Tuesday, December 6, 2011

~.tentang pilihan menjadi tua atau dewasa.~



--Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya,
 tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat--


lagi sebuah cerita luar biasa yang menginspirasi, jadi inget iklan rokok itu...menjadi tua itu pasti....menjadi dewasa itu pilihan.....dan banyak dari kita yang abstain ternyata....tidak memilih...:) akhirnya disaat kulit kita nanti sudah seperti disetrika hanya ada penyesalan..mengapa dulu saya tidak ini dan tidak itu...tidak ingin menyesal jika saat itu datang nanti...? mari kita memilih...:) 

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah.
Ia menyapa, “Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku?”
Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, “Tentu saja boleh!”.
Dia pun memberi saya pelukan yang sangat erat. “Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?” tanya saya berolok-olok.
Dengan bercanda dia menjawab, “Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian.”
“Ah yang serius?” pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya.
“Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya!” katanya. Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab. Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana. Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon.
Dengan ringan berkata, “Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu.”
“Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena berhenti bermain. Hanya ada empat rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya.” “Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah berubah menjadi dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan.”
“Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan.” Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi “The Rose”.
Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai. Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan.
Ingatlah, menjadi tua adalah kemestian, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.
Sediakan waktu untuk berpikir, itulah sumber kekuatan.
Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa. (Doa Inggris Kuno)

~.tentang hukum tabur tuai.~




memang aku sedang mellow atau memang cerita yang menyentuh.....
tapi sungguh merupakan cerita yang menginspirasi....bahwa apa yang kita tabur baik itu baik ataupun tidak baik akan kita tuai, saat itu juga, besok, lusa minggu depan, bulan depan, tahun depan.....? kita tidak pernah tahu kapan, tapi pasti akan kita tuai....bahkan sampai ke anak cucu kita.....saya masih merasakan tuaian dari apa yang ditabur oleh kakek saya.....jadi kenapa tidak mulai dari sekarang....mari menabur......
Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.

Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, “Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?”
Wanita itu menjawab: “Kamu tidak perlu membayar apapun”. “Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan” kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata: “Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda.”
Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dr. Horward Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan….Wanita itu sembuh!! Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya,dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya kekamar pasien.
Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa Ia tak akan mampu menbayar tagihan tesebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya. Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut,dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi..
“Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu!!” tertanda, Dr Horward Kelly.
Air mata kebahagian kehilangan membanjiri matanya. Ia berdoa: “Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”

--siapa menabur ia akan menuai--

Saturday, December 3, 2011

~.[masih] tentang puisi Dewi Lestari.~



 yang ini aku sangat menyukainya, yang membuat aku jatuh cinta pada karya-karyanya






Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh


Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berhujung mengenal hidup.
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara.
Engkaulah matahari firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara.
Kau hadir dengan dengan ketiadaan.
Sederhana dalam ketidakmengertian.
Gerakmu tak pasti.
Namun aku terus disini.
Mencintaimu.
Entah kenapa?



AKAR
Engkaulah kilatan cahaya yang menyapulenyapkan segala jejak dan bayang.
Engkaulah bentang sinar yang menjembatani jurang antar duka mencinta dan bahagia terdera.

Engkaulah terang yang kudekap dalam gelap saat bumi bersiap diri untuk selamanya lelap.


Andai kau sadar arti pelitamu.
Andai kau lihat hitamnya sepi di balik punggungmu.

Tak akan kau sayatkan luka demi menggarisi jarakmu dengan aku.

Karena kita satu.

Andai kau tahu.



Dari Novel Supernova - Petir
Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan dan alasan.

Engkaulah petunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam samudra terkelam.
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama namun terasa ada.


Ajarkan aku.
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap.
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut.
Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi.

Tunggu aku.
Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu.

