Saturday, October 15, 2011

~.tentang jatuh...bangun...dan [kembali] berlari.~

Setiap orang mempunyai definisi sendiri tentang apa itu hidup....dan definisi ku tentang hidup pun 'hidup'... selalu berubah ketika aku menemui sesuatu hal yang baru yang aku lihat, dengar dan rasa. Pada suatu hari seorang kawan datang dan membutuhkan kotak recycle bin untuk meletakkan 'sampah-sampah [kadang aku merasa seperti kotak sampah 16 Gyga :)]...saat itu aku menemukan definisi baru tentang hidup. Bahwa  hidup itu merupakan sebuah proses dari merangkak, berjalan dan kemudian berlari.... didalamnya ada proses mengubah titik menjadi koma, sampai Sang Pengecat Langit sendiri yang memberikan titik kepada kita and…….this is it…..
--for you were made from dust….and to dust you will return…….--
tubuh kita yang fana ini akan berakhir di suatu rumah mungil 2 X 1m ditaburi aneka bunga (aku hanya menginginkan 1 bunga…bunga lili putih)…dan batu nisan tertanam sebagai pengenal bahwa antara tahun sekian sampai sekian pernah ada seorang yang ketika hidupnya….begini…begitu….(seperti apa kita ingin dikenang nanti, itulah yang harus kita lakukan sekarang).

Dalam titian waktu dari ketika kita merangkak, berjalan dan kemudian berlari itulah ada saat kita tersandung, terantuk batu, terjatuh dan berdarah, terluka, menderita tak terperi yang terkadang penderitaan itu juga menyentuh dan menyakiti orang-orang terkasih didekat kita, pada saat itu terjadi..kita merasa begitu tidak berdaya, merasa sendiri, tidak berpengharapan, mengiba dan bertanya mengapa..mengapa dan mengapa dalam isak dan teriaknya batin yang seolah-olah langit tak mendengar….mengutuki penderitaan dan seolah-olah kita adalah orang paling menderita sedunia.

--Berhentilah mengutuki kegelapan dan mulailah menyalakan lilin….!!!!!!—

Adalah petuah bijak yang saya lupa saya dapat darimana , yang pernah menjadi tamparan dan membuat saya terbangun  dari keterpurukan yang saya tahu kemudian adalah sesuatu yang konyol yang pernah saya lakukan, terpuruk untuk satu hal yang sebenarnya tidak perlu menghabiskan waktu dan energi untuk meratapinya….meski kalau boleh membela diri hal itu sangat manusiawi. Memang pada sebagian orang termasuk saya, lebih sering tenggelam pada keterpurukan, menyesali, meratapi dan mengutuki kegelapan yang terjadi dan terlupa untuk segera bergegas mencari  lilin dan menyalakannya… ada saat meratap tapi ada waktunya untuk segera menghentikannya untuk kemudian menari…..segala sesuatunya kembali ke diri kita masing-masing, apakah kita akan terus menangisi penderitaan kita karena terjatuh tanpa mengambil obat dan mengobatinya…apakah kita akan terus mengutuki kegelapan tanpa beranjak menyalakan lilin….? Pilihan ada ditangan kita……sekali lagi….seperti apa kita ingin dikenang nanti….itulah yang harus kita lakukan sekarang.

Selamat [kembali] berlari dan menari……..!!!

Dan cerita dibawah ini terinspirasi dari cerita kawan saya tersebut.....

=langit biru=

kedua kaki dalam balutan jeans belel itu melangkah perlahan menyusuri hutan cemara.....
angin dingin menyapu rambut ikal nya yang gondrong...........
sudah untuk yang ketiga kalinya ia berjalan hilir mudik mencari-cari sesuatu....
matanya demikian sayu, sarat dengan beban, perih dan lara.....
wajahnya membayangkan kelelahan yang amat sangat......
Ia berhenti disebuah batu besar dipinggir sungai...
duduk menerawang sesekali mendesah...
sesaat ia menggulung celana jeansnya...melepas sandal gunungnya......
dan turun ke sungai........wajahnya menengadah dan berteriak :
"Engkau tahu...aku tidak pernah semarah ini padaMu......
Engkau tahu...aku selalu menerima pemberianMu, meskipun itu berarti airmata bagiku...
Engkau tahu.....meski seringkali aku banyak bertanya mengapa.....
tapi aku selalu berusaha memahami rencanaMu untuk hidupku.....
Tapi sekarang......aku tidak lagi sanggup memahaminya.....
Engkau sungguh keterlaluan....mempermainkan aku....."
Tangisnya pecah......dadanya naik turun dalam isak......
Lama ia tenggelam dalam sedu sedannya.........
Kemudian menyandarkan tubuhnya pada batu besar di tepi sungai.......
Perlahan ia membuka bag packnya....mengeluarkan secarik kertas dan mulai menulis......

