meninggalkan the best thing dalam hidupnya…..”
“Iya kak……aar ngerti apa yang aar harus lakukan..”
Good girl……Ayo ahhh perutku sudah dangdutan nih ndut…gudeg cekernya pasti udah keluar sekarang.
Kami pun berjalan menuju ke tempat gudeg ceker….


Kemarin…….


Aku tidak membuat status hari itu….sebagai gantinya aku menaikkan sebuah note hasil browsing puisi-puisi Kahlil Gibran yang aku suka….
Entah kenapa aku suka sekali puisi ini……seolah-olah aku yang berada disitu…..sebuah perayaan kematian……


Biarkan aku terbaring dalam lelapku,
kerana jiwa ini telah dirasuki cinta,
dan biarkan daku istirahat,
kerana batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang.
Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa nan mewangi di sekeliling ranjang ini,
dan taburi tubuh ini dengan wangian melati serta mawar.
Minyakilah rambut ini dengan puspa dupa dan olesi kaki-kaki ini dengan wangian,
dan bacalah isyarat kematian yang telah tertulis jelas di dahi ini.
Biarku istirahat di ranjang ini,
kerana kedua bola mata ini telah teramat lelahnya;
Biar sajak-sajak bersalut perak bergetaran dan menyejukkan jiwaku;
Terbangkan dawai-dawai harpa dan singkapkan tabir lara hatiku.
Nyanyikanlah masa-masa lalu seperti engkau memandang fajar harapan dalam mataku,
kerana makna ghaibnya begitu lembut bagai ranjang kapas tempat hatiku berbaring.
Hapuslah air matamu, saudaraku,
dan tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bunga menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar pagi.
Lihatlah Kematian berdiri bagai kolom-kolom cahaya antara ranjangku dengan jarak infiniti;
Tahanlah nafasmu dan dengarkan kibaran kepak sayap-sayapnya.
Dekatilah aku, dan ucapkanlah selamat tinggal buatku.
Ciumlah mataku dengan seulas senyummu.
Biarkan anak-anak merentang tangan-tangan mungilnya buatku dengan kelembutan jemari merah jambu mereka;
Biarkanlah Masa meletakkan tangan lembutnya di dahiku dan memberkatiku;
Biarkanlah perawan-perawan mendekati dan melihat bayangan Tuhan dalam mataku,
dan mendengar Gema Iradat-Nya berlarian dengan nafasku..
~ Khalil Gibran~

Publish……….Your Note has been published
Sebuah note yang pada akhirnya menjadi tempat mendefinisikan kematian…….
Bisma Smash :
….kematian itu sama cenat cenutnya dengan jatuh cinta…..
Bunda Adek : 
….kematian itu seperti membuat salad buah lalu dihidangkan di meja dimana di situ adan citul dan bulbul…akan segera lenyap tak berbekas dalam tempo yang sesingkat2nya…..tapi kadang juga terasa seperti efek sebuah “sentuhan”
Mikha Tambayong : 
..ternyata kematian itu seperti cinta pertama ya ar…bisa jadi puisi yang indah…..
Raul Lemas : 
….baru tau ar kalo jemari anak kecil itu merah jambu..:p
Vinc Cipluk : 
…..sebuah perayaan kematian yang megah……
Nurdin Halid : 
…..kematian itu menakutkan seperti teriakan mundur yang menggema di stadion ……????
Citul Rinapet :
…..orang yang berhenti bernafas itu mungkin seperti CI….
Sir Alex Fergusson :
….kematian itu seperti peluit panjang wasit dalam pertandingan melawan Hatipool kemarin, dan MU (Menangis United) harus menelannya….
Sule OVJ :
….mungkin gak ya kalo kematian itu datang menjemput trus aku bilang…..oooooooooooooooo tidak bisaaa…..
Bonbon Jovi :
…I wanna die on the bed of roses…..
Hari ini…………….
This is my day….yaaaa….my big day……no more status….. 
Tapi kulihat wall ku dipenuhi banyak postingan…..seperti ketika aku ulang tahun bulan Februari lalu…..kak Tora be the first