~.tentang puisi Dewi Lestari -Barangkali Cinta-.~


sebuah puisi Dewi Lestari, dan aku menyukainya

Barangkali cinta… jika darahku mendesirkan gelombang yang tertangkap oleh darahmu dan engkau beriak karenanya. Darahku dan darahmu, terkunci dalam nadi yang berbeda, namun berpadu dalam badai yang sama.
Barangkali cinta… jika napasmu merambatkan api yang menjalar ke paru-paruku dan aku terbakar karenanya. Napasmu dan napasku, bangkit dari rongga dada yang berbeda, namun lebur dalam bara yang satu.
Barangkali cinta… jika ujung jemariku mengantar pesan yang menyebar ke seluruh sel kulitmu dan engkau memahamiku seketika. Kulitmu dan kulitku, membalut dua tubuh yang berbeda, namun berbagi bahasa yang serupa.
Barangkali cinta… jika tatap matamu membuka pintu menuju jiwa dan aku dapati rumah yang kucari. Matamu dan mataku, tersimpan dalam kelopak yang terpisah, namun bertemu dalam setapak yang searah.
Barangkali cinta… karena darahku, napasku, kulitku, dan tatap mataku, kehilangan semua makna dan gunanya jika tak ada engkau di seberang sana.
Barangkali cinta… karena darahmu, napasmu, kulitmu, dan tatap matamu, kehilangan semua perjalanan dan tujuan jika tak ada aku di seberang sini.
Pastilah cinta… yang punya cukup daya, hasrat, kelihaian, kecerdasan, dan kebijaksanaan untuk menghadirkan engkau, aku, ruang, waktu, dan menjembatani semuanya demi memahami dirinya sendiri

Friday, December 2, 2011

~.tentang rindu yang paling dahsyat.~




Puncak rindu
 yang paling dasyat
ketika dua orang
tak saling sms/bbm/telpon,
 tapi diam-diam 
saling mendoakan. 

SudjiwoTedjo









~.silent praying.~



segenap rasa dan semesta berpadu dalam melodi
and it's all about you.......................




~.tentang Desember.~



aku tak pernah begitu mensyukuri keberadaan bulan keduabelas 
seperti yang sekarang ini kurasakan
Bulan seribu lilin
Bulan seribu damai
Please be nice




~.tentang seorang lelaki dengan kopi dan kreteknya.~




Disudut temaram sebuah kamar, sang waktu seakan menyiput
seorang lelaki dengan kopi dan kreteknya menatap nanar langit-langit kamar
mencoba dengan segala daya berdamai dengan malam
untuk keduabelas kalinya ia menghidupkan korek zipponya
kesebelas batang kretek telah menjadi asap yang memenuhi partikel udara di ruang itu
tiga gelas cangkir espresso telah mengering meninggalkan bercak hitam
keduanya menyimpan cerita dan tanya yang sama......
Mengapa........ dengan ribuan tanda tanya......

Kopi dan kreteknya bercerita tentang kesahnya pada sang takdir
yang dengan kejam merenggut separuh jiwanya
tiap tegukkan dan hisapannya bercerita tentang selaksa peristiwa
yang bagaikan mimpi indah dalam tidur dengan selimut gerimis
.....bahwa ia pernah berjalan bersama perempuannya di jalan-jalan kenangan untuk menaklukan matahari
.....bahwa ia pernah bersama perempuannya menikmati tiap rintik tetes air dalam penantian meredanya hujan
.....bahwa ia pernah menjadi sandaran sekeping hati perempuannya yang letih oleh leliku hidup yang kejam
.....bahwa ia pernah menjadi seorang lelaki karena seorang perempuan yang dari sorot mata nya berbicara ini lelakiku
.....bahwa ia pernah pergi dan pulang menjinjing pelangi untuk pemilik hatinya

Tegukan dan hisapan terakhirnya seolah mengurai kalimat-kalimat
wahai nirwana mohon peluk aku...
wahai dewi-dewi sudilah kiranya kau lampiaskan bahagiamu kepadaku
diperaduan ini aku menunggu punggungmu
untuk mengalirkan kekuatan magis mu padaku
kekuatan untuk terus tegap melangkah ke depan
meski terlalu seribu tanya menjadi rintang

Thursday, December 1, 2011

~.tentang permohonanku pada Tuhan Yang Maha Canda.~





aku pernah menangisi satu hal
 yang tak satu orang pun kuijinkan mengetahuinya

ya Tuhan............................. aku tidak ingin itu terjadi lagi...
kali ini saja aku mohon.........jangan bercanda duh Gustiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.............








Tuesday, November 29, 2011

~.tentang rahasia langit.~


Langit menyimpan rapat rahasia tentangmu
bahkan bintang yang bergantung disana tidak mengetahui cerita tentang :
aku pernah tersipu untuk suatu kekeliruan yang menjadi awal
aku pernah berada dalam ruang kaca tanpa penghuni tapi aku bahagia
aku pernah menembus dingin malam untuk menghapus amarahmu
aku pernah menyesali satu hal yang tidak sempat kulihat
 yang merupakan keinginan terbesarku
aku pernah merasa kehilangan sebelum aku memiliki
aku pernah menangisi satu hal
 yang tak satu orang pun kuijinkan mengetahuinya
kini jemariku memainkan sendiri kelibatan cerita itu
untuk dikenang
bagaimanapun hadirmu pernah membalut luka
 yang sebelumnya tak pernah kusangka akan sembuh
kini bahagiamu adalah doaku
seperti juga inginku
agar bahagiaku menjadi bagian dari doamu