Masih terbayang ketika terakhir kali aku bertemu denganmu.....
Ketika batas antara hidup dan mati suri hanya sejengkal saja....
Ketika segala asa terbawa pergi oleh kejamnya takdir......
Ketika cinta ditikam belati angkara yang memaksanya surut......
Ketika perpisahan menjadi akhir dari sebuah pertemuan.....
Ketika yang tertinggal hanya duka lara perih mendera......
Engkau dengan senyum lembutmu bicara.....le...cah bagus...hidup itu baru bisa dibilang hidup...
ketika kamu tersandung..jatuh...tergeletak...berdarah-darah...tapi dengan tenaga tersisa kamu bangun....
membalut luka-luka dengan bantuan orang lain atau sendiri....
kemudian kembali berjalan.......

Engkau dengan tatapan teduhmu bicara......
harapan itu seperti matahari.....ia selalu ada dan bersinar sepanjang hari...sepanjang musim...
ketika kamu tidak melihatnya itu hanya karena ia tertutup awan....
tapi bukan berarti ia tidak ada atau tidak bersinar....
awan tidak selamanya menutupinya...demikian juga senja tidak selamanya menenggelamkannya.....

Engkau dengan belaianmu bicara...... cinta itu seperti pahlawan nak......
mati satu tumbuh seribu.....memang pahit pada waktu mati...
tapi dengan begitu kamu akan tahu manis nya ketika ia tumbuh lagi.....
Paulo coelho berkata "Cinta selalu baru.
tidak perduli kita pernah jatuh cinta satu,dua ataukah lusinan kali dalam kehidupan kita......
kita selalu menghadapi situasi yang sama sekali baru....
Meskipun dapat membawa kita ke Neraka maupun Surga......
cinta selalu membawa kita ke suatu tempat.....kita hanya perlu menerimanya.....
karena cintalah yang memelihara keberadaan kita.
Jika kita menolak cinta, kita akan mati kelaparan......
karena kita tidak lagi memiliki keberanian untuk mengulurkan tangan dan memetik buah-buah dari dahan kehidupan.
Kita harus menyambut cinta dimanapun kita menemukannya,
meskipun itu berarti berjam-jam, berhari-hari bahkan berminggu-minggu kekecewaan dan kegetiran"
Engkau dengan hangatnya pelukanmu......bicara....anakku ketahuilah perpisahan itu adalah awal pertemuan.....
Ketika engkau berpisah dengan seseorang.....bersiap2lah...
karena itu adalah awal pertemuanmu dengan yang lain.....
menangislah untuk satu perpisahan kalo itu kau anggap sebagai suatu penghargaan....
tapi segera hapus airmatamu....buka mata lebar-lebar....dan tersenyumlah.....
pertemuan berikutnya sudah menunggumu.......

Senyum, tatapan,belaian, pelukanmu cukup menjadi alasan.....
aku masih ingin hidup 1000 tahun lagi.........
kini tak kutemukan lagi itu.........
tapi semuanya masih terekam jelas dalam kenanganku......
saat ini.....dalam perih yang sama......
aku masih bisa merasakan......
Senyum, tatapan,belaian, pelukan dan kata-katamu.....
meski itu tak kasat mata.......
Dan itu sudah cukup menjadi alasan bagiku.....
Bahwa aku masih ingin hidup 1000 tahun lagi.........

dilipatnya kertas itu menjadi sebuah perahu kertas........
dilepaskannya kedalam sungai.........
bersama semua beban dalam hidupnya.....
semua menjadi ringan kembali.......
ia menengadahkan wajahnya.....
sekilas ia tersenyum.....dan berbisik....
maaf atas umpatanku tadi........
aku tahu Engkau baik...... Kawan......
aku tahu Engkau selalu ada untukku.....
selama masih ada langit biru......