Taura Bimantara


…..For you were made from dust, and to dust you will return….Love you so much sist….more than everything……I’ll miss you…


kemudian Noel….wew…..the first wall post from him
NOEL Danu Wiratmaja


…..aaaaaarr…..ahhhh andai kau tau…..bersamamu hanya itu keinginanku…..bahkan jika boleh aku memutar waktu kembali….aku akan terima dua cinta dalam satu hati…asal aku tetap bersamamu….selamat jalan peri kecilku….tunggu aku disana……


Keenan Ardhika : 


…….Dimana letak surga itu biarku gantikan tempatmu denganku…. Adakah tangga surga itu biarku temukan
untuk bersamamu…..


Kemudian hampir semua teman kuliah ku….teman2 sanggar…..teman kompleks…. teman SMA sampai SD….


Pukul 14.00 waktu setempat…..
Kulihat Mama bersama kak Tora…..aiiihhhh…ini pertama kalinya aku melihat dia tampil rapi….dan kelihatan sangat ganteng…..kulihat wajahnya sangat tegang sekali merangkul mama yang terlihat sangat layu setelah beberapa kali pingsan…..disekelilingnya berdiri keluarga besarku dari mama…yyaa…aku tau pasti mereka tidak akan melewatkan moment besar ini…..mereka yang biasanya sibuk tidak pernah ada waktu….kali ini benar2 meluangkan waktunya untukku…..:)
Kulihat juga teman2 kuliahku, sahabat2ku dari sanggar pelangi, Mas Abi…...Radith…ia yang kulihat paling sibuk dari tadi…..Bli Kala….sedari tadi ia sibuk dengan ukiran kayu di tangannya, Aish…..kulihat sedang tenggelam dalam rangkaian bunga yang didominasi bunga lili putih kesukaanku….Mei-Mei sibuk dengan urusan logistic….mereka….sahabat terbaik yang aku punya… kulihat juga beberapa teman2 SMA dan SMP ….aku tahu  kini bahwa aku tidak pernah sendiri…….dan Noel……. bahkan masih kulihat cinta dari kelabu sinar matanya… kulihat dia berdiri terpaku dibelakang mama dengan kemeja hitam hadiah ulang tahun dari ku bulan lalu yang sempat diprotesnya “…kok warna hitam sihhhh arr….?????”
“Hitam itu elegan el….kamu pasti akan terlihat gagah dengan kemeja itu…” kataku waktu itu….
Dan memang ia terlihat sangat gagah dengan kemeja itu…kulitnya yang gelap semakin terlihat gentle…..hanya wajahnya terlihat begitu tegang…..tapi tidak mengurangi ketampanannya……ingin sekali aku menghampirinya dan dan memeluknya dan berkata kalau aku sangat menyayanginya….sangat……
Dan…keenan kulihat dia sedang mendampingi Om Nawan (mereka ternyata komandan dan anak buah)…berbicara dengan polisi dan pemilik kendaraan yang telah menabrak ku kemarin sore pada saat aku dalam perjalanan menuju House of Raminten tempat pertemuan aku, Noel dan Keenan
Perlahan lili putih dan melati menaburi tubuhku disusul tanah berpasir….diiringi isak tangis mama….ahhh kak Tora pun meneteskan airmatanya…..perlahan tapi pasti tubuhku telah hilang ditelan bumi dengan nama terpahat di kayu ukiran bli Kala disana….


REST IN PEACE

Kinarya Maharani





Thursday, January 19, 2012

.tentang buku dan secangkir cappucinno.






secangkir hot cappuccino [ternyata] tidak bisa bersenyawa dengan faktur....
tidak ada engkau dalam lembar-lembar faktur itu...
tegukan demi tegukan cairan coklat itu tidak mampu menghadirkanmu....






bahkan thinking of you-nya kitaro pun tidak banyak membantu






mereka barulah kawan seperjalanan yang mengasyikkan
bersama mereka aku membunuh sepi.......
kadang ada engkau dalam lembar ke dua puluh delapan.....
kadang ada lagi di lembar ke lima puluh tujuh......
tidak selalu dalam tiap lembar....
tetapi hot cappucinno.....
selalu berhasil menghadirkannya.....
kembali dan kembali....
ketika aku mencoba mengibaskannya.....
that's why I love book and a cup of cappucinno....