:)  :)  :)  :)  :)

Monday, November 28, 2011

~.tentang doaku.~


 satu malam terjaga untuk sebuah anatomi cinta
apa dan mengapa adalah awal segalanya
dari senja hingga pagi buta
tak ada satupun jawaban



cinta untuk dirasa bukan untuk dicari apa dan mengapa
 kata seorang musafir yang masih terjaga di malam yang menjauh
pahami dengan nurani dan kau akan mengerti

dan dipenghujung malam kutemukan hakikatnya
cinta itu rasa.....
dan ada padaku tapi menjadi milikmu
utuh....satu....

itu saja....? sesederhana itu....?
ya itu saja...
ini rasaku dan itu milikmu.....
 titik tanpa koma tanpa tanda tanya
dan itu sudah cukup bagiku...tanpa apa dan mengapa

bahkan jika ternyata kau tidak menyadarinya...
bahkan jika ternyata rasamu justru miliknya....
asal kau tertawa...asal kau bahagia.......
karena itu doaku...........
doaku di nadimu....










Thursday, November 24, 2011

~.tentang curhatan seorang teman.~

Belum lama ini aku mendapat telphone dari seorang teman baik, biasanya ia telphone atau sms ketika sedang galau dan butuh shelter untuk singgah dan menumpahkan kegalauannya, untuk kemudian pergi lagi melanjutkan rute perjalanan hidupnya.....demikian juga sebaliknya aku kepadanya.....that's what friend are for.....isn't it...?

Begini percakapan kami :
Temanku (sebut saja Soimah) : hallo sist...piye kabare...? 
aku : baik....as usual.....dirimu gmn...?
Soimah : wuaaahhhh lagi galau to the max kie....bingung banget aku 
Dalam hatiku....ia lah kalau ga galau ga mungkin dirimu sampe telphone aku.....
Aku : kenapa lagi....?
Soimah : buntu sist...aku ga tau lagi harus gimana....aku dah coba beberapa cara untuk mencari jawabnya...mulai dari tanya sana sini....kalau kata peter pan...coba bertanya pada manusia tak ada jawabnya..coba bertanya langit malam..langit tak mendengar....semua yang aku tanya ga bisa ngasih jawaban yang jelas....dirimu harapan terakhirku *dengan nada memelas dan putus asa
Aku : .....opo tho...opo masalahe...? *aku mulai tersentuh dengan memelasnya nada bicaranya
Soimah : tapi janji sik yoooo jangan cerita-cerita.....
Aku : iyaaa....janji.....ada apa...? *aku semakin penasaran
Soimah : sebenarnya aku malu mau menanyakan ini, tapi aku benar-benar ga tau lagi harus tanya kesiapa....?
Aku : iyaaaa....tapi apa masalahnya...?
Soimah : sist......sebenarnya orang tua upin dan ipin itu siapa....? *masih dengan nada serius dan memelas
Aku : soimmmmmmmmmmmmmmaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh....*entah berapa desibel dan berapa oktaf teriakanku.........%&^%&^$*&)(&)(&%&^$$@#@$^*(*))()_*&%^$#@$% (baca : telo bonggol semut hitam bayem kangkung sawi wortel kentang *semua penghuni pasar keluar semua......) *mengumpat pun sekarang harus yang sehat...:)

kudengar suara ngakak soimah di telphone yang gak habis-habis....


Tuesday, November 22, 2011

~.kerapuhanku.~



Maaf tidak ku tepati janjiku senja.................
Aku datang lagi dengan berbait-bait sumpah serapahku
karena bejana tiga dimensi yang kau beri...................................
tidak lagi sanggup menampungnya......................................................
ia bahkan memuntahkannya kembali ............................................................
hingga didengar oleh kecoak-kecoak dibalik sofa......................................................

kau masih yang terbaik senja............................
hanya kau yang mampu menelan habis sumpah serapahku
tanpa sempat didengar oleh angin malam....................................
tapi kali ini aku tidak butuh petuah bijakmu..........................................
aku hanya butuh tempat untuk merebahkan tangguhku...................................
karna ternyata aku rapuh......................................................................................

Monday, November 21, 2011

~.kidung sebuah bejana.~



Akulah bejana mu
retak dan tak berbentuk
segala tangis dan serapahmu
boleh engkau tuang ke dalamnya
sebanyak kau mau...selama kau mau


tapi berjanjilah untuk satu hal..... tersenyumlah......
hapuslah bias kesedihan dari kedua matamu
karna hanya itu yang ingin aku lihat.....
karna kau berhak untuk itu.....
karna.........................