negeri di awan, 15 Agustus 2010

Friday, October 14, 2011

~.tentang aku dan puisi.~

Entah bisa dibilang puisi atau bukan, tapi aku suka merangkai kata menjadi kalimat kemudian menjadi bait tentang segala sesuatu yang aku lihat, aku dengar dan aku rasa...tentang aku, tentang dia, tentang mereka, tentang siapa saja yang bercerita kemudian aku tulis kembali dengan cara ku.....dan ini beberapa saja yang beruntung (atau malah mungkin tidak beruntung) tidak masuk keranjang sampah :)



=serenade [menjelang] malam=
. . .hidup memberi seribu alasan bagi perempuan itu untuk tidak menanggalkan syal hitam pada jiwanya. .
Meski pagi tidak mengenal lelah meneteskan embun bagi jiwanya. .
Meski mentari tak mengenal redup menerangi jiwanya dengan elektra. .
Meski malam tak mengenal bosan menyelimuti jiwanya dengan kehangatan. .
Meski bulan tak mengenal menyerah memercikkan cahaya merah jambu bagi jiwanya. . .

Sampai senjakala hadir dengan cahaya keemasannya. .
Memainkan serenade [menjelang] malam. .
Harmoninya terdengar riang bagai nyanyian jiwa anak2 dibwh juntai pelangi. . .
Warna keemasannya terlihat seolah-olah langit sdg ekstase. . .
Tariannya mengajari cara menanggalkan syal hitam pd jiwanya. . .dan menggantinya dengan selendang sutra. . .yang memberinya seribu alasan untuk tidak berhenti tersenyum. . .


*[satu tahun kemudian]
Selendang sutra itu membebat habis jiwanya. . .hingga ia tidak tahu bagaimana cara tersenyum. . .

~purnama yg lalu di sudut kamar kost~ 





=the way i remember you=

. . .aiiih Akar. . .kau tak pernah tau. . .
Kurasa kami pernah memiliki malam di masa lalu. . .malam menjelang fajar. . .
Malam bertabur daun segi lima. . .
Atau malam berikutnya yg bertabur daun cinta. . .
Ada dada yg berdegup. .Ada kehangatan yg mengalir. .berenang-renang. . .
Ada kata yg memicu tawa [bahagia kurasa]
Ada rindu yg menjadi candu. . .

Pasti kau tak pernah mengira Akar. . . .
Aku terpesona. . .
Bagai senja ia hadir dengan begitu ajaib dalam hidupku. . .
Tahukah engkau eksotika senja itu. . ?
Aku bahkan tidak pernah bìsa menemukan kalimat untuk melukiskannya. . .
Jadi. . .kalau kini kau tanya siapa yg melukiskan kepedihan di kedua mataku. . . . .
Jawabnya. . . .
Aku sendiri akar. .aku sendiri. . .ya aku sendiri yg melukisnya Akar. . .
Agar setiap orang yg melihatnya tahu. . .
Bahwa di kedua mata ini pernah ada lukisan pelangi kebahagiaan. . . . . .


*thanks to you, this is the way I remember you







=semua tak sama=

Bukankah ini masih pagi buta yg sama gendhis. . ?
Ketika malam semakin renta,
Ketika bulan beringsut takut bertemu matahari,
Ketika perempuan bergincu merah pulang ke kontrakannya dengan lembar rupiah di balik tanktopnya,
Ketika lelaki tuna susila pulang dengan aroma parfum perempuan bergincu merah,
Ketika keenan si orok menangis pilu merasakan polah bapaknya,
Ketika dua ekor kucing wak haji mengerang saling pikat,
Ketika penjaga palang pintu kereta terkantuk2 ditengah tugasnya,
Ketika asap rokok mengepul dari kamar roy yg sedang mengejar wisuda mei demi sbuah nama sarjana,
Ketika seorang dara merapal phytagoras untuk UAS senin depan,
Ketika seorang perempuan bermata basah mengiba pada Sang Khalik untuk mengembalikan suaminya,
Ketika seorang bunda bersujud dengan setangkup doa untuk putra putrinya. . .

Ini memang masih pagi buta yg sama gendhis. . .
Tapi semuanya tak sama lagi. . .

.~pagi buta di kota yang mulai tertawa~.