Wednesday, January 18, 2012

~.tentang ucapan selamat ultah untuk seorang kawan.~

Selamat Menggenap Kawan



Dear kawan….
Kawan  yang menggenapkan usianya hari ini atau malah mengganjil? 
ah tak perlu dikhawatirkan, itu hanya hitungan angka yang terus dan akan selalu bertambah..
Selamat ya, untuk semua hal yang telah terjadi dalam hidup mu, tahun-tahun yang telah engkau lewati, 
yang pasti tidak mudah untuk dilalui…tapi nyatanya bisa sampai di titik ini…, 
terlebih untuk kesempatan pertambahan angka di belakang kolom pengisian data usia yang DIA berikan pada mu.
Pokoknya selamat!! Oya saya tidak mendoakan apa-apa untukmu. Karena saya lebih suka engkau berdoa sendiri [bisa kan..? :p], meminta sesuka mu, memohon semau mu, dan saya tinggal membantu mengaminkannya saja….
semoga tergenapi semua yang menjadi harapan dan impian mu, 
serta tergandakan berkat-berkat yang dirimu peroleh.
Satu refleksi yang semoga bisa sedikit mencerahkan…….
Ada seekor ulat hijau di sebuah daun yang segar…..
Ulat itu tidak pernah tahu bahwa hidupnya hanya sampai esok pagi…
Esok hari dia harus tinggal dalam ruang kosong yang sepi….
Tapi hari ini dia masih demikian bersemangat menghidupi diri…..
Berdirilah….kembali berjalan….bahkan berlari….
Tinggalkan tawa dalam setiap jejak langkahmu….
Karena hidup tidak hanya untuk hari ini ....
Masih banyak senja yang harus di nikmati …
Dan masih banyak pagi yang akan selalu setia menanti….
Selamat ulang tahun kawan! Gusti tansah mberkahi

Tuesday, January 17, 2012

~.tentang aku dan malam.~



ini kalo keisengan muncul dan ga ada yang bisa dikerjain


ini juga keisengan yang sama
-the band of sisterhood-



akhirnya berkawan dengan
secangkir cappucinno dan buku
mereka teman seperjalananku mencubiti malam
sambil menikmati langit merah di ufuk timur................ 



Thursday, December 22, 2011

~.tentang puisi IBU.~


IBU
Kahlil Gibran

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia. 
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah. 
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.

Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista. 
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibinya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa 
merestui dan memberkatinya.

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya. 
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan 
dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud. 
Penuh cinta dan kedamaian.


Monday, December 19, 2011

~.tentang 1 lagi puisi ga jelas.~


JINGGA

Hitam pekat
Putih pucat
Membias pada coklat
membawa jingga

Hitam pekat
Putih pucat
membias pada hijau tosca, marun, biru, nila
menoreh jingga

hitam pekat
putih pucat
membias pada kelabu sendu
memedar jingga

hitam pekat
putih pucat
datang sang tanpa warna
menyisipkan jingga

jingga
jingga lagi
jangan pergi
jangan pernah pergi


Friday, December 16, 2011

~. tentang heart to heart.~

=sist.....ol dunk...I need you right now.....=
message sent
2 menit kemudian suara Tompi yg ngeswing abis berkumandang..
"I could stay awake just to hear you're breathing...."