Saturday, November 19, 2011

~.menjadi berkat dan terang bagi sesama.~


Sebuah percakapan yang menginspirasi dari wall seorang teman.....
begitu banyak jemaah fesbukiyah pasif (yang jarang komen sana sini, like this sana sini tapi sangat aktif membaca dan berjalan2 dari wall ke wall...dari status ke status...dari catatan e catatan..dari link ke link....), bahkan lebih banyak jumlahnya dari yang aktif......
saya termasuk jemaah pasif ....dan sudah sangat banyak yang saya dapatkan...
sekali lagi saya menemukan Tuhan dan malaikat-malaikatnya di dunia yang katanya maya ini.... 
dan sekali lagi kita bisa menjadi berkat...menjadi terang...bagi orang lain dengan berbagai cara, termasuk dengan apa yang kita share dalam situs2 jejaring sosial....
Selamat menjadi berkat dan terang bagi sesama...:)

Tuesday, November 15, 2011

~.tentang 'kita'.~


= "saya" dan "kamu" hanya perlu sedikit lagi usaha untuk bisa sampai ke "kita" =


"diujung jalan itu..... "kita".....ayo bergandengan tangan untuk sampai kesana....." : katanya
aku : :) *mengangguk dan mengulurkan tangan

*dan jalan untuk sampai kesana tidak pernah mudah.......karena cinta memang menciptakan "kita" tapi tanpa memusnahkan "saya".....dan "saya" selalu menjadi kerikil tajam dalam perjalanan itu.....


Saturday, November 12, 2011

~.tentang sebuah ironi.~

Drupadi Memakai Rok Mini*




Bima tiba-tiba saja menggebrak meja taruhan. Meja judi tempat Duryudana dan Yudhistira bermain dadu itu lansung hancur berkeping-keping.

Wajah putra Pandu yang perkasa itu merah padam menahan amarah. Andai saja Arjuna tak menahan, hampir saja diremukkan tangan kakaknya, Yudhistira.

Bima geram kepada kakaknya. Kakakanya yang telah mempertaruhkan Drupadi di meja perjudian. “Saat kau pertaruhkan seluruh hartamu, aku diam saja. Karena kau adalah raja. Saat kau pertaruhkan kami, adik-adikmu, aku diam saja. Karena kau adalah kakakku. Begitu juga saat kau pertaruhkan dirimu. Karena kau yang berhak atas hidupmu. Tapi apa hakmu mepertaruhkan Drupadi?” geram Bima.

“Mana tanganmu, biar kuremukkan tanganmu. Tangan yang mempertaruhkan apa saja dan kalah!”Arjuna kembali menengahi meredakan amarah Bima.

Yudhistira hanya menunduk. Seluruh harta, tanah, ternak, kerajaan, kini sudah ludes terampas ke tangan Kurawa. Keempat adiknya, bahkan dirinya sudah bukan miliknya lagi, semua sudah berpindah tangan lewat meja taruhan. Terakhir sekali Drupadi, istri Pandawa, yang terenggut ke tangan Kurawa.

Duryudana segera menyuruh adiknya, Dursasana, menyeret Drupadi ke tengah ruangan. Menyadari Drupadi menjadi miliknya, birahi Dursasana langsung naik ke ubun-ubun. Kata-kata cabul langsung keluar dari mulutnya. Lalu segera direnggutnya ujung kain Drupadi.

Yudhistira masih diam menunduk. Di sampingnya, rahang Bima mengeras menahan amarah melihat kelakuan cabul Dursasana. Tak tahan atas penghinaan tersebut, segera Bima melepas sumpah yang mengerikan. Ia berikrar, dalam peperangan kelak, ia akan merobek dada Dursasana dan meminum darahnya.

Mendengar sumpah itu, Dursasana sedikit menciut nyalinya. Namun nafsunya kembali menguasai dirinya. Dia tetap berhasrat menelanjangi Drupadi saat itu juga. Di hadapan Pandawa.

Tapi, Dewa melindungi Drupadi. Kain yang membalut tubuh Drupadi menjadi tak berujung. Kain yang direnggutnya terus terulur tiada habis-habisnya.Tubuh Drupadi tetap terbungkus. Sampai putra itu kelelahan sendiri dan menghentikan kecabulannya.***

Itu sepenggal cerita dari epik Mahabrata. Cerita saat kebaikkan dan kejahatan begitu jelas batasnya. Seorang ksatria perkasa marah saat seorang perempuan lemah dihinakan didihadapannya.