=rapsodi senja=

. . .sebuah belanga disudut ruang. . .
. .tersenyum pada merahnya senja kala. .dan berbisik lirih. . . .
Kau tepati janjimu untuk datang lagi. .kukira kau sudah muak dengan gaduhnya suara hatiku kemarin. . .
Maaf. . .aku tidak bermaksud mengotori eksotika warna mu dengan sumpah serapahku. . .
Aku hanya tidak tahu kemana menuangkan luapan nektar yang memenuhi lekuk-lekuk tubuhku. . .
Merahnya dosa sudah sedemikian menghitam. .mengendap tanpa tahu bagaimana membuatnya seputih kapas. . .
Jingganya cinta. .datang dan pergi. .meninggalkan tanya akan hakikat cinta dalam secangkir kopi. . .
Ungu nya kepedihan. .menghunjam. .merobek. .mengiris sekeping hati yg bahkan tidak pernah tahu arti sebuah sukacita. . .
Hitamnya kesunyian -sepekat nocturno yang sering menenggelamkanmu- yang selalu mencabik2 sepotong asa yang baru saja bertunas. . .
Semuanya begitu menyesakkan. .membuncah. . .meleleh. .menjadi sumpah serapah padamu. . .
Sejatinya aku iri. . .
Sekali lagi maaf. .dan sampaikan terimakasihku pada sang nocturno yg sudah menyesapnya tanpa sisa. .

-senjakala di bumi sriwijaya-




=aku tidak pernah menyesal=

Aku tidak pernah menyesal telah membukakan pintu untukmu. . .
karena aku tahu walaupun aku tidak membukanya kau akan masuk lewat jendela. . . .

Aku tidak pernah menyesal mempersilakan kau masuk. . .
karena aku tau kau tidak akan lama singgah. . . .

Aku tidak pernah menyesal menjamu mu dengan cawan madu yang entah berasa apa di lidahmu. . .
karena aku tahu itu bukan candu bagi mu. . . .

Aku tidak pernah menyesal menitipkan sembilan keping tanda itu untuk kau bawa. . .
karena aku tidak kuasa menyimpannya sendiri. . .

Aku tidak pernah menyesal membiarkanmu menari2 dalam belantara ruang tamuku. . . .
karena aku tahu tarianmu membantuku mengerti hakikat tanda itu. . .

Aku tidak pernah menyesal membiarkanmu beranjak dari ruang tamuku. . .
karena aku tahu yang kau mau tidak ada disini. . .

Aku tidak pernah menyesal membiarkan pintu itu tetap terbuka untukmu. . .
agar jika kau lewat kau bisa singgah untuk sekedar mengurai warna warna pelangi. . . 

Kemarin. . .
hari ini. . .
esok. . .
tetap sama. . .
aku tidak pernah menyesal. . .


Negeri di awan, 5 juni 2010

~.aku dan dunia anak.~



Anak dan dunia nya adalah salah satu dari sekian hal yang membuatku senang dan tertawa, bersama mereka rasanya (seperti bunyi salah satu iklan di media elektronik) 'bikin hidup lebih hidup dan berwarna'.....bersama mereka aku belajar banyak hal...bersama mereka aku belajar dan merasakan apa itu kasih yang sesungguhnya.....


Kiraku...pelangi itu hanyalah fatamorgana...
Sangkaku...warna warninya hanya sebuah bias...
Sampai kulihat itu nyata....
Dikedua bola mata mereka

Kiraku... kasih itu hanyalah ucapan kosong tanpa makna...
Sangkaku....getar-getarnya hanya sensasi sesaat yang akan terkikis oleh waktu...
Sampai kurasakan damainya dalam pelukan kedua tangan mungil mereka....



Banyak pengalaman berharga dan tak terlupa apalagi terganti.....dan ini salah satunya


"80 menit bersama sunshine di sekolah minggu GKJ Pakem"

Menit pertama...Dengan berlari tergopoh2 dan mengangkat tangannya dia menubrukku....Ngeri juga apa yang akan dilakukan dengan kedua tangannya yang keatas
Tapi kusambut dengan kedua tanganku..dan kuajak masuk dalam lingkaran...


Menit kedua....Hufffttt....sulit mendapat perhatiannya.....Dia malah asyik bermain dengan perdu2 disekitar (kesalahan besar aku ngajak anak2 aktivitas diluar)


Menit kelima
Kuajak ikut nyanyi.....Sini shine....kamu mau nyanyi apa.....
Shasha : iya sunshine bisa nyanyi apa?
Sunshine : pelangi-pelangi....
DOENG...
Aku : yang lainnya shine...
Sunshine : bintang….
GUBRAXZ…..
Aku sama shasha cm bisa nyengir….
Aku : kalo kingkong bisa gak?
Sunshine : bisaaaaaaaa....
Shasha : ya udah ayo kita nyanyi Kingkong badannya besar....
Kita nyanyi kingkong...dan sunshine meninggalkan kita berlari-larian(ngelus dada)

Menit kesepuluh
Yuuukkkk kita doa pembukaan sunshine berdoa yaa....
Yesss....dia mau......