=wait a minute, I'll be there=  balasnya

Yahoo messenger this morning....
She : hi nduk.... how's life?
Me : hi sist....so so
She : heiii what's going on...it's not you with 'so so...'
Me : heh?
She : you always answer the how's life question's with uapiiiikkkkk with your njelehi emoticon
Me : hahahahhahahahaha.......njelehi emoticon? bukan aku seorang yg suka memporak porandakan bahasa...
She : so...? apa yg bisa kupangku?
Me : hehehhe.....
Curhatan off the record berlangsung.....

dan aku terberkati luar biasa dari pembicaraan heart to heart pagi ini yang juga ingin kubagikan.....
“kamu ingin bahagia dan tersenyum dalam dunia jinggamu atau tenggelam dalam tempurung kesedihan yang menyesakkan….semuanya hanya tergantung bagaimana kita mengelolanya nduk….lihatlah dari kacamata bahagia…jangan dari kacamata kesedihan….jika sudah bisa…maka meskipun kesedihan dan kepedihan membebatmu…kau tetap bisa selalu tersenyum…..satu lagi…berbahagia untuk kebahagiaan orang lain yang merupakan mimpi buruk kita, itu sangat tidak mudah…tetapi ketika kamu sudah bisa melakukannya...... sebenarnya kamu sedang berbahagia dalam hakikat yang sebenarnya…”
Me : thanks ya sist...you're the best..
She : kagak ada yg gratis di dunia ini, enak aja udah bangunin orang cuma thanks doang...
Me : hahahahaha......yowes manut aku...
She : mpek2 sak juragan e yoooo....awas nek ora!
Me : hahahha.....yoooohhhhhhh
She : o iyooo sesuk meneh nek meh golek pencerahan sing rodho isuk meneh yooo :( nggugah wong turu wae...lagian kok yoo ra mau bengi lho...
Me : hahahha sorry sist.....mau bengi gerbang Neptunus ditutup gasik dadi aku yo merapat gasik...
She : dasar keboooooo........
Me : berarti dirimu yo kebo...
She : lhaiyooooo.....kan kita sebangsa....hahahhahaha
Me : wkwkkwkw...thanks ya sist....
She : ur wolcome..that's what a friend are for....

-Dan aku memutuskan untuk berbahagia-

Thursday, December 15, 2011

~.tentang sejenak menoleh ke belakang.~


lagu ini membuatku
sejenak menoleh ke belakang
mengurainya lagi
merenungkannya lagi
menggugah haru ku
haru untuk sebuah kasih sayang yang belum terganti

Wednesday, December 14, 2011

~.tentang yang terjadi pagi ini.~

Sebuah dialog yang terjadi pagi ini....
X : selama ini kita sudah demikian baik, apa yang mereka minta selalu kita beri secepat mungkin. tapi apa yang kita terima sekarang, apa balasan mereka...sudah, nanti kalau mereka minta tidak usah diberi...! dengan nada dan raut muka yang ga enak didengar dan diliat.....
Y : wah kalo gitu kita gak ada bedanya dengan mereka dong pak...
X mati gaya tidak bisa berkata apa-apa......

Sebuah pelajaran didapat di hari sepagi ini......
jika baik dibalas dengan baik, lalu apa bedanya kita dengan yang lain?

yang membuat kita 'berbeda' dengan yang lain adalah..........
ketika kita mampu mengasihi yang lain meski apa yang telah diperbuatnya.........
membuat dahi berkerut.................,
membuat hati menciut sehingga tidak bisa menampung kesal..............,
membuat darah naik ke ubun-ubun...................,
membuat kepala kita keluar sungut.................,
membuat kita merapal nama-nama binatang.......,

mari menjadi pribadi yang berbeda, karena sesungguhnya kita diperlengkapi untuk itu....

Monday, December 12, 2011

~.tentang sebuah puisi.~

Nocturne ( A Painting of Night Scene)

Memandang jauh ke ujung batas tanda
Membayang samar selintas gambar
kelabu tak terbaca

(ahh entahlah, kulelah menangkap makna)

Jika itu bukan dirimu
mungkin ia nya adalah....
sosok waktu yang tak kan memberikan restu

--IAA--

Tidak jelas siapa penulisnya, kutemukan di video Rida Sita Dewi yang diunggah di Youtube....
dan aku sangat menyukainya...................................