Kini batas itu menjadi kabur dan samar. Ketika perempuan sendiri menanggalkan sendiri pakaian yang membungkus tubuhnya. Dan mempertontonkannya kepada orang-orang tubuhnya sebagai suatu keindahan. Dan dia menyukainya saat mempertontonkan kemolekkan tubuhnya. Adakah seorang Bima yang melepaskan sumpahnya?

Dulu, Duryudana harus menggunakan kelicikan Sangkuni, berjudi dengan Yudistira, dan menghadapi kemarahan Bima agar Dursasana bisa melucuti kain penutup tubuh Drupadi yang ternyata tak berujung itu.

Sekarang, kain-kain Drupadi terlucuti dengan sendirinya. Begitu mudah. Tanpa harus menghadapi amarah Bima.

Oh, betapa senang Dursasana..

*Tulisan di atas merupakan cerita ulang dari esai As. Laksana yang berjudul Kain Sang Dewi dari Podium Detik.

Tulisan ini saya copas dari tetangga sebelah murni dan tidak akan mengurangi atau menambahkan...:)

Thursday, November 10, 2011

~.tentang hidup yang tidak hanya untuk hari ini.~




Lihat itu Gendhis…..

Ulat itu tidak pernah tahu bahwa hidupnya hanya sampai esok pagi…

Esok hari dia harus tinggal dalam ruang kosong yang sepi….

Tapi hari ini dia masih demikian bersemangat menghidupi diri…..


Bernyanyi..menarilah dan terus berlari….

Tinggalkan tawa dalam setiap jejak langkahmu….
Karena hidup tidak hanya untuk hari ini ....Gendhis….
Masih banyak senja yang harus kau nikmati …
Dan masih banyak pagi yang akan selalu setia menanti….

Tuesday, November 8, 2011

~.mewujudkan impian.~




Mario Teguh pernah berkata dalam satu episode MTGW di Metro TV : cara terbaik untuk mewujudkan impian kita adalah "segera bangun dan bekerja keras". . . . !!!!!
kataku : yaa. . .mandi mandi dulu lah pak. . .minum-minum dulu….makan…..nah baru bekerja keras :-D. . . .

Tanpa bermaksud mendebat Pak Mario, kadang kita manusia dalam melakukan sesuatu termasuk mewujudkan impian kita, tidak mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, bangun langsung bekerja keras….sampai ditengah perjalanan, ada yang kehabisan energi…ada yang terlupakan…dan hal-hal kecil lainnya yang tidak dipersiapkan sebelumnya pada akhirnya semuanya menjadi berantakan….alih-alih mewujudkan impian tapi karena masalah kecil saja impian menjadi lenyap dan kita harus mulai dari bangun lagi….

Saya ingat mempunyai teman yang mengikuti wawancara kerja di perusahaan minyak bonafid schlumberger….ia telah melewati tahapan-tahapan panjang tes tertulis dan wawancara sampai akhirnya hanya tinggal 2 orang saja, dan kemungkinan dia yang terpilih sangat besar….schlumberger….didepan mata….tapi apa yang terjadi, hanya karena salah jam wawancara dia harus kehilangan impiannya….pagi-pagi dia melupakan hal-hal kecil seperti mengecek jadwal wawancara…..sangat tragis.

Hal yang sama pernah saya alami saat ujian akhir semester….karena tidak melihat jadwal dengan benar, saya harus rela mengulang 1 semester untuk mata kuliah hukum internasional karena nilai tidak keluar akibat tidak mengikuti ujian akhir. Banyak cerita-cerita kegagalan dalam kehidupan, dalam mewujudkan impian… hanya karena masalah-masalah kecil yang sering kita sepelekan dan tidak dipersiapkan lebih dulu dengan baik.

Jadi, mandilah dulu sebelum mengejar mimpi……:D

Monday, November 7, 2011

~.tentang belajar dari kesalahan.~


Berbuat kesalahan adalah kelemahan manusia. . .tapi. . .
Belajar dari kesalahan merupakan kekuatan manusia. . .
=Doraemon-the movie=


Minggu, 6 november 2011, Hari Raya Idhul adha, dan ini Palembang….suasana hampir menyerupai lebaran, semua toko dan warung nasi (yang ku tahu) menutupkan dirinya…beeeehhh sungguh diluar dugaan, padahal tidak punya persediaan bahan masakan di kulkas, hanya tersisa telor dan mie instant. 11.30 perutku konser, karena sedari pagi belum bertemu sesuatu yang bisa digiling. Untung ada nasi, jadilah sebutir telur menjadi scrambled egg diwajan, dan segera disambut standing applause oleh penghuni perutku. Seperti niatku sehari sebelumnya, aku berniat menjadikan hari ini hari tidur sedunia, tapi seperti biasa…aku tidak pernah bisa tidur siang lebih dari 2 jam, tapi thanks God bisa tidur siang sampai mimpi adalah suatu keajaiban dunia bagiku, artinya aku bisa tidur nyenyak sangat.