Habis itu balik lagi ke perdu2......hahahahahaha*sumpih susah banget dapet perhatiannya*


Menit ke-15
Masuk kelas....Aku mulai bercerita....
Dan dia tidak mau kalah denganku
Suaraku bersaing dengan teriakannya....Hahahaha.....seru bianget....


Menit ke-30
Kuakhiri ceritaku....Mulai ke penerapan firman dengan aktivitas...
Fiuuuhhh...lumayan bisa konsen.....Dia asyiikk dengan kerjaannya.....


Menit ke-60
Kerjaannya selesai.....
Dan mulai asyik lagi berlari-lari keluar kelas....Masuk keluar....masuk keluar


Menit ke-80
Sampai menit terakhir....Aku tidak melihat lagi murid paling ngegemesin itu....
Fiiiuuuhhhh,.....pagi yang seru
Dalam waktu 80 menit Cuma bisa mendapat perhatiaannya 30 menit...
Sebuah tantangan bagiku...untuk kesempatan selanjutnya....




~.tentang aku dan tahu.~





Setiap orang pasti punya makanan favorit, nah ini makanan favoritku....sangat mudah didapatkan murah meriah (harga kaki lima) tapi kalau diolah dengan benar dan memakai resep rahasia ku [memasak dengan cinta :)] maka rasanya..... meminjam istilah nya pak bondan..... mak nyusssss (rasa bintang lima)......berbagai olahan tahu aku suka...mulai dari digoreng biasa sampai dimasak ala carte...


Nah kalo yang ini resep paling gampang dari tahu....'tahu telur' bisa dibuat lauk atau buat cemilan sore sambil menikmati hujan.....wuuuiiiihhhhhh *more than word can say dehhh pokok nya...:))

Resepnya cuma tahu sama telor (Ayam) plus Kaldu instant......

Kalo mau enak lagi campur dengan parutan keju....(gak juga tetep enak)

Trus digoyeng dehhh.......(minyaknya harus banyak ya...supaya bisa bunder-bunder)

Nah cara makannya yang beda....

satu gigitan tahu.....1 cabe rawit.....

hmmmm....sensasinya memacu adrenalin....

kalo masih kurang sensasinya...ya cari aja sandal jepit.....(tahu kan
apa yg harus dilakukan dengan sandal itu...wkwkwkwwk)

tapi yang paling enak pake cocolan saos sambel....

hmmmmm.........TAHU itu enak JENDRAL.......!!!!!!!!!!!! :))

~.tentang aku dan DIA.~

Perkenalan pertama.......
...........Mencoba
mengingat
kembali perkenalan pertama….*Lagu kuburan band melintas di kepala*…………satu per satu cerita kehidupan ku pun berarak-arak seperti awan berkelebat liar di gumpalan dalam tempurung kepala yang berisi jutaan microchip yang sanggup menyimpan milyaran karakter ………..[lebay yak perumpamaannya?]

Pensieving………..xixiixi kayak prof. Dumbledore ajza (master of the master..gimana ya kalo diadu sama dedy corbuzier) ……*rodo lemot…….berjalan di kisaran kbps (mungkin malah sbps –sensibyte per second- )…….belum lagi signal yang undlap undlup kayak………*

Hap…….[akhirnya!] aku berhasil menghentikan lajunya dan mengurainya……….ada aku dan bunda susu ku disitu [dengan berurai air mata kudendangkan lagu ♫“diwaktuku masih kecil gembira dan senang……♪disore hari yang sepi ibuku bertelut…♪sujud berdoa kudengar..namaku disebut…♪didoa ibuku..namaku disebut…♪didoa ibu kudengar ada namaku disebut♫ terbersit penyesalan aku belum sempat memberi kebahagiaan padanya..belum bisa mengganti darah yang mengalir sewaktu melahirkanku dengan bakti…belum bisa mengganti peluh yang menetes dengan dharma…hanya sedikit kebanggan yang bisa kuberikan itupun tidak sempurna] begitu nyata terbayang……kalau ngeliat besarannya kira2 usia TK…TK Mutiara di duren sawit Jaktim…..[tidak ada kenangan tersisa tentang TK itu]