Saturday, December 10, 2011

~.tentang The Eagle in the Sparrow.~



Burung Elang dalam Burung Pipit [The Eagle in the Sparrow]




Aku menatap ke bawah dan melihat bayangan seekor burung pipit yang sedih dan lemah, selalu mengepakkan sayap-sayap kecilnya menerpa angin, dan saat butir-butiran pasir yang beterbangan menghujam tubuhnya, ia berjuang dengan segenap kemampuannya untuk tetap terbang membungkukkan punggungnya yang telah letih.
Aku merasakan diriku bagai burung pipit itu, terbelenggu dan tak berdaya di bumi ini, dan kesedihan menorehkan luka yang dalam pada asa di dalam diriku yang melemah. Aku telah melihat sebuah gelas yang kosong setengahnya yang membuatku begitu putus asa. Sebenarnya, bagian yang setengahnya yang dituangkan adalah nektar yang telah lama aku inginkan dan butuhkan.
Aku menangis dalam hati.
Aku berhenti dan mencium sekuntum mawar tapi pastinya mawar yang salah.
Aku punya jiwa dan spirit tapi telah lama terlupakan dan jiwa serta spirit itu bahkan tidak saling menyapa.
Di saat aku mengepakkan sisa-sisa daya dan keberanianku ke dalam sayapku yang harus segera aku kepakkan,..Aku benar-benar kehilangan arah tujuan yang telah aku tetapkan.
Aku benar-benar tersesat dimana aku telah ditakdirkan untuk berada. Setiap bidang tanah yang kutandai ada di sini dan aku semakin tersesat dalam hidup ini.
Dalam gelapnya pengetahuanku akhirnya kutemui harapanku dalam kebenaran sejati  yang sama sekali tidak kumiliki.
Aku takkan pernah mencapai tempat yang telah ditakdirkan untukku melalui jalan ini..tak peduli upaya,darah,air mata,keelokan jiwaku,..saat sayap-sayapku terluka oleh makhluk kesedihan yang kuciptakan sendiri.
Dan dalam pengharapan yang hampa ini, yang terbentuk dari penghinaan namun menyadarkan, Aku menemukan angin..bukan hanya angin tapi angin di dalam angin.
Aku berhenti mengepakkan sayapku, membiarkannya, dan mulai melayang..melambung ke angkasa jiwaku yang sejuk dan lembut, kehidupanku yang sesungguhnya sebenarnya tak perlu dicemaskan.
Segala sesuatu menjadi baru dan aku melayang , kemudian membumbung tinggi, tanpa perlu mengepakkan sayap menuju surga.
Sayap-sayapku memeluk langit dan akhirnya jiwaku mengenal lagi spiritku.
Nektar itu bukan di dalam gelas, karena ia telah dituangkan ke dalam jiwaku, dan mawar yang harum mewangi itu ada dimana-mana.
Aku tak perlu berjuang dan melukai tubuhku karena sekarang aku hidup.
Pasir dan angin turut bersamaku di saat aku terbang, saudara-saudaraku ada disisiku, mengusap-usap dan memelukku.
Aku mengamati isi seluruh dunia menghirup dan menghembuskan keindahan murni.
Berat tubuhku menguap bersama napas kelegaan yang kuhembuskan, dan mengisi awan gemawan yang membelai rambutku.
Aku melihat ke bawah,
Burung pipit yang sedih itu tidak ada lagi.
Aku hanya melihat rentang lebar sayap seekor elang berteman dengan angin dari semua angin di mana Elang selalu menjadi bagiannya.


__Charles C.Manz__


Dan aku ingin sekali bisa seperti itu :'(




Tuesday, December 6, 2011

~. tentang lagu Santa Fe.~


suka banget lagu ini...lagu rock dengan balutan biola.....kerennn...