Kost an sepi banget sore itu, Cuma aku sendiri di lantai bawah, nongkrongin Kick Andy, tapi pikiran malah mengembara ga jelas. Akhirnya aku tinggalin tipi dan menuliskan pengembaraan pikiranku tadi, yang…. Maaf…off the record, biarlah hanya aku dan cicak di dinding yang tau, karena memang tidak ada yang bisa diambil pelajaran karena cuma berisi kecengengan dan ke-metal-an ku.....mellow total maksud e.   Pengembaraanku ditutup dengan senja yang menakjubkan, melihat dari atap kost-an yang disulap jadi tempat jemuran pakaian, si mata dewa yang  memerah dan luruh perlahan ditelan bumi dan malam bersiap menunjukkan kemegahannya, sebuah mahakarya dari Sang Maestro yang membuatku merunduk dan menjura pada Sang Pencipta.

Mandi, aku bukan tipe mereka yang yang ada dalam lagu mandi pagi tidak biasa… mandi sore tidak biasa… tidak mandi sudah biasa… badan bau bikin binasa, meski harus melakukan ritual lebih dulu, yang biasanya lebih lama dari mandinya, ritual bawa handuk kesana kemari baru masuk kamar mandi :p
Dan Mario Teguh Golden Ways membuatku melupakan makan malam, tema ane bosan ente, as always selalu memberi pencerahan, bahwa kata bosan itu bersumber dari diri kita sendiri bukan dari keadaan diluar kita, orang yang bisa membuat dirinya sendiri menarik  tidak akan pernah merasa bosan pada situasi apapun dan bagaimanapun. Two tumbs up pak…zuper zekale….as always. Dan masalah mulai timbul disini, perut mulai demonstrasi lagi….minta diisi…tapi otak atas perintah kaki dan tangan mencoba nego dengan perut untuk besok pagi aja ngisinya. Rasanya males sekali beranjak dari sofa untuk bikin mie instant.

Belum lagi motogp seri terakhir terlalu seru untuk dilewatkan, pelajaran berharga kudapat semalam, “jangan berhenti berusaha sampai kita menggapai garis finish karena kita tidak pernah tahu ada keajaiban apa di detik terakhir”…Ben Spies rider Yamaha yang di lap terakhir dan di detik-detik terakhir bisa melampaui Stoner, harus mengakui keunggulan Stoner yang tidak mau menyerah didetik terakhir dan menggeber motornya kemudian unggul 0.015 detik lebih dulu dari spies. Stoner melengkapi gelar juaranya dengan memenangkan seri penutup tahun ini. Dan kali ini perut bener-bener tidak mau diajak musyawarah dan mulai anarkis menggedor-gedor lambung, asam lambung mulai naik seperti semprotan sampanye sang juara, bahkan sepotong brownies bukannya menenangkan tapi justru membikin aku ‘jackpot’. Indikasi yang tidak main-main, artinya aku harus segera mencari antasida doen dan MAKAN…tapi sepertinya semua sudah terlambat…..semalam suntuk aku harus merasakan aksi lambungku yang salah tingkah dan galau to the max…..

Dan doraemon benar, berbuat kesalahan adalah kelemahan manusia, dan kalau aku boleh menambahkan berbuat kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya adalah hmmm…aku ga menemukan kata yang tepat…ada sih tapi agak kasar…tidak usah saja…tidak layak untuk disematkan pada ciptaan Tuhan yang katanya paling mulia ini. Intinya, belajar dari kesalahan baik kesalahan kita sendiri maupun kesalahan yang orang lain perbuat adalah kekuatan manusia, dan saya belum mempunyai kekuatan itu, saya belum bisa belajar dari kesalahan yang lalu, masih sering jatuh dalam kesalahan yang sama terutama dalam hal disiplin makan, kalau teringat sakitnya saya langsung berjanji saya tidak akan mengulangi lagi kesalahan yang sama, tapi biasanya akan terulang lagi nanti, orang jawa bilang itu kapok lombok…entah sudah berapa banyak yang mengingatkan dan saya sendiri pun sadar apa yang saya lakukan akan menyakiti diri saya sendiri pada akhirnya, tapi masih juga dilakukan… saya hanya berharap semoga saya segera bisa memiliki kekuatan yang seperti si doraemon maksudkan…belajar dari kesalahan…tidak hanya dalam disiplin makan tapi dalam segala lini kehidupan. Semoga 

Thursday, November 3, 2011

~.tentang hakikat cinta.~


Sang Benih berkata "Jangan bicara lagi tentang cinta!"