Bunda : sudah malam…..ayo bobo *dinyanyikan kayak iklan itu loh*…….ibu ajari nyanyi yah….gini lagunya……..”skarang aku tidurlah…..karna badanku lelah…Tuhan jaga anakMu…brikanlah lindunganMu…..buat ibu dan bapak…buat adik dan kakak…buat yang kukasihi…berkatilah semuanya…Amien…….”
Dalam hitungan hari aku sudah mampu menyanyikannya…..itulah kira2 perkenalan pertamaku denganNya…mengenalNya sebagai Sosok yang diajak bicara tetapi tidak pernah ada ujudnya….bahwa aku harus menghormatinya...datang dengan melipat tangan dan tutup mata........that’s all…..

Perjalanan mengenal DIA
…………..waktu berlalu……mulai merasakan sekolah yang sesungguhnya… Sekolah Dasar….dimana aku belajar banyak dan bermain sedikit……mulai tahu tapi tidak mengerti kenapa DIA disebut dengan nama yang berbeda-beda….ada yang menyebutNya Tuhan…ada yang menyebut Allah (dengan lafal bahasa merah putih)..ada yang menyebut Allah (dengan lafal bahasa Arab) dan ada yang menyebut Hyang Widhi….dan masih banyak yang lain……Guruku di SDN 04 Petang Duren Sawit Jaktim [sampai saat ini tidak kutemukan jejak teman2ku…masak gak ada satupun yang punya account facebook] pun mengajari bahwa masing2 mempunyai nama, tempat ibadah dan kitab yang berbeda….masih terngiang pertanyaannya….”anak-anak apa nama tempat ibadah agama Budha?....apa nama kitab agama Hindu? *pelajaran kelas berapa ya itu?*

Jogja Raya………….
………kembali ke tanah kelahiran ……..SDN Paraksari :-p (ra po po ndesit) SMPN 1 Pakem…..SMAN 1 PAKEM…..bertumbuh……mencari jati diri……semakin tahu dan mulai sedikit mengerti……bahwa ada perbedaan dalam kehidupan ini…..dan satu hal yang aku garis bawahi bahwa semuanya mengajarkan kebaikan….semuanya menunjukkan koridor-koridor yang harus diikuti dan dijalani penganutnya…akupun semakin mengenal DIA…sebagai sahabat…..tapi lebih sering dilupakan…karena lebih sering curhat dengan sahabat duniawi daripada denganNya

Kampus Biru…………..
………Balairung…..Plaza Fisipol……Lobby HI……Kantin dengan tahu isinya yang hmmmmm…..BPA Sospol……Boulevard…..Gelanggang Mahasiswa….ruang2 kuliah…..menjadi tempat2 tak terlupakan…..menjadi kawah candradimuka (weizzz kayak AKMIL ae) bagiku……semakin mengerti saja….bahkan memahami bahwa memang ada perbedaan……………..perbedaan yang seharusnya memperkaya….memperindah….membentuk mozaic kehidupan dengan gradasi warna yang indah …tapi kadang2 justru dijadikan alasan untuk menciptakan jurang satu sama lain…..dijadikan alasan untuk merusak indahnya mozaic kehidupan dan merusak peradaban…..bahkan dengan menggunakan cara-cara yang keji yang menurutku sangat tidak pantas dilakukan oleh manusia yang katanya makhluk paling mulia…..menyakiti sesama manusia…menganggap dirinya paling benar….menghilangkan hak orang lain …..tidak ada toleransi….semua dilakukan atas nama “apa yang dianutnya” bukan “apa yang diimaninya” …….semuanya dikarenakan mereka hanya menganut tapi tidak mengimani……tetapi itu hanya sebagian kecil dari kita……

theNorthStory
...........dan persahabatanku denganNya pun semakin dekat……intens…..Dia selalu ada ketika yang lain terasa jauh…Dia yang paling mengerti ketika yang lain tak peduli….Dia yang selalu menolong…menopang….memberi kekuatan dan penghiburan……..meski kadang aku meninggalkanNya ketika aku mulai asyik dengan duniaku sendiri….meski kadang aku melupakanNya…..Dia tetap ada disana menunggu…menanti tak pernah berhenti….dan aku pun tahu…Dia selalu ada untukku dan aku bisa mangandalkanNya….selama masih ada langit biru……