~.tentang pilihan menjadi tua atau dewasa.~



--Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya,
 tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat--


lagi sebuah cerita luar biasa yang menginspirasi, jadi inget iklan rokok itu...menjadi tua itu pasti....menjadi dewasa itu pilihan.....dan banyak dari kita yang abstain ternyata....tidak memilih...:) akhirnya disaat kulit kita nanti sudah seperti disetrika hanya ada penyesalan..mengapa dulu saya tidak ini dan tidak itu...tidak ingin menyesal jika saat itu datang nanti...? mari kita memilih...:) 

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah.
Ia menyapa, “Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku?”
Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, “Tentu saja boleh!”.
Dia pun memberi saya pelukan yang sangat erat. “Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?” tanya saya berolok-olok.
Dengan bercanda dia menjawab, “Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian.”
“Ah yang serius?” pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya.
“Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya!” katanya. Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab. Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana. Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon.
Dengan ringan berkata, “Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu.”
“Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena berhenti bermain. Hanya ada empat rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya.” “Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah berubah menjadi dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan.”
“Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan.” Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi “The Rose”.
Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai. Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan.
Ingatlah, menjadi tua adalah kemestian, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.
Sediakan waktu untuk berpikir, itulah sumber kekuatan.
Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa. (Doa Inggris Kuno)

~.tentang hukum tabur tuai.~




memang aku sedang mellow atau memang cerita yang menyentuh.....
tapi sungguh merupakan cerita yang menginspirasi....bahwa apa yang kita tabur baik itu baik ataupun tidak baik akan kita tuai, saat itu juga, besok, lusa minggu depan, bulan depan, tahun depan.....? kita tidak pernah tahu kapan, tapi pasti akan kita tuai....bahkan sampai ke anak cucu kita.....saya masih merasakan tuaian dari apa yang ditabur oleh kakek saya.....jadi kenapa tidak mulai dari sekarang....mari menabur......
Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.

Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, “Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?”
Wanita itu menjawab: “Kamu tidak perlu membayar apapun”. “Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan” kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata: “Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda.”
Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dr. Horward Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan….Wanita itu sembuh!! Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya,dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya kekamar pasien.
Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa Ia tak akan mampu menbayar tagihan tesebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya. Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut,dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi..
“Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu!!” tertanda, Dr Horward Kelly.
Air mata kebahagian kehilangan membanjiri matanya. Ia berdoa: “Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”

--siapa menabur ia akan menuai--

Saturday, December 3, 2011

~.[masih] tentang puisi Dewi Lestari.~



 yang ini aku sangat menyukainya, yang membuat aku jatuh cinta pada karya-karyanya






Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh


Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berhujung mengenal hidup.
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara.
Engkaulah matahari firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara.
Kau hadir dengan dengan ketiadaan.
Sederhana dalam ketidakmengertian.
Gerakmu tak pasti.
Namun aku terus disini.
Mencintaimu.
Entah kenapa?



AKAR
Engkaulah kilatan cahaya yang menyapulenyapkan segala jejak dan bayang.
Engkaulah bentang sinar yang menjembatani jurang antar duka mencinta dan bahagia terdera.

Engkaulah terang yang kudekap dalam gelap saat bumi bersiap diri untuk selamanya lelap.


Andai kau sadar arti pelitamu.
Andai kau lihat hitamnya sepi di balik punggungmu.

Tak akan kau sayatkan luka demi menggarisi jarakmu dengan aku.

Karena kita satu.

Andai kau tahu.



Dari Novel Supernova - Petir
Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan dan alasan.

Engkaulah petunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam samudra terkelam.
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama namun terasa ada.


Ajarkan aku.
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap.
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut.
Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi.

Tunggu aku.
Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu.