Begitulah kata terakhir yang dipesankan Sahabatku, Sang Benih, sebelum ia akhirnya meninggal dunia, "Jangan bicara lagi tentang cinta!" Aku mau minta penjelasannya lebih lanjut, tapi tak pernah kudapatkan penjelasan dari mulutnya sendiri, karena kini ia telah bersatu dengan tanah. Tanah yang kutanya pun hanya mengatakan, "Apakah engkau baru kali ini mendengarkan, Sang Benih itu mengatakan, "jangan bicara lagi tentang cinta?" Aku pun menyahut dengan lemah lunglai, "Benar Tanah, aku baru kali ini mendengarkan dia memberikan pesan yang sangat inspiratif tapi juga sangat sulit kumengerti! Kenapa dia bilang begitu? Apakah selama ini aku hanya bicara tentang cinta, tapi dia sebenarnya tidak pernah merasa kucintai?" Tanah itu pun lalu mencoba menjawab, "Sahabatku, aku tidak ingin menjawab pertanyaanmu, ataukah juga menjadi wakil Sang Benih! Tapi bagiku pesan Sang Benih itu, sebenarnya masih bisa berlanjut, "Janganlah bicara lagi tentang cinta, tapi jadikanlah cinta itu menjadi hidupmu, bukan lagi cinta itu terbungkus kata kata manismu!"





Aku terperangah pada Tanah yang sanggup melanjutkan kata-kata Sang Benih. Aku pun lalu tergerak untuk bertanya lagi pada Tanah itu. "Tanah, bagaimana caranya agar aku mampu membuat cinta menjadi hidup?" Sahutnya, "Belajarlah mati, seperti Sang Benih, yang telah mati, akhirnya Dia hidup bukan? Benih apapun butuh kematian, agar tumbuhlah tunas baru lalu perlahan tapi pasti akan jadi tumbuhan dewasa yang matang untuk berbunga dan berbuah!" Aku lega mendengarkan kata kata Tanah itu. "Baik Tanah, aku bisa mengerti! Tapi apa yang harus kumatikan?" Jawab Tanah itu, "Matikanlah dirimu sendiri, dan janganlah merasa dirimu sudah puas dan hebat kalau bisa berkata tentang cinta, padahal engkau hanya bicara, namun engkau belum menjadi kepunyaan Sang Cinta! Kalau engkau sudah jadi kepunyaan Sang Cinta, engkau tidak takut menangggung resiko mati, meski ada banyak serangan, kritikan, bahkan fitnah sekalipun". Aku mengangguk dan tercenung dengan kata kata Sang Tanah ini.



"Tanah terimakasih banyak, aku tak akan bicara lagi tentang cinta, bila hidupku tidaklah menjadi tanda Cinta-Nya". Tanah pun menyahut, "Syukurlah, Sahabatku! Mulailah sekarang, buatlah cinta menjadi hidupmu!



warm regards


bslametlasmunadipr

Sebuah tulisan yang saya dapat dari www.parokiku.org. sedikit memberi pencerahan dalam pencarian akan arti dan hakikat cinta yang sesungguhnya. 

~.tentang the smallest act of caring.~

seperti gitar yang bukanlah gitar sebelum dipetik 
atau cinta yang bukanlah cinta sebelum dipersembahkan, 
demikian juga Kasih bukanlah kasih sebelum ia dibagikan

Tanggal 28 kemarin seperti tahun-tahun yang sudah lewat, selalu menjadi tanggal dan hari yang istimewa buatku, tanggal dimana aku mengucap syukur lebih untuk satu tahun bertambahnya usia, sudah sejauh ini banyak yang terjadi… jatuh bangun, tertawa…menangis…tertawa lagi…melewati jalan-jalan terjal, berbatu bahkan sempat ada badai di tengah perjalanan tapi anehnya selalu ada cerah sebagai penggantinya…kalau melihat lagi kebelakang rasanya tak percaya sekarang aku berdiri tegak disini dan telah melalui semuanya yang dulu terasa tidak mungkin…satu hal yang menjadi catatan ulang tahunku tahun ini adalah ada bangun setelah jatuh…ada tawa setelah tangis…dan ada cerah setelah badai…dan dalam proses itu ada DIA dengan penyertaanNya yang sempurna dan di dalam DIA tidak ada suatu hal pun yang terlalu hancur untuk dipulihkan.
Dan ada hal yang berbeda dalam 3 tahun terakhir ulang tahunku, sejak aku mempunyai account facebook. Artinya orang-orang yang mengucapkan selamat atas bertambahnya usiaku menjadi lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Satu hal kecil mungkin, hanya butuh waktu 1 menit untuk menulisnya tapi sangat bermakna bagiku…dan aku pun merelakan 1 menit yang sama untuk meng appreciate ketulusan mereka.Yaa….. hal kecil yang kadang tidak pernah terpikirkan oleh kita, bahwa hal kecil itu kadang sangat berdampak besar bagi orang lain. Seringkali dalam benak kita berbagi kasih haruslah sesuatu yang ‘luar biasa’ bersifat ‘materi’ atau sesuatu yang bisa dinilai oleh materi, dan itu tidak salah, akan tetapi ketika hal itu tidak ada pada kita, bagaimana?  Ada satu pepatah berkata
"Keep on giving even you have nothing. 
If you can't give what's in your hand, you may give what's in your head, or heart."


Ya, berbagi kasih bisa dilakukan dengan hal-hal kecil yang tulus dari hati kita seperti sapaan, senyuman, sentuhan, (ibu saya punya kebiasaan mengelus-elus punggung saya ketika kami duduk berdua, dan bagi saya itu bentuk kasih yang luar biasa lebih dari kalimat aku sayang kamu, yang membuat saya sangat nyaman, tentram, damai), bahkan teknologi telah memungkinkan kita melakukannya secara virtual, kita dapat melakukan itu lewat sms (saya sering sekali menerima sms dari saudara teman yang mungkin bagi mereka hanya seharga ratusan rupiah, tapi perhatian dan motivasi yang disampaikan sangat berdampak luar biasa yang kadang sangat menguatkan ketika saya sedang down, satu hal yang harganya tak bisa dinilai dengan rupiah, sekali lagi Tuhan memakai banyak cara untuk care pada umatNya), telephone, jejaring social (sayang pada banyak orang lebih sering hanya digunakan untuk tempat mengeluh, termasuk saya dulu, padahal sebenarnya kita bisa berbagi kasih disitu, saling menguatkan, saling membangun untuk hidup yang lebih baik, mungkin kita tidak pernah tahu dampak dari apa kita tuliskan, apa yang kita bagi, nulis status di facebook kayaknya sepele dan cuman dibaca puluhan sampe ratusan orang saja .. Tapi "efek bola salju"-nya bisa saja sangat tak terduga .. Teruslah menularkan "pencerahan" melalui media apa saja yg kita bisa .. Setiap orang punya tanggung jawab sesuai kapasitas dan kemampuannya .., saya seringkali merasa terberkati dari apa yang saya baca di situs jejaring social…..saya menemukan Tuhan disini.
Berbagi kasih…menjadi bermakna bagi orang lain, itulah hakikat dari kebahagiaan…karena kita telah terlebih dahulu dikasihi olehNya, dan kasih dariNya itu sebagian untuk kita tetapi sebagian lagi adalah hak orang lain yang Tuhan titipkan pada kita untuk dibagikan pada sesama…sayaaa jadi ingat tarian kaum sufi dimana tangan kanan menadah dan tangan kiri menelungkup….artinya dari setiap berkat itu memang ada yang sepenuhnya untuk kita dan sebagian lagi adalah hak orang lain yang dititipkan Tuhan kepada kita.  Selamat berbagi J cause happiness only real when shared…..

Tuesday, November 1, 2011

~.tentang berdamai dengan masa lalu.~


Terkadang aku begitu gamangnya saat kembali bertemu di ‘ujung jalan’ setelah sekian lama berpisah di persimpangan
Terkadang aku memilih untuk diam daripada terlibat dalam ‘perbincangan’ yang akan membuka kembali kotak masa lalu yang sudah tersimpan rapi di sudut gudang
Sebuah kotak yang telah menyimpan banyak hati yang tersakiti karena sebuah kata cinta yang berdiri diatas perbedaan
Dan terimakasih kau telah membuatnya menjadi mudah, pada akhirnya kita bisa menjadi kawan seperjalanan berdamai dengan masa lalu.
Karena bagaimanapun juga dulu kita pernah berbagi cerita dan cinta bukan angkara
*dua malam yang lalu ketika kita bertemu di ‘ujung jalan’