~.tentang puisi Dewi Lestari -Barangkali Cinta-.~


sebuah puisi Dewi Lestari, dan aku menyukainya

Barangkali cinta… jika darahku mendesirkan gelombang yang tertangkap oleh darahmu dan engkau beriak karenanya. Darahku dan darahmu, terkunci dalam nadi yang berbeda, namun berpadu dalam badai yang sama.
Barangkali cinta… jika napasmu merambatkan api yang menjalar ke paru-paruku dan aku terbakar karenanya. Napasmu dan napasku, bangkit dari rongga dada yang berbeda, namun lebur dalam bara yang satu.
Barangkali cinta… jika ujung jemariku mengantar pesan yang menyebar ke seluruh sel kulitmu dan engkau memahamiku seketika. Kulitmu dan kulitku, membalut dua tubuh yang berbeda, namun berbagi bahasa yang serupa.
Barangkali cinta… jika tatap matamu membuka pintu menuju jiwa dan aku dapati rumah yang kucari. Matamu dan mataku, tersimpan dalam kelopak yang terpisah, namun bertemu dalam setapak yang searah.
Barangkali cinta… karena darahku, napasku, kulitku, dan tatap mataku, kehilangan semua makna dan gunanya jika tak ada engkau di seberang sana.
Barangkali cinta… karena darahmu, napasmu, kulitmu, dan tatap matamu, kehilangan semua perjalanan dan tujuan jika tak ada aku di seberang sini.
Pastilah cinta… yang punya cukup daya, hasrat, kelihaian, kecerdasan, dan kebijaksanaan untuk menghadirkan engkau, aku, ruang, waktu, dan menjembatani semuanya demi memahami dirinya sendiri

Friday, December 2, 2011

~.tentang rindu yang paling dahsyat.~




Puncak rindu
 yang paling dasyat
ketika dua orang
tak saling sms/bbm/telpon,
 tapi diam-diam 
saling mendoakan. 

SudjiwoTedjo









~.silent praying.~



segenap rasa dan semesta berpadu dalam melodi
and it's all about you.......................




~.tentang Desember.~



aku tak pernah begitu mensyukuri keberadaan bulan keduabelas 
seperti yang sekarang ini kurasakan
Bulan seribu lilin
Bulan seribu damai
Please be nice




~.tentang seorang lelaki dengan kopi dan kreteknya.~




Disudut temaram sebuah kamar, sang waktu seakan menyiput
seorang lelaki dengan kopi dan kreteknya menatap nanar langit-langit kamar
mencoba dengan segala daya berdamai dengan malam
untuk keduabelas kalinya ia menghidupkan korek zipponya
kesebelas batang kretek telah menjadi asap yang memenuhi partikel udara di ruang itu
tiga gelas cangkir espresso telah mengering meninggalkan bercak hitam
keduanya menyimpan cerita dan tanya yang sama......
Mengapa........ dengan ribuan tanda tanya......

Kopi dan kreteknya bercerita tentang kesahnya pada sang takdir
yang dengan kejam merenggut separuh jiwanya
tiap tegukkan dan hisapannya bercerita tentang selaksa peristiwa
yang bagaikan mimpi indah dalam tidur dengan selimut gerimis
.....bahwa ia pernah berjalan bersama perempuannya di jalan-jalan kenangan untuk menaklukan matahari
.....bahwa ia pernah bersama perempuannya menikmati tiap rintik tetes air dalam penantian meredanya hujan
.....bahwa ia pernah menjadi sandaran sekeping hati perempuannya yang letih oleh leliku hidup yang kejam
.....bahwa ia pernah menjadi seorang lelaki karena seorang perempuan yang dari sorot mata nya berbicara ini lelakiku
.....bahwa ia pernah pergi dan pulang menjinjing pelangi untuk pemilik hatinya

Tegukan dan hisapan terakhirnya seolah mengurai kalimat-kalimat
wahai nirwana mohon peluk aku...
wahai dewi-dewi sudilah kiranya kau lampiaskan bahagiamu kepadaku
diperaduan ini aku menunggu punggungmu
untuk mengalirkan kekuatan magis mu padaku
kekuatan untuk terus tegap melangkah ke depan
meski terlalu seribu tanya menjadi rintang

Thursday, December 1, 2011

~.tentang permohonanku pada Tuhan Yang Maha Canda.~





aku pernah menangisi satu hal
 yang tak satu orang pun kuijinkan mengetahuinya

ya Tuhan............................. aku tidak ingin itu terjadi lagi...
kali ini saja aku mohon.........jangan bercanda duh Gustiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.............